Follow detikFinance
Selasa 18 Apr 2017, 19:23 WIB

KKP Tangkap 42 Kapal Pencuri Ikan Hingga Akhir Maret

Yulida Medistiara - detikFinance
KKP Tangkap 42 Kapal Pencuri Ikan Hingga Akhir Maret Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Dalam tiga bulan terakhir, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menangkap 42 kapal pencuri ikan atau illegal fishing. Jumlah tersebut meningkat dari tahun lalu di periode yang sama sebanyak 32 kapal.

"Selama tiga bulan kami sudah bisa menangkap 42 kapal, itu naik kalau dibandingkan tahun lalu triwulan pertama 32 kapal illegal fishing," kata Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Eko Djalmo Asmadi, usai rapat di Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Selasa (18/4/2017).

Dari 42 kapal tersebut KKP paling banyak menangkap kapal illegal fishing dari Vietnam, serta 4 kapal yang berasal dari Malaysia, dan 4 kapal dari Filipina. Pencurian kapal ikan ini paling banyak menggunakan pintu masuk dari Indonesia bagian utara.

"Kebanyakan kapal-kapal Vietnam itu kita tangkap di Natuna, kalau yang Filipina itu kita tangkap sebelah utaranya Bitung, utaranya Pulau Sangir. Kalau Kapal Malaysia justru banyak kami tangkap di Selat Malaka," ujarnya.

Ia mengungkap cerita lucu dibalik penamgkapan ini, menurutnya para anak buah kapal atau ABK yang ditangkap dalam aksi illegal fishing ini berasal dari Indonesia, sementara warga Malaysianya tidak ada padahal kapalnya berbendera Malaysia.

"Yang lucunya, kapal yang Malaysia itu ABKnya tidak ada orang Malaysia, tapi orang Indonesia. Kapalnya berbendera Malaysia. Jadi pintu masuk itu karena banyak ABKnya orang Indonesia dan orang Myanmar, orang Malaysianya sendiri itu tidak ada," ungkapnya.

Untuk mencegah peristiwa ini kembali terjadi, KKP menyebut bagi kapal yang tertangkap akan diproses hukum pengadilan. Apabila diputuskan ditenggelamkan, maka akan diberikan hukuman tersebut untuk membuat efek jera.

"Walaupun illegal fishing, oleh Ibu Susi ini digenjot terus supaya memiliki efek jera, tapi nyatanya masih banyak juga yang mau mencuri di Natuna dan laut Sulawesi itu," ujarnya.

Saat ini KKP menyiapkan 35 kapal patroli untuk menjaga perbatasan Indonesia. Kapal tersebut terbagi dari beberapa titik di wilayah perbatasan Utara Indonesia.

"Dari KKP sekarang kita menambah kapal-kapal kita di sisi utara. Kapal patroli kurang lebih sekarang ada 35 kapal," ujarnya. (ang/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed