Follow detikFinance
Senin 20 Feb 2017, 21:01 WIB

Ini Tips Agar Masyarakat Tak Tertipu Investasi Bodong

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Ini Tips Agar Masyarakat Tak Tertipu Investasi Bodong Foto: Ari Saputra
Jakarta - Kasus investasi bodong masih marak terjadi. Korbannya pun bisa mencapai ribuan orang, mulai dari PNS hingga pegawai swasta.

Untuk itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan tips agar masyarakat tidak mudah tergiur dan akhirnya terjebak dalam modus investasi yang menawarkan keuntungan tinggi. Tongam mengatakan ada dua hal yang perlu dilihat sebelum melakukan investasi, legal dan logis.

Pertama, dari segi legal, masyarakat harus mengetahui pasti apakah perusahaan investasi itu memiliki izin dari otoritas terkait. Perusahaan investasi juga harus berbentuk badan hukum.

Izin yang dimaksud Tongam meliputi, izin dari OJK jika bergerak di bidang layanan jasa keuangan. Sedangkan yang berbentuk koperasi harus mengantongi izin dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Baca juga: Survei OJK: Ini Alasan Banyak Orang RI Terjerumus Investasi Bodong

Selanjutnya, untuk badan usaha yang menawarkan investasi di bidang perdagangan wajib mengantongi izin dari Kementerian Perdagangan, serta yang berbentuk Multi Level Marketing (MLM) harus mendapatkan izin dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

"Seperti selama ini kami katakan legal dan logi. Dicek dulu badan hukum, perizinan, kegiatan. Berbadan hukum dan harus ada izin," tutur Tongam saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Senin (20/2/2017).

Kedua, hal yang perlu diceck terlebih dahulu adalah logika dalam menawarkan keuntungan kepada masyarakat. Jika perusahaan investasi menawarkan bunga yang melebihi tingkat bunga pasar maka perlu dicurigai mereka menawarkan investasi bodong.

Baca juga: OJK Kembali Imbau Masyarakat Supaya Tidak Taruh Dana di Pandawa Group

Sebagai acuan, masyarakat bisa membandingkan bunga yang ditawarkan dengan tingkat bunga deposito yang berada di level 6-7% per tahun. Jika berada jauh di atas itu, maka perlu diwaspadai.

"Kalau dibandingkan bunga deposito 6-7% per tahun. Kalau 5-10% per bulan tidak masuk akal," tutup Tongam. (hns/hns)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed