Follow detikFinance
Selasa 18 Apr 2017, 20:15 WIB

'Kota di Tengah Laut' Lenyap, Banyak Ikan Besar di Dekat Pantai

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Kota di Tengah Laut Lenyap, Banyak Ikan Besar di Dekat Pantai Foto: Dok. KKP
Jakarta - Upaya pemerintah dalam memberantas illegal fishing selama kurun waktu kurang dari tiga tahun terakhir membuat nelayan lebih mudah menangkap ikan saat ini. Termasuk upaya melarang semua aktivitas transhipment atau bongkar muat ikan di tengah laut dan penangkapan ikan oleh kapal asing.

"Potensi perikanan Indonesia meningkat, sejak diberlakukannya moratorium kapal asing, pemberantasan IUU fishing yang masif serta pelarangan alat penangkapan ikan yang merusak lingkungan. Hal ini juga berkontribusi meningkatkan hasil tangkapan nelayan," kata Dirjen Perikanan Tangkap, Sjarief Widjaja di kantornya, Jakarta, Selasa (18/4/2017).

Aktivitas 'kota di tengah laut' yang sempat marak terjadi di kawasan laut Merauke termasuk Laut Arafura, Papua juga sudah sangat jauh berkurang. Hal ini turut membuat nelayan kini tak perlu lagi menangkap hingga ke tengah laut.

"Ikan tidak hanya ada di tengah Iaut, bahkan sudah ke pinggir karena dampak kebijakan KKP tentang keberlanjutan sumber daya ikan. Pelabuhan-pelabuhan perikanan kita sudah memberikan laporan rutin tiap pagi, ikan-ikannya besar, harganya juga semakin baik," kata dia.

Saat ini KKP juga tengah fokus memberikan pelatihan kepada nelayan-nelayan kecil agar mampu mengoperasikan kapal dan alat penangkapan ikan bantuan yang diberikan oleh KKP.

"Nantinya kapal-kapal tersebut akan mengisi perairan Indonesia, perairan kita harus ditutup dengan kapal-kapal Indonesia untuk mengatasi illegal fishing dan juga menjaga perbatasan. Sabang, Natuna, Arafura dan Merauke, Saumlaki, Sebatik, dan titik lainnya akan diisi oleh kapal-kapal BUMN Perikanan," tandasnya. (ang/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed