Follow detikFinance
Jumat 19 May 2017, 12:16 WIB

Tunggakan Pajak Rumah Mewah Capai Rp 200 Juta, Apa Boleh Dicicil?

Hendra Kusuma - detikFinance
Tunggakan Pajak Rumah Mewah Capai Rp 200 Juta, Apa Boleh Dicicil? Foto: Hendra Kusuma
Jakarta - Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta mencatat masih banyak rumah dengan tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) selangit. Seperti di kawasan Menteng, Jakarta Pusat ada rumah dengan tunggakan mencapai Rp 245,2 juta.

Untuk melunasi tunggakan tersebut apa boleh dicicil?

Berdasarkan data yang diterima detikFinance, ada 16 objek pajak yang sejak tahun lalu melunasi tunggakannya dengan cara dicicil. Tunggakan dari 16 rumah tersebut adalah Rp 868,7 juta.



Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Unit Pelayanan Penyuluhan dan Layanan Informasi (UPPLI) BPRD DKI Jakarta, Hayatina. Ini pun juga sudah disosialisasikan kepada masyarakat.

Untuk membuat patuh para penunggak pajak ini, BPRD telah menyediakan beberapa sanksi, mulai dari surat teguran hingga penyitaan.

"Kita melakukan imbauan kepada wajib pajak untuk segera melunasi PBB," ujarnya saat dihubungi detikFinance, Jumat (19/5/2017).

Pemberian sanksi juga tidak serta merta langsung diberikan kepada para penunggak. Biasanya, kata wanita yang akrab disapa Tina ini, BPRD terlebih dahulu melayangkan surat teguran dan surat tagihan pajak PBB, jika tidak ditanggapi juga, maka akan dilakukan penindakan dengan memasang plang di tanah tempat rumah tersebut berdiri kokoh.



Tujuan pemasangan palang, lanjut Tina, menandakan bahwa tanah tersebut belum melakukan kewajiban pembayaran PBB dan dalam pengawasan BPRD. Jika masih tidak menanggapi, maka sanksi akan diberikan sesuai dengan UU penagihan pajak, seperti penyitaan.

"Kita akan lakukan penagihan aktif menggunakan UU penagihan pajak dengan surat paksa (PPSP), ya bisa di disita oleh juru sita pajak," jelasnya. (mkj/mkj)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed