Follow detikFinance
Kamis 18 May 2017, 11:19 WIB

Merantau ke Jakarta, Pria Ini Rogoh Rp 15 Juta Bisnis Obat Kuat

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Merantau ke Jakarta, Pria Ini Rogoh Rp 15 Juta Bisnis Obat Kuat Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Jakarta - Seorang pria duduk santai di depan gerobak dagangan sekitar jalan Matraman-Jatinegara. Gerobak itu bukan dipakai menjual makanan atau minuman, melainkan menjual obat kuat.

Pemiliknya bernama Abay, pria rantau asal Sumatera Barat mengadu nasib ke Jakarta. Ditemui detikFinance, Abay bercerita telah tujuh tahun berjualan obat kuat. Abay mengaku terjun ke bisnis malam itu karena diajak teman di kampung halamannya.

"Dulu saya cuma diajak-ajak sama teman saja. Memang ingin pergi ke Jakarta, dan teman juga dagang begini. Jadi saya direkomendasiin buat jualan, terus dikenalin sama pemasok (obat kuat)," ungkap Abay malam itu di depan gerobaknya, Selasa (16/5/2017).

Dengan modal sekitar Rp 15 juta kala itu, Abay pun mencoba peruntungan jualan obat kuat. Merasa hasil dagangannya cukup untuk kebutuhan hidupnya, ia pun betah melakoni bisnisnya sampai sekarang.

"Lumayan (modalnya), sekitar Rp 15 juta. Termasuk gerobak kan mahal udah berapa juta, belum obatnya," cerita Abay.

[Gambas:Video 20detik]


Walau pendapatan sebagai pedagang kerap tak menentu, Abay mengaku dalam semalam rata-rata bisa mengantongi omzet hingga Rp 400 ribu. Tapi kalau sedang sepi, paling-paling ia cuma dapat pemasukan Rp 100 ribu.

Di luar itu semua, Abay mengaku puas dengan penghasilan yang didapatnya.

"Enggak tentu (pemasukannya) namanya juga rezeki orang dagang, kita jalani saja," ujar Abay.

Pedagang obat kuat lainnya yang biasa dipanggil Ipul, yang juga dari Sumatera Barat, mengaku terjun ke bisnis obat kuat setelah ikut kakak merantau ke Jakarta mencari kerja. Tapi, karena tak juga mendapat kerja, ia akhirnya membuka bisnis tersebut

Merantau ke Jakarta, Pria Ini Rogoh Rp 15 Juta Bisnis Obat KuatFoto: Fadhly Fauzi Rachman

Ipul mengatakan tak mau lama-lama melakoni bisnis obat kuat. Saat ini ia berjualan untuk mengumpulkan uang, hingga dirinya mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

"Ya setiap hari begini saja, jaga di depan gerobak nunggu pembeli. Tunggu sampai duitnya kumpul dulu baru cari kerja lain," kata Ipul sambil tertawa.

(ang/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed