Follow detikFinance
Selasa 16 May 2017, 09:30 WIB

Ini Rel Mati Peninggalan Belanda yang Diaktifkan Jokowi Hingga 2019

Muhammad Idris - detikFinance
Ini Rel Mati Peninggalan Belanda yang Diaktifkan Jokowi Hingga 2019 Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana mengaktifkan kembali jalur-jalur rel kereta api peninggalan kolonial Belanda di Jawa dan Sumatera. Dari total sekitar 6.500 kilometer (km) rel di era Hindia Belanda, ada sekitar 2.500 km yang berstatus mati. Bahkan beberapa rel besi saat ini cukup terbengkalai dan beberapa bagian sudah hilang.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Prasetyo Boeditjahjono, menjelaskan tak semua rel-rel tersebut bisa direaktivasi lantaran keterbatasan anggaran. Pihaknya memiliki prioritas rute rel kereta yang bisa diaktivkan kembali sampai tahun 2019.

"Reaktivasi prinsipnya jalur kerta api yag kita buat mulai zaman dulu itu sampai sekarang, kita tahu semua bahwa banyak yang tidak aktif. Artinya tidak dioperasikan, Banyangkan saja tadinya 6.500 kilometer sekian sekarang yang diperasikan 4.000 sekian, jadi yang beroperasi itu sekitar 70%," terang Prasetyo kepada detikFinance, di kantor Kemenhub, Jakarta, Senin (15/5/2017).

Berdasarkan Rencana Strategis Kementerian Perhubungan 2015-2019, rel-rel mati peninggalan Belanda yang dioperasikan kembali sampai 2019 yakni untuk Sumatera reaktivasi jalur Pariaman-Naras, Naras-Sungai Limau, Padangpanjang-Bukittinggi-Payakumbuh, Muarokalaban-Muaro, dan Tanjung Karang-Pelabuhan Panjang.

Sementara untuk Pulau Jawa, rel kereta mati yang ditargetkan aktif kembali sampai 2019 antara lain Cilegon-Anyer Kidul, Rangkasbitung-Labuan-Suketi, Rancaekek-Tanjungsari, Cirebon-Kadipaten, Pangandaran-Cijulang, Wonosobo-Purwokerto, Kedungjati-Tuntang, Semarang Tawang-Tanjung Emas, dan Yogyakarta-Magelang.

Sementara beberapa ruas rel mati lain yang diaktivasi di Jawa lainnya sampai 2019 yakni Jombang-Bebet-Tuban, Kalisat-Panarukan, dan aktivasi rel trem Wonokromo-Kalimas di Surabaya.

"Contoh yang konkret reaktivasi Stasiun Tawang Semarang ke Pelabuhan Tanjung Emas ini cuma 3 km, tapi ini strategis langsung ke pelabuhan, kenapa tidak dioperasikan, makanya ini kita operasikan. Mudah-mudahan 2017 ini bisa dioperasikan. Contoh kedua, dari Utara Binjai-Besitang diaktivasi, tadinya kenapa sih tidak diaktifkan. Padahal ini sangat strategis sampai ke perbatasan Sumatera Utara dan Aceh," ujarnya.

Sementara di Sumatera Barat, aktivasi rel mati peninggalan Belanda dilakukan untuk menarik geliat pariwisata di Bumi Rendang tersebut seperti jalur Pandangpanjang-Bukittinggi-Payakumbuh yang berada di pegunungan.

"Sumatera Barat Padang Panjang-Bukittinggi itu daerah wisata, hanya 20 km kenapa sih tidak diaktivasi, terus perbatasan Sumatera Barat sampai ke Riau, terus Riau ke Sumatera Utara juga ada," ungkap Prasetyo. (idr/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed