Follow detikFinance
Jumat 19 May 2017, 19:45 WIB

BRI Tekan MoU dengan 7 BUMN

Usman Hadi - detikFinance
BRI Tekan MoU dengan 7 BUMN Foto: dok. BRI
Yogyakarta - Bank Rakyat Indonesia (BRI) menggandeng tujuh BUMN meneken nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) sinergi BUMN, di Kantor BRI Wilayah Yogyakarta, Jumat (19/5/2017).

Tujuh BUMN itu yakni PT POS Indonesia (Persero), PT LEN Industri (Persero), PT Balai Pustaka (Persero), PT Primissima (Persero), PT INTI (Persero), PT Telkom (Persero), dan Perum Percetakan Negara. "Kami berharap MoU ini (manfaatnya) berdampak nyata," ujar Direktur Utama BRI, Suprajarto.

Upaya memperkuat sinergi ini sejalan dengan Peraturan Menteri BUMN Per-05/MBU/2008 Jo Per-15/MBU/2012, yang mengatur mekanisme penunjukan anak perusahaan dan perusahaan terafiliasi BUMN. "Hal-hal yang (belum dikerjasamakan) bisa gali lebih lanjut," tambahnya.

MoU ini dihadiri Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom, Dian Rachmawan; Direktur Bidang Surat dan Paket PT POS Indonesia, Agus F. Handono; Direktur Operasional 2 PT LEN Industri, Adi Sufiadi Yusuf; Direktur Utama PT Balai Pustaka, Saiful Bahri; Direktur Bisnis PT INTI Indonesia, Adiaris; Direktur Utama PT Pimissima, Umansyah; dan Direktur Utama Perum Percetakan Negara, Djakfarudin Junus.

Suprajarto menyebut MoU ini bertujuan menjalin kerjasama yang efisien, efektif, kompetitif, transparan, adil, wajar, dan akuntabel antar BUMN. Sehingga bisa berdampak positif buat masing-masing BUMN.

"Sesuai tagline-nya, kami ingin agar BUMN semakin hadir untuk negeri," ungkapnya.

Menurut Suprajarto, dengan kerjasama ini bukan tak mungkin membuka peluang usaha baru, yang selama ini belum dilirik sejumlah BUMN. Sementara untuk MoU ini, bentuk nyatanya bisa dilihat dari pengadaan barang dan jasa Bank BRI, yang nantinya bisa dipasok unit BUMN lainnya.

Corporate Secretary BRI, Hari Siaga Amijarso, melanjutkan MoU antar BUMN ini merupakan langkah strategis, dalam mengoptimalkan potensi bisnis dengan prinsip saling menguntungkan antar BUMN.

"Harapan kami bisa tercipta efisiensi bisnis masing-masing pihak," lugasnya.

Dia mengakui pengadaan barang dan jasa adalah unsur vital di tubuh BUMN. Diharapkan dengan adanya MoU, antar BUMN bisa terjalin fleksibilitas, dan mampu mempercepat jangka waktu pengadaannya.

"Sehingga bisa meningkatkan nilai lebih pihak-pihak yang terlibat," tutupnya. (dna/dna)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed