Follow detikFinance
Jumat 12 May 2017, 19:25 WIB

7.672 Ton Bawang Putih Masuk ke Jakarta Hingga Surabaya Bulan Ini

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
7.672 Ton Bawang Putih Masuk ke Jakarta Hingga Surabaya Bulan Ini Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Jakarta - Pasokan bawang putih dalam jumlah besar akan masuk ke sejumlah pasar di beberapa kota untuk mengamankan stok selama Ramadan dan Lebaran. Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita, menuturkan pemerintah bakal menyuplai kebutuhan bawang putih selama bulan ini sebanyak 7.672 ton.

Langkah ini diambil untuk menekan harga bawang putih kembali ke Rp 38.000/kg.

"Mei ini ada 7.672 ton lagi yang akan masuk, terutama di Jakarta, kemudian di Surabaya, dan beberapa kota besar lainnya. Dengan harga jual bervariasi, dari 20.000 ada sebagian bawang putih dari India, sampai dengan 35.000 variasinya," terang Enggartiasto usai sidak di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (12/5/2017).

Baca juga: Mendag Siapkan Jurus Baru Atur Impor Bawang Putih

Kemudian pada bulan Juni mendatang, kata Enggar, pihaknya juga akan kembali memasok bawang putih dengan jumlah yang besar, untuk bisa mengisi kebutuhan saat Ramadan. Enggar meminta para importir bawang putih untuk dapat berkonsolidasi, dalam memberikan harga jual yang murah.

"Jadi bagi para importir yang memiliki stok bawang putih, sebaiknya segera melepas, karena segera pasar akan dibanjiri dengan bawang putih, dengan harga yang murah. Jadi saya tidak akan memberikan toleransi mengenai permainan harga. Kalau kita lihat ada upaya-upaya penimbunan, maka kepada mereka, Satgas (satuan tugas) pangan dan dari Kepolisian akan mengambil tindakan hukum. Ini yang akan kita lakukan," tegas pria yang akrab disapa Enggar itu.

Baca juga: Mendag Siapkan Jurus Baru Atur Impor Bawang Putih

Menurut Enggar, sejumlah pedagang di Pasar Induk Kramat Jati masih ada yang menjual harga bawang putih di atas Rp 38.000/kg. Ia masih memaklumi fakta tersebut, sebab para pedagang masih memiliki stok bawang yang sebelumnya dibeli dengan harga tinggi.

"Dia (pedagang) itu punya stok yang lama, kita toleransi. Tetapi dia tidak akan lama jual. Karena bagaimana dia jual sendiri dengan harga mahal, tapi semua yang lain jual dengan harga murah. Dia pasti enggak akan laku," tutur Enggar (hns/hns)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed