Berita Lain
-
Sabtu, 04/02/2012 13:07 WIB
Ngumpetin Data Pajak, Bank Tertua Swiss Digugat AS -
Sabtu, 04/02/2012 12:14 WIB
Duh! Sekelas BPOM dan MUI Saja ada Pungli -
Sabtu, 04/02/2012 11:37 WIB
Tarif Tol Jagorawi-Cimanggis Ditetapkan Rp 3.500 -
Sabtu, 04/02/2012 10:58 WIB
Walah! Kenaikan Upah Minimum Jadi Kampanye Kepala Daerah -
Sabtu, 04/02/2012 10:42 WIB
Kenaikan Upah Jadi 'Lonceng Kematian' Pengusaha Kecil -
Sabtu, 04/02/2012 10:37 WIB
Upah Minimum Kecil Karena Industri Belum Bisa Efisien
Indeks Berita
Rumor Saham
Zafrina Development Tambah Kepemilikan di LMPI?
Berkembang kabar di pasar salah satu pemegang saham mayoritas PT Langgeng Makmur Plastic Tbk (LMPI) yakni Zafrina Development Ltd. akan menambah....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Korban Perampokan Ini Bangkit dan Sukses Berbisnis Alat Pertahanan
Mahasiswa ini pernah menjadi korban kejahatan di Jakarta, barang-barang dagangannya ludes dirampok. Tapi ia bangkit dan kini menuai sukses dari bisnis alat-alat keamanan.
Sosok Dan Peristiwa
Wanita Cantik Ini Raup Rp 383 Miliar dari Start-Up dengan 14 Staf
Usianya belum 40 tahun, tapi wanita cantik ini akan segera masuk dalam jajaran orang muda kaya di Australia. Bisnisnya adalah merangkul orang-orang yang 'diabaikan' perusahaan besar.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 603.000
-
Rp 862.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Jumat, 03-02-2012 15:20 WIB
Dahlan Iskan: Orang Manja & Cengeng Itu Bukan Pengusaha
Posted by: kaptenDF
Selasa, 09/02/2010 13:40 WIB
Pasar Ekspor RI Bergeser ke China, India, dan Korsel
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance
Foto: dok.detikFinance
"China, India, Korea Selatan dan negara lainnya mulai mendominasi pangsa pasar ekspor Indonesia, sementara pangsa pasar ekspor Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang mulai berkurang," kata Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar dalam jumpa pers Kinerja Ekspor dan Impor Januari-Desember 2009 di auditorium Kementerian Perdagangan, Jalan M.I Ridwan Rais No.5, Jakarta, Selasa (9/2/2010).
Ia mencontohkan untuk ekspor non migas pada tahun 2004, kontribusi Amerika Serikat mencapai 14,8 persen dari total ekspor non migas Indonesia, namun pada tahun 2009 turun menjadi 10,7 persen.
Begitupun untuk Uni Eropa, pada tahun 2004 ekspor non migas ke Uni Eropa mencapai 16,1 persen dari total ekspor non migas Indonesia, sementara pada tahun 2009 turun menjadi 13,9 persen. Sementara Jepang turun dari 15 persen di 2004 menjadi 12,3 persen di 2009.
"Pada 2004, ekspor non migas Indonesia ke Cina hanya 6,1 persen sekarang naik menjadi 9,1 persen di 2009 dan ke India naik dari 3,8 persen di 2004 menjadi 7,2 persen di 2009," papar dia.
Mahendra menyebutkan, selama tahun 2009 ekspor nonmigas Indonesia ke China mencapai US$ 8,9 miiar atau tumbuh sebesar 14,4 persen daripada tahun 2008.
Sedangkan ekspor ke India tercatat US$ 7,4 miliar atau tumbuh 4,1 persen dibanding tahun 2008 dan Korea Selatan mencapai US$ 5,2 miliar atau tumbuh 10,9 persen dibanding 2008.
"Namun ekspor Indonesia, masih terkonsentrasi pada 8 pasar tujuan ekspor dan negara-negara ASEAN merupakan pasar ekspor terbesar dimana lebih dari 20 persen ekspor Indonesia ditujukan ke wilayah ini," papar dia.
Pergeseran juga terjadi pada Negara asal impor di Indonesia. Jika pada tahun 2004 impor dari Amerika Serikat mencapai 19 persen turun menjadi 10,31 persen di 2009, sementara untuk impor dari Jepang di 2004 mencapai 19,26 persen turun menjadi 14,38 persen. Sedangkan nilai impor Uni Eropa cenderung stabil di kisaran 12 persen.
"Sedangkan China naik semula 7,9 persen di 2004 menjadi 19, 77 persen. Naiknya impor china telah disebabkan Impor dari negara lain berkurang," kata dia.
Mahendra menambahkan, pergeseran negara ekspor impor terjadi karena diversfikasi pasar telah dilakukan.
"Dengan adanya diversifikasi pasar, maka tumbuh pasar-pasar baru ini," tandasnya.
(epi/dnl)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar 0
Berita Terpopuler
-
Sabtu, 04/02/2012 14:03 WIB
SBY Kasih Aset ke 3 BUMN Perhubungan Rp 2,7 Triliun -
Sabtu, 04/02/2012 15:02 WIB
Tarif Listrik Naik 10%, PLN Bakal Raup Rp 8,9 Triliun -
Jumat, 03/02/2012 12:33 WIB
Wanita Cantik Ini Raup Rp 383 Miliar dari Start-Up dengan 14 Staf -
Rabu, 25/01/2012 12:52 WIB
Dahlan Iskan Siap Ganti Deputi Kementerian BUMN -
Sabtu, 04/02/2012 12:14 WIB
Duh! Sekelas BPOM dan MUI Saja ada Pungli
Komentar Terpopuler
-
Sabtu, 04/02/2012 - 09:19
Buruh Demo di Tol, Pengusaha Rugi Rp 100 Miliar Lebih -
Jumat, 03/02/2012 - 22:17
Ini Dia Cara PNS Palsukan Biaya Perjalanan Dinas -
Sabtu, 04/02/2012 - 14:26
Sofjan Wanandi Curhat Soal Demo Buruh di Ultah Apindo -
Sabtu, 04/02/2012 - 11:30
JK: Paling Baik dan Paling Pintar Menaikkan Harga BBM -
Selasa, 31/01/2012 - 16:28
Pemerintah 'Pancing' DPR Naikkan BBM Rp 500-1.500/Liter
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com






Sending your message


---125x125.gif)

