Follow detikFinance
Selasa 16 May 2017, 09:59 WIB

OPEC Kembali Pangkas Produksi, Bagaimana Dampaknya?

Ellen May - detikFinance
OPEC Kembali Pangkas Produksi, Bagaimana Dampaknya? Foto: Reuters
Jakarta - IHSG pada perdagangan kemarin ditutup menguat 0,24% ke level 5,668.87 yang didukung oleh sektor finance dan sektor consumer goods. Sementara itu, pada pagi ini Dow Jones menguat hingga 0,41% ke level 20,981.94, diikuti oleh EIDO yang melonjak hingga 0,67% ke level 26.87.

Harga minyak mentah melesat akibat pasar yang merespons pernyataan Arab Saudi dan Rusia yang akan memperpanjang periode pemangkasan produksi hingga akhir Maret 2018.

Pada perdagangan Senin kemarin, harga minyak WTI kontrak Juni 2017 naik 1,40 poin atau 2,93% menuju US$ 49,24 per barel. Sementara minyak Brent kontrak Juli 2017 meningkat 1,42 poin atau 2,79% menjadi US$ 52,26 per barel.

Sentimen Minyak

Setelah sempat hampir menyentuh level US$ 45 per barel, harga minyak kemarin berhasil melonjak tajam, setelah menteri energi Arab Saudi dan Rusia memberi pernyataan bahwa upaya pemangkasan produksi minyak mentah yang dipimpin OPEC akan diperpanjang hingga Maret 2018.

Sebelumnya pada 30 November 2016, OPEC memutuskan memangkas produksi hingga 1,2 juta barel per hari (bph) menjadi 32,5 juta bph pada paruh pertama tahun ayam api untuk memperbaiki harga minyak di pasar global yang menurun sejak pertengahan 2014.

Berdasarkan kesepakatan saat ini, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), di mana Arab Saudi adalah pemimpin de-facto, dan produsen lainnya termasuk Rusia berjanji akan memangkas produksi sebesar hampir 1,8 juta barel per hari (bph) selama paruh pertama tahun ini.

Meskipun begitu, lonjakan harga ini diperkirakan hanya akan bertahan sementara saja, mengingat masih banyaknya negara anggota OPEC yang belum memberikan persetujuannya, serta produksi minyak Amerika yang terus meningkat.

Dari sisi suplai, pasar masih terbebani oleh peningkatan produksi Amerika yang memanfaatkan kenaikan harga akibat pemangkasan suplai OPEC dan non-OPEC. Berdasarkan data, Barker Hughes mengemukakan jumlah rig minyak Amerika telah bertambah 6 buah menjadi 712 rig.

Ini merupakan level tertinggi sejak April 2015 sekaligus menunjukkan pertumbuhan dalam 17 pekan terakhir.

Meskipun begitu, harga minyak diperkirakan masih akan bergerak positif, dalam range US$ 47-US$ 50 per barel. Hal ini tentunya merupakan sentimen positif untuk saham-saham minyak seperti MEDC dan ELSA. (mkj/mkj)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed