Berita Lain
-
Jumat, 27/01/2012 21:57 WIB
Deal! Pemerintah, Pengusaha dan Buruh Hasilkan 4 Kesepakatan -
Jumat, 27/01/2012 20:48 WIB
Dahlan Iskan Minta Dirut Pelindo Tidak Egois di Pelabuhan -
Jumat, 27/01/2012 20:38 WIB
Ssst! Rachmat Gobel Tuding Banyak Buruh Gadungan Ikut Demo -
Jumat, 27/01/2012 18:29 WIB
Jero Wacik Ingatkan Bupati Hati-hati Kasih Izin Pertambangan -
Jumat, 27/01/2012 17:48 WIB
Muhaimin: Perusahaan yang Tak Mampu Segera Ajukan Penangguhan -
Jumat, 27/01/2012 16:50 WIB
Orang Indonesia Jadi Bos Freeport, Negosiasi Harus Lebih Mudah
Indeks Berita
Rumor Saham
Pinjaman US$ 450 Juta KRAS Cair Februari
Proyek pembangunan pabrik blast furnace KRAS akan segera direalisasikan sejalan dengan adanya suntikan dana segar dari salah satu grup banking besar....
0 Komentar | Balas Tanggapan
Proyek pembangunan pabrik blast furnace KRAS akan segera direalisasikan sejalan dengan adanya suntikan dana segar dari salah satu grup banking besar....
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Korban Perampokan Ini Bangkit dan Sukses Berbisnis Alat Pertahanan
Mahasiswa ini pernah menjadi korban kejahatan di Jakarta, barang-barang dagangannya ludes dirampok. Tapi ia bangkit dan kini menuai sukses dari bisnis alat-alat keamanan.
Sosok Dan Peristiwa
Mantan Dirjen Pertambangan Jadi Bos Baru Freeport
PT Freeport Indonesia kini mempunyai presiden direktur baru yaitu Rozik B. Soetjipto yang menggantikan Armando Muhler. Siapakah dia?
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 1,512.000
-
Rp 347.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Jumat, 27-01-2012 15:05 WIB
Turuti SBY, Produsen Siap Pasang BBG di Mobil Baru Mulai 2014
Posted by: kaptenDF
Selasa, 17/08/2010 15:43 WIB
Agus Marto Harus Kerja Keras Naikkan Tax Ratio 0,1% di 2011
Ramdhania El Hida - detikFinance
Pertama, adanya pemberian stimulus pada perorangan dan industri. Hal ini ditujukan untuk menumbuhkan semangat rakyat Indonesia untuk berkarya. Namun, konsekuensinya tentu dapat menurunkan penerimaan pajak dari pajak penghasilan.
"Kalau seandainya pajak penghasilan itu kita turunkan, itu kan menurun penerimaan negara kan. Tetapi untuk masing-masing badan atau masing-masing perorangan itu mereka akan termotivasi karena merasa pemerintah membantu sehingga mereka lebih kaya. Menjadi lebih berada membuat mereka lebih ingin berusaha. Tentu itu akan membuat penerimaan negara itu menjadi turun," ujar Agus saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (17/8/2010).
Alasan kedua rendahnya kenaikan tax ratio di 2011 adalah pertumbuhan GDP Indonesia yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
"Yang kedua, GDP itu meningkat, Di 2011. Yang keliatan dari 11,9 menjadi 12%. Tapi di saat awal di tahun 2010 itu kan sebetulnya GDP kita di bilangan Rp 5000 triliun, gitu. Bayangkan sekarang di Juni saja Rp 6000. Itu kalau GDP meningkat otomatis persentasenya akan turun. Jadi betul-betul kita 12% itu usaha yang besar sekali," jelasnya.
Agus Marto menyatakan tax ratio Indonesia berbeda perhitungannya dengan negara lain sehingga terlihat lebih rendah. Pasalnya, pemerintah tidak memasukkan penerimaan pajak daerah sebagai penerimaan pajak nasional. Jika pajak daerah dimasukkan maka tax ratio Indonesia sudah mencapai 14%.
"Di negara tetangga kita itu pajak daerahnya dimasukkan dalam tax ratio. Nah, kalau kita masukkan pajak daerah di kita pun kira-kira 14%, kita punya tax ratio. Sistem perpajakan Indonesia ternyata dari mayoritas penerimaan pajak kita adalah kontribusi dari badan dan perorangan masih sedikit sekali," ujarnya.
Ke depannya, Agus Marto menyatakan pihaknya akan mempersiapkan pondasi yang lebih kuat untuk bisa meningkatkan penerimaan pajak melalui reformasi birokrasi.
"Kalau kita mencanangkan 12% sambil kita menyiapkan pondasi yang bagus, siap untuk kemudian institusi pajak semakin berkembang ke depan bisa meningkatkan pajak kita akan lakukan. Tetapi sekarang ini tahun 2010, 2011, kita perlu melakukan reformasi jilid dua untuk kita benar-benar memberikan kontribusi yang terbaik untuk negara," imbuh Agus.
(nia/qom)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar 0
Berita Terpopuler
-
Sabtu, 28/01/2012 09:58 WIB
Buruh Demo di Tol, Pengusaha Rugi Rp 100 Miliar Lebih -
Jumat, 27/01/2012 21:57 WIB
Deal! Pemerintah, Pengusaha dan Buruh Hasilkan 4 Kesepakatan -
Jumat, 27/01/2012 21:28 WIB
Dahlan Iskan Tersinggung, RI Harus Impor HP Termasuk Dus-nya -
Jumat, 27/01/2012 20:38 WIB
Ssst! Rachmat Gobel Tuding Banyak Buruh Gadungan Ikut Demo
Komentar Terpopuler
-
Sabtu, 28/01/2012 - 10:57
Deal! Pemerintah, Pengusaha dan Buruh Hasilkan 4 Kesepakatan -
Sabtu, 28/01/2012 - 11:00
Buruh Bekasi Tuntut Kenaikan Gaji Lagi Hingga Rp 2,4 Juta/Bulan -
Jumat, 27/01/2012 - 20:19
DPR Ancam Tutup Semua SPBU Petronas -
Sabtu, 28/01/2012 - 11:03
Pertamina Tuding Petronas Seperti Pedagang Kelontong -
Sabtu, 28/01/2012 - 10:27
Dahlan Iskan Tersinggung, RI Harus Impor HP Termasuk Dus-nya
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Recommended Reading








Sending your message


---125x125.gif)

