detikfinance

Duh! BPK Temukan Potensi Kerugian Negara Rp 13,25 Triliun

Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Selasa, 03/04/2012 11:26 WIB
//images.detik.com/content/2012/04/03/4/Gedung-dalam.jpg
Jakarta -Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sepanjang semester II-2011 menemukan adanya 4.941 kasus ketidakpatuhan penggunaan anggaran yang berpotensi merugikan negara Rp 13,25 triliun.

Hal ini disampaikan oleh Ketua BPK Hadi Poernomo dalam pembacaan Ikhtisar Hasil Laporan Semester II-2012 di sidang paripurna DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/4/2012).

"Diantaranya 4.941 kasus senilai Rp 13,25 triliun merupakan temuan ketidakpatuhan yang mengakibatkan kerugian, potensi rugi, dan kekurangan penerimaan," jelas Hadi.

Dia menyatakan, dari temuan tersebut, telah ditindaklanjuti oleh entitas yang diperiksa dengan penyetoran ke kas negara/daerah/perusahaan senilai Rp 81,71 triliun.

Hadi menyatakan, sepanjang semester II-2011, BPK terlah melakukan pemeriksaan terhadap seluruh laporan keuangan pemerintah pusat dan daerah. Selain itu laporan keuangan BUMN juga diperiksa oleh BPK. Belum dijelaskan BPK potensi kerugian negara tersebut terdapat di kementerian/lembaga negara yang mana.


(dnl/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut