Follow detikFinance
Senin 08 May 2017, 10:39 WIB

BI: Bayar Non Tunai Kurangi Kemacetan di Gerbang Tol

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
BI: Bayar Non Tunai Kurangi Kemacetan di Gerbang Tol Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pembayaran tol non tunai yang akan berlaku pada Oktober mendatang, dinilai bisa mengurangi kemacetan di gerbang. Bank Indonesia (BI) sebagai mengungkapkan gerakan non tunai ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan meningkatkan layanan publik.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng mengatakan elektronifikasi pembayaran jalan tol merupakan bagian dari gerakan nasional non tunai (GNNT) yang dicanangkan bank sentral.

"Kegiatan elektronifikasi pembayaran ini dilakukan dengan menerapkan model bisnis yang mempertimbangkan investasi yang telah dilakukan serta kondusif bagi pertumbuhan industri," ujar Sugeng kepada detikFinance, Senin (8/5/2017)

Dia menyebutkan, kegiatan ini akan menggunakan konsep layanan uang elektronik yang interoperabilitas dan interkoneksi berdasarkan pengaturan yang dituangkan dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) terkait dengan gerbang pembayaran nasional atau national payment gateway (NPG).

Dia mengatakan, elektronifikasi tol tetap menggunakan infrastruktur pembaca kartu atau reader yang sudah ada. Sehingga tidak ada investasi besar yang dilakukan. Penggantian alat hanya dilakukan pada Secure Access Module (SAM), yang menjadi SAM Multiapplet. "Sehingga gerbang tol bisa membaca uang elektronik yang saat ini sudah ada," ujarnya.

Presiden Direktur Bank Central Asia, Jahja Setiaatmadja mengaku siap jika diminta untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Dia menambahkan, ingin masuk ke seluruh ruas tol. Namun semuanya tergantung dengan pihak yang mengajak bank yakni Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

"Kalau boleh di semua tol, tapi itu tergantung yang ajak kita bagaimana kondisinya, sejauh ini belum ada pembicaraan, tapi juga harus diberi waktu untuk penyesuaian oleh Bank Mandiri karena mereka yang mengoperasikan saat ini," ujar dia saat dihubungi detikFinance.

Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib mengungkapkan pihaknya menyambut baik rencana penerapan pembayaran non tunai di jalan tol.

Dia menyebutkan, saat ini Mega Cash sudah menjadi alat pembayaran non tunai di tol reformasi di Makassar. "Ke depan, kami akan terus melakukan penjajakan untuk berpartisipasi di jalan tol lainnya dengan mempertimbangkan aspek bisnis yang saling menguntungkan," kata Kostaman.

Saat ini non bank milik negara (BUMN) yang memiliki uang elektronik berbasis kartu antara lain, Bank DKI dengan produk JakCard, BCA dengan Flazz, Bank Mega dengan produk MegaCash, Bank Nobu dengan NOBU e-money.

Kemudian untuk bank BUMN ada e-money dari Bank Mandiri, TapCash dari Bank Negara Indonesia (BNI), Brizzi dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Blink dari Bank Tabungan Negara (BTN) yang melakukan co branding dengan Bank Mandiri.

Berdasarkan data statistik sistem pembayaran BI, jumlah uang elektronik yang beredar hingga Maret 2017 mencapai 56,05 juta kartu. Untuk volume transaksi hingga maret mencapai 180 juta transaksi dengan nilai sekitar Rp 2,23 triliun. Mesin pembaca yang beredar per maret tercatat 394,031 unit. (ang/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed