Follow detikFinance
Senin 19 Jun 2017, 23:17 WIB

Soal PHK Awak Mobil Tangki, Ini Penjelasan Pertamina Patra Niaga

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Soal PHK Awak Mobil Tangki, Ini Penjelasan Pertamina Patra Niaga Foto: Mukhlis Dinillah
Jakarta - PT Pertamina Patra Niaga menyatakan ratusan Awak Mobil Tangki (AMT) yang mengaku di PHK bukanlah karyawannya. Patra Niaga mengaku kalau AMT tersebut berasal dari perusahaan pemborongan jasa pengangkutan yang bekerja sama dengan Pertamina Patra Niaga.

"Jadi ibaratnya ini perusahaan swasta, kita berkontrak dengan mereka. Mereka bukan menyediakan tenaga SDM buat kita, karena yang kita berikan adalah pekerja pemborongan," ungkap Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Rudy Permana di Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (19/6/2017).

Rudy mengatakan kalau pihaknya tidak melakukan PHK terhadap ratusan AMT tersebut. Sebab, mereka bukanlah karyawan Patra Niaga.


"Kalau mereka bukan karyawan Pertamina Patra Niaga, bagaimana kami bisa PHK mereka? Itu clear dulu ya. Karena hubungan kami tidak ada hubungan tenaga kerja di situ. Mereka ini sebetulnya adalah pekerja dari perusahaan pemborongan tadi," katanya.

"Pada saat mau diangkat jadi pegawai tetap di perusahaan tadi itu pasti ada proses lah. Anda waktu cari kerja kan ada proses ya, ada proses rekrutmennya, ada proses masa percobaan, evaluasi, kemudian jadi pegawai tetap," sambung dia.

Rudy menjelaskan, ratusan AMT tersebut tidak lolos seleksi karena beberapa hal, hingga saat masa evaluasi mereka gagal dalam melakukan aktivitasnya.

"Pertama, ada yang usianya di batas pensiun. Ada juga mereka tidak mau menandatangani kontrak di awal. Ada juga mereka tidak mau ikut psikotest, dan kalau seandainaya mereka lolos di masa evaluasi tadi, performance mereka juga tidak baik, jauh di bawah apa yang diminta, yang diharapkan. Misal 1 bulan diminta 20 hari kerja, mereka hanya masuk 5 sampai 6 hari atau mereka melakukan tindakan indisipliner selama masa evaluasi tadi. Bisa juga mereka itu melakukan tindakan yang merugikan perusahaan," papar Rudi.


Hal itulah, kata Rudy yang menyebabkan ratusan AMT tersebut dinyatakan tidak lolos seleksi. Seharusnya, tambah Rudy, bila AMT itu ingin diangkat sebagai karyawan, dapat memberikan performa yang terbaik hingga bisa lolos evaluasi.

"Tapi kenyataannya mereka tidak bisa lolos evaluasi tadi, sehingga mereka tidak bisa diangkat jadi karyawan tetap di perusahaan pemborongan," terangnya.

"Mereka (perusahaan pemborong),PHK sepihak ya, yang PHK bukan Pertamina Patra Niaga, bukan dari Pertamina juga, ya perusahaan pemborongan tadi yang tidak melakukan proses sebagai karyawan tetap mereka," tegasnya.

(hns/hns)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed