Follow detikFinance
Jumat 19 May 2017, 10:48 WIB

​Ekonomi Terjaga, Saham Perbankan Pilihan Utama

Ellen May - detikFinance
​Ekonomi Terjaga, Saham Perbankan Pilihan Utama Foto: Istimewa
Jakarta - IHSG pada perdagangan kemarin, ditutup menguat sebesar 0,53% di level 5,645.45. Pergerakan IHSG ini menguat ditengah pelemahan bursa Asia, dan juga akibat keputusan Bank Indonesia (BI) untuk tetap mempertahankan level suku bunga acuan 7-days repo rate di level 4,75%.

Sementara itu, pada perdagangan pagi ini Indeks Dow Jones mengalami penguatan sebesar 0,27% ke level 20,663.02, diikuti oleh EIDO yang mulai rebound dengan penguatan hingga 0,58% ke level 25,99.

Penguatan IHSG terutama disebabkan oleh rilis beberapa data ekonomi Indonesia pada hari ini, di antaranya:
1. Bank Indonesia menetapkan level suku bunga acuan BI 7-day reverse repo rate di level 4,75%
2. Bunga kredit perbankan naik menjadi 11,92% per April 2017
3. Porsi pembiayaan kartu kredit meningkat 17% dari 2016 lalu, menjadi 23% pada kuartal I tahun ini

Meskipun masih dibayangi oleh sentimen kenaikan suku bunga The Fed Amerika pada bulan Juni nanti, namun BI merasa masih tidak perlu menaikkan level suku bunga saat ini. Hal ini dikarenakan BI masih merasa pergerakan ekonomi Indonesia masih cukup kuat.

Hal ini terlihat dari inflasi yang masih terjaga, dan juga nilai tukar rupiah yang cenderung stabil dengan penguatan hingga 1,09% selama kuartal pertama tahun ini.

Selain itu, surplus transaksi modal dan finansial ekonomi Indonesia untuk kuartal pertama tahun ini tercatat sebesar US$ 7,9 miliar atau naik hampir 2 kali lipat dibanding kuartal pertama tahun lalu.

Sebagai salah satu penyumbang keuntungan terbesar bagi perbankan, bisnis kartu kredit saat ini juga mengalami peningkatan yang cukup bagus. Hal ini terlihat dari realisasi transaksi kartu kredit per Maret 2017 sebesar Rp 10,6 triliun atau naik 1,92% dari akhir 2016 sebesar Rp 10,4 triliun.

Dengan adanya kenaikan kredit bunga perbankan dan juga level suku bunga acuan perbankan yang masih tetap berada di level 4,75% tahun ini, berpotensi membuat Net Interest Margin (NIM) perbankan meningkat.

Hal ini tentunya akan mempengaruhi saham-saham di sektor perbankan, terutama saham-saham second liner seperti MCOR dan BVIC.

Salam profit,
Ellen May (ang/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed