Berita Lain
-
Kamis, 02/02/2012 15:31 WIB
Kredit Perbankan di Yogya Capai Rp 17,9 Triliun Selama 2011 -
Kamis, 02/02/2012 15:12 WIB
Bank Mutiara Kembali Dilego Rp 6,7 Triliun Hingga 1 Mei 2012 -
Kamis, 02/02/2012 11:59 WIB
LPS: Dana 136.890 Nasabah Bank Tak Dijamin Penuh -
Kamis, 02/02/2012 11:06 WIB
Bunga Deposito Tinggi Tak Selalu Menguntungkan -
Rabu, 01/02/2012 14:18 WIB
Pemerintah Tambah Utang Rp 1,3 Triliun dari Jualan Sukuk -
Selasa, 31/01/2012 18:12 WIB
Wuih! Gaji Miranda Goeltom di BI Capai Rp 164 Juta/Bulan
Indeks Berita
Rumor Saham
Zafrina Development Tambah Kepemilikan di LMPI?
Berkembang kabar di pasar salah satu pemegang saham mayoritas PT Langgeng Makmur Plastic Tbk (LMPI) yakni Zafrina Development Ltd. akan menambah....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Korban Perampokan Ini Bangkit dan Sukses Berbisnis Alat Pertahanan
Mahasiswa ini pernah menjadi korban kejahatan di Jakarta, barang-barang dagangannya ludes dirampok. Tapi ia bangkit dan kini menuai sukses dari bisnis alat-alat keamanan.
Sosok Dan Peristiwa
Wanita Cantik Ini Raup Rp 383 Miliar dari Start-Up dengan 14 Staf
Usianya belum 40 tahun, tapi wanita cantik ini akan segera masuk dalam jajaran orang muda kaya di Australia. Bisnisnya adalah merangkul orang-orang yang 'diabaikan' perusahaan besar.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 603.000
-
Rp 1,415.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Jumat, 03-02-2012 15:20 WIB
Dahlan Iskan: Orang Manja & Cengeng Itu Bukan Pengusaha
Posted by: kaptenDF
Senin, 23/11/2009 22:30 WIB
LPS: Penyelamatan Century Tak Gunakan Uang Negara
Wahyu Daniel - detikFinance
Foto: dok.detikFinance
Kepala Eksekutif LPS Firdaus Djaelani mengatakan, dana penyelamatan Bank Century ini menggunakan dana hasil premi perbankan yang diperoleh oleh LPS.
"Jadi uang yang telah dibayarkan ke Century bersumber dari premi yang dipungut LPS dari perbankan. Kami tidak menggunakan dana APBN, jadi tidak memerlukan laporan ke DPR," ujarnya dalam wawancara di Metro TV , Senin (23/11/2009).
Firdaus menjelaskan modal awal LPS yang didapat dari negara adalah Rp 4 triliun, namun LPS memperoleh premi dari perbankan selama 4 tahun ini senilai Rp 12,6 triliun. Premi ini diinvestasikan LPS dalam bentuk Surat Utang Negara (SUN) dan Sertifikat Bank Indonesia (BI), sehingga saat ini jumlahnya mencapai Rp 18 triliun.
"Dana premi inilah yang digunakan untuk penyelamatan Century, modal awal Rp 4 triliun masih utuh," jelasnya.
Dijelaskan Firdaus, penyelamatan perbankan merupakan tugas LPS. Sampai saat ini saja, Firdaus menuturkan, LPS sudah mengeluarkan Rp 600 miliar untuk membayar klaim penutupan 16 BPR (Bank Perkreditan Rakyat) dan 1 bank umum yaitu Bank IFI.
Dalam kesempatan tersebut, Firdaus juga mengatakan, salah jika dikatakan dana penyelamatan Bank Century membengkak dari rencana awal yang disetujui DPR Rp 1,3 triliun menjadi Rp 6,7 triliun. Sebab, sejak awal LPS dan DPR tidak pernah membahas dan menyepakati besaran dana penyelamatan Bank Century.
"Dua kali kita rapat dengan DPR tidak pernah membahas angka. Memang angka dari Bank Indonesia (BI) awalnya Rp 632 miliar namun menjadi Rp 6,7 triliun karena dalam perjalanannya banyak masalah solvabilitas dan likuiditas. KSSK pun tidak menyebutkan angka," tuturnya.
Firdaus mengatakan, penambahan suntikan dana LPS ke Bank Century selalu dengan sepengetahuan BI, guna mendorong kecukupan modal (CAR) Bank Century mencapai 8%.
Dana Rp 6,7 triliun tersebut sebanyak Rp 3,8 triliun digunakan untuk membayar Dana Pihak Ketiga (DPK) yang jatuh tempo, dan sisanya di SUN dan SBI hampir Rp 3 triliun, lalu untuk pembayaran biaya-biaya lainnya seperti pembayaran FPJP (Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek) dari BI.
"Dari Rp 3,8 triliun, sebanyak 40% untuk nasabah korporasi dan 60% untuk nasabah individu. Kami juga bertanya kepada manajemen, ternyata tidak terbukti tuduhan dana mengalir ke tim sukses," jelasnya.
Sementara mengenai pengucuran dana LPS sebesar Rp 2,8 triliun, yang menurut audit BPK tidak berdasar hukum karena ditolaknya Perpu JPSK (Jaring Pengaman Sektor Keuangan), Firdaus mengatakan DPR tidak pernah menolak Perpu JPSK namun meminta pemerintah mengajukan RUU JPSK.
"Teman-teman di DPR bilang itu ditolak, tapi pemerintah menilai itu tidak ditolak, jadi setahu LPS Perpu itu tidak ditolak," ujarnya.
(dnl/dnl)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (43 Komentar) ·
Follower Komentar 0
Berita Terpopuler
-
Sabtu, 04/02/2012 15:02 WIB
Tarif Listrik Naik 10%, PLN Bakal Raup Rp 8,9 Triliun -
Sabtu, 04/02/2012 14:03 WIB
SBY Kasih Aset ke 3 BUMN Perhubungan Rp 2,7 Triliun -
Jumat, 03/02/2012 12:33 WIB
Wanita Cantik Ini Raup Rp 383 Miliar dari Start-Up dengan 14 Staf -
Sabtu, 04/02/2012 12:14 WIB
Duh! Sekelas BPOM dan MUI Saja ada Pungli -
Sabtu, 04/02/2012 13:07 WIB
Ngumpetin Data Pajak, Bank Tertua Swiss Digugat AS
Komentar Terpopuler
-
Sabtu, 04/02/2012 - 09:19
Buruh Demo di Tol, Pengusaha Rugi Rp 100 Miliar Lebih -
Jumat, 03/02/2012 - 22:17
Ini Dia Cara PNS Palsukan Biaya Perjalanan Dinas -
Sabtu, 04/02/2012 - 14:26
Sofjan Wanandi Curhat Soal Demo Buruh di Ultah Apindo -
Sabtu, 04/02/2012 - 11:30
JK: Paling Baik dan Paling Pintar Menaikkan Harga BBM -
Selasa, 31/01/2012 - 16:28
Pemerintah 'Pancing' DPR Naikkan BBM Rp 500-1.500/Liter
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com






Sending your message


---125x125.gif)

