Follow detikFinance
Jumat 19 May 2017, 20:32 WIB

Harga Gas US$ 6/MMBTU, Industri Pupuk: Idealnya US$ 2-3/MMBTU

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Harga Gas US$ 6/MMBTU, Industri Pupuk: Idealnya US$ 2-3/MMBTU Foto: Ardan Adhi Chandra
Cikampek - Harga gas untuk ketiga industri, pupuk, baja, dan petrokimia pada awal Januari 2017 menjadi US$ 6 per MMBTU. Penurunan harga gas terhadap ketiga industri tersebut dilakukan dengan pertimbangan pemanfaatan gas dalam produksi begitu tinggi, sehingga pemerintah memberikan insentif.

Penurunan harga gas untuk tiga industri tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 40 Tahun 2016 tentang Harga Gas Bumi untuk Industri Tertentu (Permen ESDM 40/2016).

Sebelumnya, ketiga industri mengeluhkan harga gas yang tinggi, sehingga membuat biaya produksinya membengkak. Namun, penurunan harga gas industri ke level US$ 6 per MMBTU masih dirasa belum cukup.


"Kita sebetulnya kalau dibandingkan dengan harga gas di luar negeri kan US$ 6, kan kemahalan, terutama industri pupuk," kata Manager Humas Pupuk Kujang, Ade Cahya di Kantor Pusat Pupuk Kujang, Cikampek, Jumat (19/5/2017).

Persentase gas terhadap produksi pupuk terbilang cukup besar. Ia mengatakan ada 3 komponen yang dibutuhkan untuk memproduksi pupuk, antara lain air, udara, dan gas yang memberikan kontribusi sebanyak 70% terhadap biaya produksi.

"Gas berpengaruh hampir 70% terhadap biaya produksi," kata Ade.

Kepala Corporate Communication Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana berharap harga gas industri untuk produksi pupuk bisa turun lagi dari US$ 6 per MMBTU. Pasalnya, dengan harga gas yang terbilang masih tinggi membuat pupuk dalam negeri sulit bersaing di negeri sendiri.

"Kalau tahun lalu kondisi harga gas biaya produksinya US$ 240-250 per ton, padahal harga pupuk dari China US$ 200 (per ton), walaupun idealnya sih kalau bisa US$ 2-3 per MMBTU," kata Wijaya.


Ade menjelaskan, peran gas dalam produksi pupuk urea sangatlah penting. Pasalnya, gas dikonversi menjadi amonia yang disatukan dengan udara dalam hal ini CO2. Kedua zat tersebut kemudian menjadi pupuk urea yang digunakan untuk meningkatkan produktivitas tanaman.

"Proses produksi gas alam diproses jadi amonia, kemudian amonia kita ambi CO2 dari udara. Amonia sama CO2 direaksikan jadi pupuk urea," pungkas Ade. (hns/hns)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed