Follow detikFinance
Senin 17 Jul 2017, 17:11 WIB

Jurang Si Kaya dan Si Miskin Masih Lebar, Ini Penjelasan Darmin

Hendra Kusuma - detikFinance
Jurang Si Kaya dan Si Miskin Masih Lebar, Ini Penjelasan Darmin Foto: Ari Saputra
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh gini ratio per Maret 2017 sebesar 0,393 realisasi tersebut stagnan dibandingkan gini ratio pada September 2016 yang mencapai 0,394 atau turun tipis 0,001 poin.

Menanggapi itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmi Nasution mengatakan, tipisnya penurunan gini rasio memang dikarenakan banyak faktor yang menjadikannya sulit untuk ditekan.

"Ya praktis enggak turun tapi enggak naik juga, apa namanya memang yang namanya pemerataan itu usaha yang tidak mudah, itu perubahan itu kalau terjadi itu kecil-kecil, bahwa dia tidak memburuk kita harus syukuri," kata Darmin di Gedung DPR, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Gini rasio yang tidak turun tinggi juga dipengaruhi beberapa hal, seperti musim hujan yang mengganggu musim panen, serta dapat meningkatkan harga komoditi.

Meski turun tipis, Mantan Dirjen Pajak ini memastikan, dirinya tidak khawatir dengan tingkat ketimpangan pengeluaran RI per Maret 2017 yang mengalami penurunan 0,001 poin menjadi 0,393 terhadap PDB.

"Februari itu masih hujan, tapi Maret itu sebenarnya sedikit, jadi enggak saya enggak merasa risau yang penting tidak naik, memang harus dibaca lebih teliti, saya tidak berani bilang persisnya apa saja, tapi itu boleh jadi ada kaitannya dengan harga komoditi pangan yang musim hujan banyak yang meningkat, tapi buat saja itu ya enggak naik," tukas dia. (mkj/mkj)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed