Berita Lain
-
Senin, 20/02/2012 07:09 WIB
8 Target Finansial Memasuki Usia 30 -
Jumat, 17/02/2012 07:15 WIB
18 Kebiasan Buruk yang Membuat Anda Susah Kaya -
Rabu, 15/02/2012 08:08 WIB
9 Pertanda Anda Terancam Bangkrut -
Selasa, 14/02/2012 07:24 WIB
Berbisnis pun Butuh Cinta -
Senin, 13/02/2012 07:01 WIB
5 Cara Mudah Menabung Tanpa Sadar -
Kamis, 09/02/2012 08:45 WIB
10 Tips Sukses Investasi Jangka Panjang
Indeks Berita
Rumor Saham
Mustika Ratu Bagi Dividen 40%?
PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) diprediksi akan mencatat peningkatan laba akhir tahun 40% seiring kesuksesannya menambah ekspor ke beberapa negara Timur....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Mahasiswa Ini Sukses Berbisnis Kuliner Aqiqah Beromset Ratusan Juta
Untuk menjadi pengusaha sukses dibidang kuliner ternyata tidak harus bisa atau jago masak. Contohnya yang dialami oleh Andi Nata yang merupakan Mahasiswa UI, yang sukses menekuni bisnis masakan aqiqah.
Sosok Dan Peristiwa
Miranda Goeltom Masih Asyik Ngisi Seminar
Tersangka kasus cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia Miranda S. Goeltom hingga hari ini masih asyik mengisi seminar-seminar ekonomi.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 603.000
-
Rp 870.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Rabu, 22-02-2012 16:42 WIB
SBY: Mau Tidak Mau Harga BBM Harus Naik
Posted by: kaptenDF
Selasa, 20/04/2010 11:50 WIB
5 Alasan Wanita Indonesia Belum Mandiri Secara Finansial
Nurul Qomariyah - detikFinance
Para wanita berbelanja (dok detikcom)
Padahal emansipasi wanita kini sudah menjadi hal yang tak terbantahkan lagi. Saat ini, semangat Kartini dicerminkan melalui peran wanita Indonesia dalam bentuk pergerakan hak dan keadilan yang diekspresikan di kehidupan ekonomi, sosial dan politik, namun untuk permasalahan keuangan, boleh dibilang para kaum hawa tidak memiliki kompetensi yang sepadan.
Hasil survey Citibank Indonesia dalam Citi Fin-Q (Financial Quotient) 2009 yang melibatkan responden wanita menunjukkan bahwa separuh wanita Indonesia tidak mempunyai rencana keuangan. Sebagian yang telah mempunyai rencanapun belum tentu melaksanakan rencana keuangannya.
Mengapa wanita Indonesia belum mandiri secara finansial? Berikut 5 alasan utama wanita belum mandiri secara finansial, seperti dikutip dari siaran pers Citibank, Selasa (20/4/2010).
1. Terbuai Asmara
Pada umumnya, saat memasuki jenjang pernikahan, wanita mempersilakan pria untuk bertanggung jawab soal keuangan. Banyak wanita yang diajarkan, bahkan bercita-cita untuk bergantung semata pada pasangannya. Kaum pria sering dianggap lebih memiliki kemampuan untuk memperoleh penghasilan dan bertahan dalam kondisi sulit (survive) sementara wanita tidak.
Dalam beberapa kebiasaan ataupun tradisi yang dianut di Indonesia, wanita dituntut untuk menurut saja pada suami dengan imbalan proteksi dari segi keuangan. Ketergantungan ini membuat wanita tidak siap jika pasangan mereka kehilangan pekerjaan, mengalami kecelakaan, atau meninggal dunia – sehingga menyebabkan seorang istri harus mengasuh dan membesarkan anak seorang diri.
Untuk itu hidup di zaman sekarang, wanita semakin dituntut untuk mandiri dan saling mendukung dalam kehidupan berkeluarga.
2. Terlalu Muda Untuk Menabung
Pada saat masih berusia muda, umumnya wanita tidak menaruh prioritas untuk menabung demi masa depan. Wanita lebih mementingkan pengeluaran untuk memperbaiki penampilan dan memperoleh hal-hal yang tidak dimilikinya saat masa kanak-kanak. Kecenderungan ini pada akhirnya menjurus pada kebiasaan belanja kompulsif. Dengan berjalannya waktu, jumlah pengeluaran semakin meningkat dan semakin sulit untuk menciptakan kebiasaan menabung.
Hal yang terbaik untuk mengajarkan nilai uang pada generasi muda adalah dengan memberikan kesempatan pada mereka untuk mulai bekerja selepas usia remaja dan membiasakan mengelola keuangan pribadi.
3. Tergoda Belanja dan Terlilit Utang
Iklan dan promosi untuk kecantikan, fashion dan kebutuhan rumah tangga semakin meningkatkan selera belanja wanita. Hal ini membuat para wanita merasa bahwa mereka memiliki kendali terhadap pengeluaran, tetapi sayangnya belanja kompulsif ini semakin menggali utang lebih dalam.
4. Terintimidasi Sukses
Walaupun tingkat penghasilan wanita cenderung lebih rendah daripada pria, kaum wanita terus memperjuangkannya di dunia kerja. Namun kesuksesan di dunia kerja dapat membawa keretakan pada hubungan rumah tangga.
Wanita yang memiliki penghasilan lebih tinggi dari pasangan, tangkas menangani pengeluaran dan mengendalikan uang rumah tangga sering dianggap agresif dan tidak feminin baik di mata laki-laki maupun sesama wanita. Untuk menjaga hubungan rumah tangga, terdapat sejumlah wanita yang merelakan hak finansialnya demi keutuhan keluarga.
5. Terdorong untuk Membantu Orang Lain
Wanita selalu mengutamakan suami, anak, orangtua, anggota keluarga bahkan orang-orang yang tidak mampu. Membantu orang lain memberikan rasa bermanfaat dan rasa senang karena telah berbuat baik pada orang lain. Terkadang wanita melupakan dirinya sendiri, sehingga pengeluaran untuk orang lain terus berjalan dan hal ini sangat berbahaya jika ia dan keluarga terlilit utang.
Untuk melanjutkan semangat Kartini guna menciptakan kemandirian wanita Indonesia, maka seyogyanya wanita memperhatikan pengelolaan keuangan. Perlu dilakukan skala prioritas dalam mengatur pengeluaran sehari-hari, sehingga sebisa mungkin mementingkan fungsi daripada sekedar gengsi.
Wanita juga perlu menanam kebiasaan menabung dan berinvestasi, menyiapkan dana darurat dan hidup seimbang dengan mementingkan kebutuhan pribadi dan keluarga.
Kemandirian finansial bukan sebatas tidak bergantung pada pasangan, tetapi juga memahami bahwa wanita dapat mengelola finansial secara mandiri.
Selamat Hari Kartini!
(qom/qom)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar 0
Berita Terpopuler
-
Kamis, 23/02/2012 10:45 WIB
Harga BBM Naik Rp 1.500, Pemerintah Hemat Rp 57 Triliun -
Kamis, 23/02/2012 10:42 WIB
Wah! Dalam 2 Bulan Sudah Ada 39 PNS Pajak Kena Hukuman -
Kamis, 23/02/2012 11:41 WIB
BI: BBM Naik Rp 1.500, Inflasi Bisa di Atas 5,5% -
Kamis, 23/02/2012 11:48 WIB
Borong OWK Rp 1 Triliun, Dian Swastatika Calon Pemegang Saham Smartfren -
Kamis, 23/02/2012 10:25 WIB
Golkar Dukung SBY Naikkan Harga BBM, PDIP Tolak
Komentar Terpopuler
-
Rabu, 22/02/2012 - 13:45
Ini Dia Daftar Gaji Baru PNS, Anggota TNI & Polri -
Kamis, 23/02/2012 - 11:27
Jero: Kenaikan Harga BBM Muncul dari Aspirasi Masyarakat -
Kamis, 23/02/2012 - 11:25
Siap-siap! Pemerintah Usulkan Harga BBM Naik Rp 500-1.500 -
Rabu, 22/02/2012 - 18:26
Bensin Premium Harusnya Naik Jadi Rp 6.500/Liter -
Kamis, 23/02/2012 - 11:14
Kwik Kian Gie: Utang Indonesia Rp 1.800 Triliun Hasil Nipu
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com







Sending your message


---125x125.gif)

