Follow detikFinance
Senin 20 Mar 2017, 12:47 WIB

Ini Daftar Saham yang 'Mati Suri' Gara-gara Suspensi Menahun

Danang Sugianto - detikFinance
Ini Daftar Saham yang Mati Suri Gara-gara Suspensi Menahun Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pasar modal merupakan sebuah wadah berinvestasi yang menawarkan produk investasi saham dengan return yang menjanjikan. Namun, yang namanya berinvestasi tentu ada faktor risiko di dalamnya.

Salah satu risiko berinvestasi di pasar modal yang paling ditakuti yakni uangnya 'nyangkut' di saham-saham yang terkena suspensi.

Ada beberapa alasan mengapa PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan suspensi kepada emiten, pertama adanya pergerakan saham yang tidak wajar sehingga saham tersebut masuk dalam pengawasan dengan kategori unusual market activity (UMA). Jika telah masuk dalam kategori tersebut saham masih bergerak tak wajar maka BEI menjatuhkan suspensi dalam rangka cooling down.

Ada pula penjatuhan suspensi lantaran emiten belum membayar annual listing fee. Selain itu ada juga penjatuhan suspensi berdasarkan fundamental perusahaan, seperti emiten yang tidak mengumumkan laporan keuangannya. Biasanya emiten tersebut bermasalah.

Bahkan ada beberapa saham yang sudah disuspensi hingga bertahun-tahun lamanya. Berikut hasil penelusuran detikFinance terkait daftar emiten yang disuspensi berkepanjangan lantaran belum menyampaikan laporan keuangan:

1. PT Inovisi Infracom Tbk (INVS)
INVS pernah disuspensi pada 5 Januari 2015 lantaran sahamnya anjlok cukup dalam. Dihitung sejak 15 Desember 2014 saham INVS di level Rp 480 per saham, namun terus turun hingga 70,83% ke level Rp 140 per saham pada 2 Januari 2015.

Sebulan berselah saham INVS kembali disuspensi, namun kali ini lantaran perseroan tidak mengumumkan laporan keuangan. Sehingga pada 13 Februari 2015 saham INVS disuspensi dan belum dicabut hingga saat ini. Sebab belum ada tindakan dari manajemen INVS mengumumkan laporan keuangan.

2. PT Majapahit Inti Corpora Tbk (AKSI)
Saham AKSI juga disuspensi lantaran belum menyampaikan laporan keuangan per 30 September 2014. Atas dasar mempertimbangkan keberlangsung perusahaan tersebut BEI menjatuhkan suspensi saham AKSI sejak 17 November 2014.

3. PT Permata Prima Sakti Tbk (TKGA)
TKGA juga disuspensi lantaran belum menyampaikan laporan keuangan tahunan yang berakhir pada 30 Juni 2015. BEI juga menjatuhkan denda sebesar Rp 150 juta kepada perusahaan lantaran terlambat menyampaikan laporan keuangan. Terhitung saham TKGA disuspensi sejak 30 Oktober 2015.

4. PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB)
TRUB juga disuspensi lantaran belum menyampaikan laporan keuangan auditan per 31 Desember 2012. BEI juga menjatuhkan denda sebesar Rp 150 juta kepada perusahaan lantaran terlambat menyampaikan laporan keuangan. Terhitung saham TRUB disuspensi sejak 1 Juli 2013.

5. PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO)
Saham GTBO disuspensi pada 12 Februari 2015. BEI meminta penjelasan perseroan atas penghentian sementara produksi batu bara. Kala itu perusahaan tersebut mengumumkan bahwa perseroan memutuskan untuk menutup operasi tambang dalam jangka waktu 3 bulan. Sejak saat itu saham GTBO terus disuspensi juga karena belum membayar annual listing fee.

6. PT Siwani Makmur Tbk (SIMA)
Saham SIMA disuspensi sejak 2 November 2015 karena BEI meminta penjelasan perusahaan karena belum beroperasi secara normal dan penundaan perbaikan mesin. Hingga saat ini belum ada kabar terkait keberlangsungan perusahaan tersebut.

7. PT ATPK Resources Tbk (ATPK)
Saham ATPK disuspensi sejak 28 Agustus 2015 lantaran belum mengumumkan laporan keuangan per 31 Maret 2015. BEI pun memperhatikan keberlangsungan dari perusahaan tersebut. (ang/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed