Follow detikFinance
Sabtu 20 May 2017, 08:08 WIB

Tidak Ingin Pensiun Menderita? Ini Caranya

Bareyn Mochaddin - detikFinance
Tidak Ingin Pensiun Menderita? Ini Caranya Foto: Istimewa
Jakarta - Siapa kira-kira yang sudah saatnya membicarakan tentang pensiun? Bila anda menjawab yang sudah saatnya membicarakan tentang pensiun adalah para senior yang usia-nya sudah kepala '4' atau kepala '5', maka anda salah besar.

Sejatinya, yang semestinya membahas tentang pensiun adalah anda yang saat ini masih bekerja dan memiliki penghasilan. Tidak peduli apakah anda baru masuk kerja kemarin sore, atau anda sudah bekerja sejak zaman Orde Baru. Banyak hal yang sebetulnya harus anda khawatirkan tentang masa pensiun ini, masalahnya adalah, anda tidak tahu apa yang harus anda khawatirkan.

Karena ketidaktahuan ini, banyak orang (pekerja) yang tidak terlalu peduli pentingnya mempersiapkan masa pensiun. Sebuah hal yang wajar karena banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang tidak peduli dengan masa pensiun yang akan dihadapi. Bisa karena tidak tahu apa yang harus dipersiapkan; bisa karena merasa masa pensiun itu masih jauh; bisa karena merasa dana untuk masa pensiun sudah dipersiapkan oleh kantor; atau bisa juga karena merasa uang yang disisihkan di tabungan sudah cukup untuk membiayai masa pensiun anda.

Padahal, karena perasaan-perasaan tentang pensiun itulah banyak orang yang tidak bisa pensiun sesuai dengan impiannya, bahkan tidak bisa menikmati masa pensiun sama sekali. Tidak sedikit orang yang terpaksa bekerja lagi ketika masa pensiun (dan/atau) menurunkan gaya hidup ketika masa pensiun tiba. Tentu anda tidak ingin menghabiskan masa pensiun dengan cara seperti itu, bukan?

Dulu sekali, orang-orang ingin menjadi pegawai tetap di sebuah perusahaan karena adanya jaminan uang pensiun bulanan. Maka tidak aneh pada zaman dulu banyak sekali orang yang ingin berprofesi (salah satunya) menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Selain karena prestise dan kesempatan berbakti kepada Negara dengan menjadi pelayan masyarakat, beberapa orang ingin menjadi PNS karena tentang uang pensiun yang terjamin. Namun, tahukah anda berapa uang pensiunan bulanan PNS? Pernahkah anda menghitungnya?

Ambil contoh paling gampang, mari kita hitung uang pensiun dari pelayan Negara yang sebentar lagi akan mengakhiri masa jabatannya yaitu Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Gubernur dan Wakil Gubernur, termasuk dalam Pejabat Negara Eksekutif, perhitungan pensiun untuk pejabat Negara adalah 1% untuk tiap 1 bulan masa jabatan dengan ketentuan sekurang-kurangnya 6% sebanyak-banyaknya 75% dari dasar pensiun (Gaji pokok).

Dengan masa bakti Ahok sebagai Gubernur (anggaplah) dari Oktober 2014 – Oktober 2017 (36 bulan) maka besaran dana pensiun untuk Ahok per bulan-nya adalah Rp 3.000.000,- (gaji pokok) x 36% (masa jabatan) = Rp 1.080.000,- (satu juta delapan puluh ribu rupiah). Sedangkan untuk Djarot, besaran dana pensiun yang diterima per bulan-nya adalah Rp 2.400.000,- (gaji pokok) x 36% (masa jabatan) = Rp 864.000-.

Perhitungan itu adalah perhitungan pensiunan bagi seorang Pejabat Negara Eksekutif, maka anda harus cari tahu berapa uang pensiun yang anda dapatkan dari kantor anda bekerja sekarang?

Bila anda sudah tahu besaran uang pensiun yang diterima, maka kira-kira apakah uang itu cukup membiayai masa pensiun anda? Harus diingat bahwa nanti 10, 20, 30 tahun lagi ada yang namanya kenaikan harga barang. Bakso satu porsi yang anda makan 5 tahun lalu apakah masih sama harganya saat ini? Tidak kan, begitu pun kebutuhan pokok lainnya akan ada peningkatan harga. Sekali lagi coba anda jawab, bila anda hanya mengandalkan uang pensiun yang didapat dari kantor, kira-kira apakah cukup membiayai masa pensiun anda?.

Tidak ada sedikitpun maksud menghilangkan kuasa Allah SWT karena memang rezeki itu Allah SWT yang akan mengatur, namun bukankah rezeki itu seperti jodoh? Akan tetap di tangan Tuhan bila kita tidak berusaha untuk mengapainya?

Oleh karenanya, apa yang harus anda lakukan saat ini adalah tentukan ingin seperti apa masa pensiun anda; ketahui berapa kebutuhan anda di masa pensiun nanti; bila ternyata uang pensiun anda tidak cukup, berapa banyak dana yang harus anda kumpulkan untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan anda di masa pensiun?.

Maka, ada sebuah adagium yang menyatakan bahwa saat yang paling tepat untuk mempersiapkan pensiun adalah kemarin, kenapa? Karena bila anda siapkan kemarin, anda membutuhkan lebih sedikit uang untuk diinvestasikan demi mencapai dana pensiun yang anda idamkan dibandingkan dengan bila anda mempersiapkan dan mulai menginvestasikannya hari ini.

Tapi tenang, adagium lain berkata bahwa lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, bukan?. Nah, sekarang setelah membaca artikel ini, anda sudah tahu tentang pentingnya mempersiapkan dana pensiun, lalu mulai memikirkan tentang masa pensiun anda dan akan segera mempersiapkan masa pensiun anda. Satu hal penting yang harus anda jawab sebelum memulai ini semua, sudah tahu kemana akan berinvestasi untuk mengumpulkan dana pensiun anda?.

Dan tidak kalah pentingnya, tau kemana belajar lebih detil untuk bisa mempersiapkan pensiun lebik baik lagi. Di minggu ini ada beberapa workshop yang bisa diikuti antara lain : Cara kaya dengan reksa dana tanggal 21 Mei info di sini https://bit.ly/IARFC-RD, sementara di bulan Ramadan ada kelas Perencana Keuangan Syariah lho tanggal 9-11 Juni Info di sini https://bit.ly/RIFA0517. Ada Dasar-dasar mengelola Keuangan Keluarga Islami 18 Juni dan Berinvestasi pada produk keuangan Syariah 19 Juni. (ang/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed