Follow detikFinance
Senin 28 Nov 2016, 11:27 WIB

Angkasa Pura I Catatkan Obligasi Rp 2,7 T di BEI

Yulida Medistiara - detikFinance
Angkasa Pura I Catatkan Obligasi Rp 2,7 T di BEI Foto: Yulida Medistiara
Jakarta - PT Angkasa Pura I mencatatkan obligasi I sebesar Rp 2,7 triliun dan sukuk ijarah I sebesar Rp 540 miliar. Penerbitan tersebut mengalami oversubscribed (permintaan berlebih) dari penawaran umum obligasi yang terjadi pada Oktober 2016 lalu.

Sebelumnya Angkasa Pura I menerbitkan Obligasi sebesar Rp 2,5 triliun dan Sukuk Ijarah I sebesar Rp 500 miliar. Akan tetapi, pada saat pencatatan perseroan mendapatkan permintaan berlebih sebesar Rp 200 miliar untuk obligasi dan Rp 40 miliar untuk sukuk Ijarah I.

"Alhamdulillah hasilnya kita dapatkan peluang obligasi Rp 2,7 triliun dan sukuk dapatkan Rp 540 miliar, ini memang kecil pada saat itu market lagi ramai. di mana ada 5 BUMN yang menerbitkan obligasinya di saat yang sama, kalau tidak salah sampai Rp 30-an triliun sehingga alhamdulillah obligasi kita berhasil laku di pasar," kata Direktur Keuangan & TI Angkasa Pura I Novrihandri, di Bursa Efek Indonesia sembari melakukan pembukaan perdagangan, Senin (28/11/2016).

Penerbitan obligasi dan sukuk ijarah ini untuk memperluas kapasitas bandara yang ada karena selama ini mengalami over capacity. Penerbitan obligasi dan sukuk ijarah ini merupakan bagian pendanaan eksternal yang diperkirakan mencapai Rp 25 triliun hingga tahun 2020.

"Kami sebagai pengelola airport punya hal dan tantangan yang harus kita selesaikan yaitu soal urusan lack of capacity dan layanan kita. Untuk itu kami berusaha untuk memperbaiki semua keterbatasan lahan kami dengan cara menerbitkan obligasi," kata Novrihandri.

Pembangunan dan pengembangan bandara ini juga ditujukan untuk mengimbangi laju pertumbuhan penumpang pesawat udara yang pada akhirnya akan mendorong peningkatan kinerja operasional dan finansial perusahaan.

Novrihandri menjelaskan, pendanaan eksternal itu diperlukan untuk pembangunan dan pengembangan lima bandara, yaitu Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Baru Yogyakarta, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makasar.

"Pendanaan eksternal ini diperlukan oleh AP I untuk pembangunan dan pengembangan 5 bandara, yaitu Bandara Ahmad Yani Semarang yang membutuhkan investasi Rp 2,1 triliun dan ditargetkan beroperasi pada 2018, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin (Rp 2,3 triliun/2019), Bandara Baru Yogyakarta (Rp 9,3 triliun/2020), Terminal 3 Bandara Juanda Surabaya (Rp 9,1 triliun/2020), dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar (Rp 3,6 triliun/2020) serta investasi rutin," kata Novrihandri.

Obligasi dan sukuk ijarah diterbitkan dalam tiga seri, di mana Seri A berjangka waktu 5 tahun dengan bunga tetap 8,10% per tahun, Seri B dengan bunga tetap 8,40% per tahun, dan Seri C dengan bunga tetap 8,55% per tahun.

Sebelumnya obligasi dan sukuk bunga itu telah diperingkat oleh Pefindo dengan rating triple A dan outlook stable. Dalam aksi korporasi ini, API telah menunjuk Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Bahana Sekuritas, dan BCA Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter) dan Bank Mega sebagai wali amanat.

Novrihandri menyebut tahun 2017 AP I akan mengoptimalkan sumber dana eksternal dari penerbitan obligasi dan sukuk, serta pinjaman dari lembaga keuangan bank dan non bank untuk membiayai capital expenditure. (dna/dna)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed