Berita Lain
-
Selasa, 07/02/2012 16:10 WIB
Tunggu Penyelesaian Krisis Yunani, IHSG Turun 19 Poin -
Selasa, 07/02/2012 14:57 WIB
DKI Terbitkan Obligasi Rp 1,7 Triliun, Pemda Lain Menyusul -
Selasa, 07/02/2012 14:43 WIB
Garuda Datangkan Lagi 3 Pesawat Baru di Februari 2012 -
Selasa, 07/02/2012 13:32 WIB
Obligasi Ajarkan Pemda Tingkatkan Pengelolaan Keuangan -
Selasa, 07/02/2012 12:12 WIB
Buka Tahun 2012, Obligasi Rp 10 Triliun Siap Meluncur -
Selasa, 07/02/2012 12:09 WIB
Sesi I
Saham Unggulan Kena Ambil Untung, IHSG Turun 37 Poin
Indeks Berita
Rumor Saham
Zafrina Development Tambah Kepemilikan di LMPI?
Berkembang kabar di pasar salah satu pemegang saham mayoritas PT Langgeng Makmur Plastic Tbk (LMPI) yakni Zafrina Development Ltd. akan menambah....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bos Coffee Toffee Ini Kembali Bangkit Setelah Kena Tipu
Sebagian orang mungkin sudah tak asing dengan pemilik Coffee Toffee Odi Anindito. Dibalik kesuksesannya saat ini membangun gerainya, Odi ternyata pernah tertipu dan kemudian bangkit lagi.
Sosok Dan Peristiwa
Wanita Cantik Ini Raup Rp 383 Miliar dari Start-Up dengan 14 Staf
Usianya belum 40 tahun, tapi wanita cantik ini akan segera masuk dalam jajaran orang muda kaya di Australia. Bisnisnya adalah merangkul orang-orang yang 'diabaikan' perusahaan besar.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 604.000
-
Rp 863.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Selasa, 07-02-2012 15:30 WIB
Ini Dia Profil Bos Yawadwipa, si Peminat Bank Mutiara
Posted by: kaptenDF
Selasa, 15/12/2009 17:42 WIB
Energi Mega Anggarkan Belanja Modal US$ 196 Juta
Whery Enggo Prayogi - detikFinance
(foto: dok detikFinance)
"Untuk 2010 kami siapkan capital expenditure dan working expenditure sebesar US$ 196 juta. Dana ini sudah final dan telah mendapat ijin dari BP Migas," ujar Direktur Utama ENRG Iman P. Agustino dalam paparan publik perseroan di hotel Dharmawangsa, Jalan Brawijaya, Jakarta, Selasa (15/12/2009).
Secara rinci, Imam mengatakan kalau untuk pengembangan proyek-proyek di seluruh blok migas perseroan dianggarkan sebesar US$ 96 juta, sedangkan untuk modal kerja sebesar US$ 100 juta.
Penggunaan belanja modal, akan dimaksimalkan untuk seluruh blok yang dimiliki ENRG, diantaranya THP-Gebang, Malacca Straits PSC, THP Sungai Gelam, THP Semberah, THP Bentu, THP Korinci Baru dan Kangean PSC. Ini ditambah blok Masela yang 10% nya baru dari INPEX Masela Ltd.
Ia menambahkan, tahun 2010 perseroan juga mentargetkan perbaikan laba bersih yang optimal, berkisar US$ 10 - 15 juta. Sampai triwulan III-2009 masih negatif Rp 347 miliar. Sayang, dirinya tidak menyebut berapa proyeksi perolehan laba bersih ENRG sampai akhir Desember 2009.
"Untuk net profit after tax US$ 10 - 15 juta. Sampai akhir tahun yang jelas masih negatif. Angkanya belum bisa dipublikasikan, tapi pasti lebih baik dari triwulan terakhir," paparnya.
Ditambahkan Iman, proyeksi produksi atas minyak bumi dan gas alam pun sudah dicanangkan perseroan. Untuk full year di tahun ini, total gross production berada di level 9,57 milion barel of equivalen (mmboe) dan net produksi 6,351 mmboe. Tahun depan terjadi peningkatan gross production dan net production, masing-masing 10,103 mmboe dan 7,121 mmboe.
Pendapatan sampai akhir tahun diprediksi mengalami penurunan 28,64% dari US$ 192 juta pada akhir tahun 2008 menjadi US$ 137 juta di akhir Desember 2009. Pun demikian halnya dengan EBITDA yang anjlok 92,13%, dari US$ 89 juta sampai akhir tahun lalu, menjadi hanya US$ 7 juta.
Sementara itu, perseroan juga berencana melakukan penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue sebanyak 26.183.297.040 lembar di harga Rp 185 per saham pada Januari 2010. Target dana perolehan sebesar Rp 4,843 triliun atau setara dengan US$ 502 juta.
Sebesar US$ 250 juta dana hasil penerbitan saham, akan digunakan untuk pembayaran utang perseroan. Sisanya US$ 111 juta untuk penambahan kas perseroan serta keperluan belanja modal, modal kerja. Perseroan memperkirakan, setelah realisasi rights issue posisi utang perseroan bakal menurun menjadi US$ 357,3 juta.
(wep/dro)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (2 Komentar) ·
Follower Komentar 0
Berita Terpopuler
-
Selasa, 07/02/2012 11:23 WIB
Ini Dia Profil Bos Yawadwipa, si Peminat Bank Mutiara -
Selasa, 07/02/2012 16:28 WIB
SBY: Ada Jutaan Orang Tidur Tak Nyenyak karena Perut Lapar -
Selasa, 07/02/2012 17:18 WIB
Temui SBY, Bos Sumitomo Tambah Investasi Miliaran Dolar -
Selasa, 07/02/2012 17:22 WIB
Ini Dia Daftar 17 BUMN yang Dapat PMN Rp 12,05 Triliun di 2012 -
Selasa, 07/02/2012 17:37 WIB
Yuk! Berburu Rumah Harga Rp 80 Jutaan di JCC
Komentar Terpopuler
-
Selasa, 07/02/2012 - 15:39
Wow! Utang RI Dekati Rp 2.000 Triliun di 2012 -
Selasa, 07/02/2012 - 14:54
Ini Dia Cara PNS Palsukan Biaya Perjalanan Dinas -
Selasa, 07/02/2012 - 07:48
Sofjan Wanandi Curhat Soal Demo Buruh di Ultah Apindo -
Sabtu, 04/02/2012 - 11:30
JK: Paling Baik dan Paling Pintar Menaikkan Harga BBM -
Rabu, 01/02/2012 - 15:26
Muhaimin: Buruh Blokir Jalan, Polisi Ambil Tindakan Tegas
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com






Sending your message


---125x125.gif)

