Berita Lain
-
Selasa, 07/02/2012 17:22 WIB
Ini Dia Daftar 17 BUMN yang Dapat PMN Rp 12,05 Triliun di 2012 -
Selasa, 07/02/2012 17:13 WIB
Anggaran Kementerian BUMN 2012 Rp 142 Miliar, Naik 1% Saja -
Selasa, 07/02/2012 16:28 WIB
SBY: Ada Jutaan Orang Tidur Tak Nyenyak karena Perut Lapar -
Selasa, 07/02/2012 13:28 WIB
Cegah Nyabu, Pilot Garuda Wajib Tes Kesehatan Setiap Bulan -
Selasa, 07/02/2012 13:05 WIB
Anthoni Salim Siap Boyong Philippine Airlines -
Selasa, 07/02/2012 12:57 WIB
Lagi-lagi! Malaysia 'Ekspor' Barang Bekas ke Indonesia
Indeks Berita
Rumor Saham
Zafrina Development Tambah Kepemilikan di LMPI?
Berkembang kabar di pasar salah satu pemegang saham mayoritas PT Langgeng Makmur Plastic Tbk (LMPI) yakni Zafrina Development Ltd. akan menambah....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bos Coffee Toffee Ini Kembali Bangkit Setelah Kena Tipu
Sebagian orang mungkin sudah tak asing dengan pemilik Coffee Toffee Odi Anindito. Dibalik kesuksesannya saat ini membangun gerainya, Odi ternyata pernah tertipu dan kemudian bangkit lagi.
Sosok Dan Peristiwa
Wanita Cantik Ini Raup Rp 383 Miliar dari Start-Up dengan 14 Staf
Usianya belum 40 tahun, tapi wanita cantik ini akan segera masuk dalam jajaran orang muda kaya di Australia. Bisnisnya adalah merangkul orang-orang yang 'diabaikan' perusahaan besar.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 863.000
-
Rp 604.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Selasa, 07-02-2012 15:30 WIB
Ini Dia Profil Bos Yawadwipa, si Peminat Bank Mutiara
Posted by: kaptenDF
Kamis, 12/11/2009 16:09 WIB
RI Butuh 60 ribu Ha Lahan Padi Per Tahun
Ramdhania El Hida - detikFinance
Foto: dok.detikFinance
Hal ini disampaikan Wakil Menteri Pertanian yang masih merangkap Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (12/11/2009).
Menurut Bayu, dengan penduduk Indonesia yang setiap tahunnya meningkat 1,3% atau sekitar 3 juta orang, dibutuhkan tambahan pasokan beras sebanyak 300 juta ton per tahun. Jumlah ini bisa dipenuhi dengan penambahan 60 ribu ha.
"Setiap orang setahun makan 100 kg,jadi kita butuh 300 juta ton, 1 hektar itu bisa menyedikan 5 ton. Tandanya 60 ribu hektare per tahun pertambahannya. Itu baru padi saja lho," papar Bayu.
Bayu mengungkapkan dalam menjalankan program swasembada pangan ini terdapat 2 tantangan, yaitu perluasan lahan dan investasi. Di Indonesia, jelas Bayu, masih banyak lahan yang berpotensi dijadikan areal pemenuhan kebutuhan pangan tersebut, salah satunya Merauke.
"Kita masih berjuang, Merauke menjadi kawasan ekonomi khusus pangan dan bio energi. Lahan yang akan digarap itu seluas 500 ribu hektar dengan potensi lahan seluas 1,2 juta hektar," ungkap Bayu.
Selain Merauke, Bayu juga menyatakan ada beberapa lahan di Jawa yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kalimantan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah juga masih memiliki potensi lahan yang luas untuk dijadikan lahan pangan.
Lahan-lahan ini, ungkap Bayu penggunaannya masih terhambat dengan masalah regulasi tetapi diharapkan masalah ini bisa selesai dalam program 100 hari.
"Masalah lahan, lahannya tersedia, tapi regulasi untuk pemanfaatannya masih menghambat. Namun, untuk lahan ini sudah masuk dalam program pemerintah 100 hari dan 1 tahun mendatang," ujar Bayu.
Bayu juga menyayangkan tersedianya potensi lahan tersebut tidak disertai dengan tersedianya investasi untuk pengembangan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur ini sangat penting dalam meningkatkan produksi pangan Indonesia.
Untuk pembangunan infrastruktur di Jawa, tambah Bayu, dibutuhkan dana sebesar Rp 100 triliun, sedangkan untuk Merauke, modal awal untuk membuka pembagunan infrastruktur saja sudah sebesar Rp 2-3 triliun. Pemerintah sendiri hanya mampu membiayai 10-15% dari pembangunan infrastruktur ini.
"Infrastruktur dasar sangat-sangat dibutuhkan di Merauke, terutama pelabuhan dan jalan. Yang infrastruktur inilah yang masih dicari,tapi prospeknya tadi bukan tanpa harapan. Jepang berminat untuk membantu infrastrukur," jelas Bayu.
(nia/dnl)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar 0
Berita Terpopuler
-
Selasa, 07/02/2012 16:28 WIB
SBY: Ada Jutaan Orang Tidur Tak Nyenyak karena Perut Lapar -
Selasa, 07/02/2012 11:23 WIB
Ini Dia Profil Bos Yawadwipa, si Peminat Bank Mutiara -
Selasa, 07/02/2012 16:20 WIB
Koar-koar Beli Bank Mutiara Rp 6,7 T, Yawadwipa Cuma Cari Sensasi -
Selasa, 07/02/2012 17:18 WIB
Temui SBY, Bos Sumitomo Tambah Investasi Miliaran Dolar -
Selasa, 07/02/2012 11:44 WIB
Pendirian Yawadwipa Dapat Dukungan Gita Wirjawan
Komentar Terpopuler
-
Selasa, 07/02/2012 - 15:39
Wow! Utang RI Dekati Rp 2.000 Triliun di 2012 -
Selasa, 07/02/2012 - 14:54
Ini Dia Cara PNS Palsukan Biaya Perjalanan Dinas -
Selasa, 07/02/2012 - 07:48
Sofjan Wanandi Curhat Soal Demo Buruh di Ultah Apindo -
Sabtu, 04/02/2012 - 11:30
JK: Paling Baik dan Paling Pintar Menaikkan Harga BBM -
Rabu, 01/02/2012 - 15:26
Muhaimin: Buruh Blokir Jalan, Polisi Ambil Tindakan Tegas
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com






Sending your message


---125x125.gif)

