detikfinance

Saham Perdana Megapolitan Development Melorot 14%

Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Rabu, 12/01/2011 12:15 WIB
//images.detik.com/content/2011/01/12/6/MD-luar-whery-.jpg Foto: Whery/detikFinance
Jakarta -Emiten baru yang baru saja mencatatkan saham perdana (listing), PT Megapolitan Development Tbk (EMDE) langsung turun dan berada pada posisi Rp 215 per lembar, meskipun sempat naik di level Rp 270 per lembar. Keputusan investor yang memperdagangkan saham EMDE, tidak terlepas dari belum pilihnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Menurut Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito, setiap saham IPO yang mulai listing, pergerakkannya pasti dipengaruhi oleh Indeks beberapa hari terakhir. Investor sebagian besar masih konsentrasi kepada saham-saham blue chip.

"Itu mekanisme pasar dan harga (perdana) IPO dipengaruhi beberapa hari terakhir. Blue chip tergerus, dan (investor) lagi fokus ke saham-saham itu," kata Eddy di kantornya, SCBD, Jakarta, Rabu (12/1/2011).

Pada listing perdana pukul 9.30, saham EMDE naik tipis 8%ke level Rp 270, dibandingkan harga pedana Rp 250. Namun, dalam tempo 10 menit berselang, saham Megapolitan langsung merosot menjadi Rp 230, dan terus turun di level Rp 215. Ini berarti terjadi penurunan 14%.

Sementara IHSG saat ini berada pada posisi 3.531,046 atau kembali pulih atau naik 2,23% dibanding penutupan satu hari sebelumnya. Eddy menambahkan, pergerakan indeks masih dipengaruhi oleh investor asing yang hati-hati dalam berinvestasi.

Dengan pola 'berjamaah', investor asing secara serempak keluar bursa saham Indonesia, dan kini mulai masuk secara perlahan. Namun hal ini tidak perlu dikhawatirkan, mengingat makro ekonomi Indonesia masih berada di level aman.

"Biasanya investor asing satu melakukan aksi, follower-nya banyak, ketika mau masuk. Kalau keluar, ikut berbarengan. Sedikit shock pada mulai Senin, 4-5%. Kita harus percata fundamental kita bagus," tegas Eddy.

(wep/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut