Follow detikFinance
Senin 17 Jul 2017, 15:43 WIB

Pelanggaran Pekerja China di RI: Tak Punya Izin Hingga Visa Kerja

Citra Fitri Mardiana - detikFinance
Pelanggaran Pekerja China di RI: Tak Punya Izin Hingga Visa Kerja Ilustrasi Foto: Raja Adil Siregar/detikcom
Jakarta - Jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China paling tinggi di Indonesia. Para pekerja asal negeri Tirai Bambu ini pun tak luput dari pelanggaran.

Kepala Sub Direktorat Analisis dan Perizinan Tenaga Kerja Asing Kementerian Ketenagakerjaan Nurhayati Ningsih mengatakan, pelanggaran yang paling banyak dilakukan TKA asal China yakni terkait perizinan.

"Paling banyak karena IMTA-nya (Izin Menggunakan Tenaga Kerja Asing) belum keluar. Dia bukan menggunakan visa bekerja," ungkapnya saat dijumpai di hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (17/7/2017).

Selain itu, jenis pelanggaran lain yang banyak ditemukan misalnya terdapat perbedaan pada jenis jabatan pekerjaan di surat izin dengan pekerjaan yang dilakoni.

"Misalkan ada yang bekerja tidak sesuai dengan jabatannya akan dilakukan. Tidak ada izin kerja dan lokasi kerja tidak ada," ujarnya.

Nantinya TKA yang melanggar akan diberi teguran untuk memperbaiki dan tidak melakukan pelanggaran yang sama. Namun jika teguran diabaikan maka sanksi selanjutnya siap menanti, hingga yang terberat berupa deportasi.

Namun untuk mendeportasi, kewenangan tersebut tidak berada di Kementerian Tenaga Kerja melainkan berada di Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

"Kalau tidak diindahkan juga ya proses. Kami kan tidak bisa deportasi, biasanya harus ada rekomendasi dari kementerian. Ke imigrasi untuk melakukan deportasi," ujarnya. (ang/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed