Follow detikFinance
Senin 13 Mar 2017, 19:20 WIB

Pertamina Jamin Produksi Blok Mahakam Tak Anjlok Pasca 2017

Michael Agustinus - detikFinance
Pertamina Jamin Produksi Blok Mahakam Tak Anjlok Pasca 2017 Foto: Ari Saputra
Jakarta - PT Pertamina (Persero) menjamin pengelolaan Blok Mahakam akan berjalan dengan baik. Produksi minyak dan gas blok ini akan tetap terjaga di bawah pengelolaan anak usaha Pertamina, PT Pertamina Hulu Mahakam.

Kontrak Total E&P Indonesie di Mahakam akan berakhir pada 31 Desember 2017. Saat ini Blok Mahakam sedang dalam masa transisi pengelolaan dari Total sebagai kontraktor eksisting ke kontraktor baru, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM).

Untuk memperlancar proses alih kelola, Mahakam Bridging Agreement (BA) dan Funding Agreement (FA) telah ditandatangani antara Pertamina, Total dan Inpex. Pertamina Hulu Mahakam mulai masuk ke Blok Mahakam tahun 2017 dengan adanya BA dan FA.

Dalam ketentuan bridging agreement tersebut diatur tentang pelaksanaan kegiatan operasi yang dilakukan Total, sebagai operator eksisting di 2017 untuk kepentingan PHM. Adapun, funding agreement mengatur tentang mekanisme pembiayaan PHM atas kegiatan operasi yang dilakukan Total sesuai dengan BA.

"Pemerintah telah menunjuk Pertamina sebagai operator Mahakam setelah berakhirnya Kontrak dengan Total 31 Desember 2017. Dengan persetujuan SKK Migas tentang BA dan FA, kesinambungan produksi Mahakam di tangan Pertamina dipastikan terjaga," kata VP Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, dalam keterangan tertulis, Senin (12/3/2017).

Produksi gas dari Blok Mahakam saat ini mencapai 1.600 MMSCFD, sekitar 20% dari produksi gas nasional, terbesar di Indonesia. Sedangkan produksi minyaknya sekitar 63.000 barel per hari (bph).

Sementara itu, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Komunikasi, Hadi Djuraid, menjelaskan pemerintah tak ingin produksi migas di Blok Mahakam anjlok. Agar produksi dapat dipertahankan, Total diberi kesempatan untuk mengambil 39% Participating Interest (PI/hak kelola) dan kembali mengoperasikan blok penghasil gas terbesar di Indonesia ini pasca 2017.

Pertamina dan Total dipersilakan membicarakan kemungkinan ini secara business to business (B to B). Soal berapa hak kelola yang akan dibeli Total, siapa yang menjadi operator akan ditentukan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak dan SKK Migas.

"Karena targetnya adalah produksi tidak boleh turun, untuk mencapai target itu apakah Pertamina akan mengoperasikan bersama dengan Total. Pertamina sendiri atau menyerahkan ke Total, silakan dibicarakan dengan melibatkan SKK Migas. Kita hanya menentukan targetnya, produksi enggak boleh turun," kata Hadi saat ditemui di Kementerian ESDM.

Hadi menambahkan, Pertamina tetap akan menjadi pemegang hak kelola mayoritas di Blok Mahakam. Total paling banyak hanya memegang 39% hak kelola. Sisanya 10% untuk pemerintah daerah (pemda).

"Mayoritas tetap Pertamina, itu enggak bisa ditawar-tawar. Pemerintah memberi ruang maksimal sampai 39% untuk Total, 10% untuk daerah, Pertamina masih mayoritas. Nanti silakan dibicarakan B to B," pungkas Hadi. (mca/wdl)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed