Follow detikFinance
Jumat 19 May 2017, 16:55 WIB

RI Menunggu Investment Grade Sejak 2012

Maikel Jefriando - detikFinance
RI Menunggu Investment Grade Sejak 2012 Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Penantian panjang Indonesia untuk mendapatkan status investment grade akhirnya berbuah manis. Standard and Poor's (S&P) melengkapi peringkat yang sebelumnya juga telah disampaikan Moody's Investment Service dan Fitch's Rating Agency.

S&P baru saja menaikkan peringkat utang Indonesia BB+ menjadi BBB- yang berarti Indonesia masuk dalam kategori investment grade.

Penantian ini memang sangat panjang, yaitu sejak 2012, melewati dua pemerintahan, yaitu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Long but worth to wait. Yang penting ending-nya upgrade," ungkap Josua Pardede, Ekonom PT Bank Permata Tbk, kepada detikFinance, Jumat (19/5/2017).

Josua menuturkan, faktor yang sangat mendorong adalah penciptaan kredibilitas dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (ABN). Belanja negara dipangkas dengan sangat signifikan sejak pertengahan tahun lalu agar defisit bisa terjaga. Dari sisi lain ada program pengampunan pajak atau tax amnesty yang mendorong penerimaan negara.

Padahal sebelumnya pemerintah Indonesia diproyeksikan berada dalam posisi yang sulit. Akibat penerimaan pajak yang diperkirakan realisasinya jauh dari target.

"Dengan rating upgrade ini, diharapkan investasi akan semakin meningkat lagi baik di investasi portofolio dan FDI. Dan dalam jangka panjang, investasi diharapkan menjadi pendorong utama ekonomi Indonesia sedemikian sehingga pertumbuhan ekonomi akan jauh lebih sustain," paparnya. (mkj/dnl)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed