detikfinance

Industri Batubara Kinclong, ABM Investama Raup Laba Rp 415,74 Miliar

Metta Pranata - detikfinance
Jumat, 30/03/2012 13:15 WIB
//images.detik.com/content/2012/03/30/6/ptba-1-dalam.jpg Ilustrasi Foto: dok detikFinance
Jakarta -PT ABM Investama Tbk (ABMM) berhasil mencatat lonjakan laba bersih 226,52 % menjadi Rp 415,74 miliar per 31 Desember 2011.

Lonjakan laba didukung oleh peningkatan penjualan sebesar 47,70% atau Rp 6,63 triliun, dibandingkan pencapaian pada tahun 2010 sebesar Rp 4,49 triliun. Dengan demikian, harga per lembar saham pun naik menjadi Rp 175 dari sebelumnya Rp 54.

“Hal ini tercapai berkat peningkatan marjin laba bersih di seluruh lini operasi sebesar 6,27%. Ini hasil dari model bisnis terintegrasi tambang batu bara yang ditopang oleh segmen jasa kontraktor tambang, penyedia jasa kelistrikan, logistik terintegrasi, dan jasa engineering,” papar Presiden Direktur ABM, Andi Djajanegara dalam keterangan tertulis (30/3/2012).

Segmen kontraktor pertambangan memberikan kontribusi pendapatan terbesar yakni Rp 2,955 triliun atau 44% dari total pendapatan konsolidasi ABM. Kuatnya posisi kas Perseroan membuat ABM yakin untuk melakukan ekspansi usaha dan investasi strategis di 2012.

"ABM menargetkan volume produksi dan penjualan pertambangan batubara mencapai 5,5 juta ton di tahun 2012 atau tumbuh 152% dari volume di 2011 yang sebesar 2,18 juta ton. Sementara segmen kontraktor pertambangan ditargetkan untuk tumbuh 20-25% tahun ini," tutup Andi.

(ang/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut