Berita Lain
-
Rabu, 08/02/2012 12:02 WIB
SBY Rapat Terbatas Bahas Kinerja BUMN -
Rabu, 08/02/2012 12:01 WIB
Dirut: 2011 Tahun Terburuk dalam Hidup Merpati -
Rabu, 08/02/2012 11:59 WIB
Pemprov DKI akan Lakukan Pemutihan Izin Ribuan Minimarket Ilegal -
Rabu, 08/02/2012 11:43 WIB
Mau Naik Jabatan, PNS Harus Bebas Korupsi -
Rabu, 08/02/2012 11:40 WIB
Dirut Merpati: Dahlan Iskan Tak Izinkan Saya Mundur -
Rabu, 08/02/2012 11:29 WIB
Pemprov DKI Hanya Tutup 9 Minimarket Ilegal di 2011
Indeks Berita
Rumor Saham
Zafrina Development Tambah Kepemilikan di LMPI?
Berkembang kabar di pasar salah satu pemegang saham mayoritas PT Langgeng Makmur Plastic Tbk (LMPI) yakni Zafrina Development Ltd. akan menambah....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bos Coffee Toffee Ini Kembali Bangkit Setelah Kena Tipu
Sebagian orang mungkin sudah tak asing dengan pemilik Coffee Toffee Odi Anindito. Dibalik kesuksesannya saat ini membangun gerainya, Odi ternyata pernah tertipu dan kemudian bangkit lagi.
Sosok Dan Peristiwa
Wanita Cantik Ini Raup Rp 383 Miliar dari Start-Up dengan 14 Staf
Usianya belum 40 tahun, tapi wanita cantik ini akan segera masuk dalam jajaran orang muda kaya di Australia. Bisnisnya adalah merangkul orang-orang yang 'diabaikan' perusahaan besar.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 863.000
-
Rp 604.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Selasa, 07-02-2012 15:30 WIB
Ini Dia Profil Bos Yawadwipa, si Peminat Bank Mutiara
Posted by: kaptenDF
Rabu, 17/02/2010 18:18 WIB
Tarif Cukai Naik, Konsumsi Rokok Jalan Terus
Nurul Ulfah - detikFinance
Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Indonesia melakukan analisa terhadap dampak kenaikan cukai rokok yang ternyata tidak membawa pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengangguran di Indonesia. Menurut analisa lembaga demografi FEUI, kenaikan cukai sebesar 10 persen hanya akan mengurangi konsumsi rokok 0,9 persen.
Hal tersebut disampaikan Dr Sonny Harry Harmadi, kepala Lembaga Demografi FEUI dalam acara Peningkatan Cukai Rokok: Antara Kepentingan Ekonomi dan Kesehatan di Hotel Sahid, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (17/2/2010).
"Jadi sebenarnya nggak ngaruh juga. Ibaratnya kalau tadinya kita biasa mengonsumsi 16 batang sehari maka dengan kenaikan cukai tembakau, konsumsinya menjadi 15,5 batang. Apalagi dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk dan golongan baru yang merokok," katanya.
Namun peningkatan cukai rokok menjadi 44 persen juga sebenarnya masih di bawah standar global yaitu 60 persen.
"Sebenarnya ini adalah win-win solution. Cukai dinaikkan artinya pendapatan negara bertambah tapi produsen rokok juga tidak akan dirugikan karena permintaan rokok tidak akan berkurang. Tapi setidaknya kita bisa bersikap adil pada orang miskin dan anak-anak," tutur Sonny.
Penerapan regulasi dan pengetatan kegiatan merokok menurut Sonny bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti membuat kawasan bebas rokok, larangan menyeluruh iklan rokok, peningkatan cukai tembakau, peringatan kesehatan bergambar pada bungkus rokok dan yang terbaru adalah pencabutan jamkesmas untuk orang miskin yang merokok.
Namun sayangnya pemerintah Indonesia masih kesusahan menerapkan itu semua, contohnya saja untuk penerapan gambar peringatan kesehatan pada bungkus rokok yang belum diterapkan di Indonesia.
"Padahal rokok punya kita yang diekspor ke Malaysia saja sudah ditempeli gambar, tapi justru di Indonesia sendiri tidak. Meskipun kita membenci Malaysia, tapi harus diakui bahwa Malaysia lebih smart darpipada Indonesia.
Kekhawatiran beberapa pihak bahwa kenaikan harga rokok akan mengakibatkan pengangguran sebenarnya tidak beralasan karena jika cukai dinaikkan, Indonesia tetap akan mendapatkan nett positif.
"Ada sekitar 60 sektor yang akan meningkat dan hanya 6 sektor yang menurun. Jadi jangan terlalu ditakutkan bahwa banyak orang akan menganggur dan di PHK karena harga rokok dinaikkan," jelas Sonny.
Asal tahu saja, jumlah tenaga kerja Indonesia yang tercatat pada tahun 2007 adalah 98 juta. Dari jumlah tersebut, pekerja industri rokok hanya sekitar 316.000 orang atau sekitar 0,3 persen saja.
"Jadi industri rokok sebenarnya tidak bisa mengklaim bahwa sektor industrinya adalah penyerap tenaga kerja terbesar dan berperan dalam mengurangi pengangguran nasional karena jumlahnya sebenarnya tidak signifikan," jelas Sonny.
Memang 1 orang yang di PHK menyangkut kesejahteraan 1 nyawa manusia, tapi berapa juta kesejehteraan orang lainnya yang dikorbankan akibat rokok. "Ini hanyalah masalah political will saja," ujar Sonny.
Pakar hukum dan aktivis Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), Tubagus Haryo Karyanto mengatakan bahwa regulasi di Indonesia benar-benar payah dan hampir tidak ada manajemen yang baik.
"Lihat saja bagaimana perusahaan rokok bisa beriklan dengan bebas dan membiayai beasiswa S1, S2 atau kegiatan lainnya dengan mengatasnamakan CSR. Meskipun dalihnya adalah sebagai bentuk perwujudan tanggung jawab perusahaan tapi ujung-ujungnya tetap saja jualan rokok," tutur Tubagus.
(ir/qom)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar 0
Berita Terpopuler
-
Rabu, 08/02/2012 07:25 WIB
Bangun Jembatan Rp 100 Triliun, Tomy Winata Dekati BUMN China -
Rabu, 08/02/2012 11:40 WIB
Dirut Merpati: Dahlan Iskan Tak Izinkan Saya Mundur -
Rabu, 08/02/2012 09:41 WIB
Ekspor Ikan Hias di 2012 Masih Cantik -
Rabu, 08/02/2012 10:45 WIB
Wah! Pertamina Untung Rp 24,6 Triliun di 2011, Naik 40% -
Rabu, 08/02/2012 08:30 WIB
Tomy Winata Yakin Signature Tower Bisa 'Libas' Twin Tower Petronas
Komentar Terpopuler
-
Rabu, 08/02/2012 - 10:14
Wow! Utang RI Dekati Rp 2.000 Triliun di 2012 -
Rabu, 08/02/2012 - 08:50
Ini Dia Cara PNS Palsukan Biaya Perjalanan Dinas -
Rabu, 08/02/2012 - 10:08
SBY: Ada Jutaan Orang Tidur Tak Nyenyak karena Perut Lapar -
Rabu, 08/02/2012 - 09:25
JK: Paling Baik dan Paling Pintar Menaikkan Harga BBM -
Rabu, 01/02/2012 - 15:26
Muhaimin: Buruh Blokir Jalan, Polisi Ambil Tindakan Tegas
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Recommended Reading






Sending your message


---125x125.gif)

