Berita Lain
-
Kamis, 26/01/2012 07:43 WIB
10 Kisah Orang-orang yang Sukses Besar Setelah Resign -
Senin, 23/01/2012 10:57 WIB
Mantan Pengguna Narkoba Ini Sukses Usaha Susu Beromzet Miliaran di Usia muda -
Jumat, 20/01/2012 13:30 WIB
Bisnis Turbin Laut Anak ITB -
Selasa, 17/01/2012 07:19 WIB
6 Penyebab Gagalnya Bisnis Waralaba -
Senin, 16/01/2012 07:14 WIB
Sticky, Memikat Pembeli dengan 'Show' Permen Hand Made -
Sabtu, 14/01/2012 14:55 WIB
Bisnis Menggiurkan Bando dan Bros 'Korea' Made In Banyuwangi
Indeks Berita
Rumor Saham
Zafrina Development Tambah Kepemilikan di LMPI?
Berkembang kabar di pasar salah satu pemegang saham mayoritas PT Langgeng Makmur Plastic Tbk (LMPI) yakni Zafrina Development Ltd. akan menambah....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Korban Perampokan Ini Bangkit dan Sukses Berbisnis Alat Pertahanan
Mahasiswa ini pernah menjadi korban kejahatan di Jakarta, barang-barang dagangannya ludes dirampok. Tapi ia bangkit dan kini menuai sukses dari bisnis alat-alat keamanan.
Sosok Dan Peristiwa
Wanita Cantik Ini Raup Rp 383 Miliar dari Start-Up dengan 14 Staf
Usianya belum 40 tahun, tapi wanita cantik ini akan segera masuk dalam jajaran orang muda kaya di Australia. Bisnisnya adalah merangkul orang-orang yang 'diabaikan' perusahaan besar.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 603.000
-
Rp 862.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Jumat, 03-02-2012 15:20 WIB
Dahlan Iskan: Orang Manja & Cengeng Itu Bukan Pengusaha
Posted by: kaptenDF
Selasa, 10/11/2009 09:18 WIB
Mengemas Laba Bisnis Kemasan
Suhendra - detikFinance
Foto: Suhendra/detikFinance
Melihat peluang ini, Maria Magdalena pun memulai usahanya sebagai pengusaha makanan. Pada tahun 2008 lalu ia mencoba melakukan terobosan dengan membuat kemasan-kemasan unik bagi produk-produk makanannya, hasilnya kemasannya banyak dilirik orang.
"Sejak Januari 2008 lalu saya sering membantu UKM, dalam menembus pasar moderen. Lalu banyak yang bilang packaging produk saya bagus. Banyak usah kecil, yang bertanya," kata Maria kepada detikFinance, akhir pekan lalu.
Semenjak itu lah ia bersama suaminya bertekad untuk mengembangkan usaha produksi kemasan skala kecil untuk memenuhi permintaan UKM. Setidaknya ia memulai dengan merogoh modal Rp 12 juta untuk membeli 3 mesin pembuat kemasan.
Dikatakannya selama ini UKM kesulitan mendapat kemasan bagus dengan jumlah kecil, maklum saja para pabrikan kemasan hanya melayani pembuatan kemasan partai besar.
Walhasil, saat ini permintaan produk kemasannya mulai menyebar di seluruh Indonesia, selain sebagai mitra binaannya para UKM tersebut juga umumnya bergerak bidang produk makanan telah menjadi pelanggan setianya.
Beberapa produk yang ia hasilkan seperti stand-up pouch, alumunium foil, paper bag, plastic vakum, packaging machine, label dan lain-lain.
Ia mengatakan saat ini para UKM di Indonesia sering kali mengalami kendala dalam hal kemasan. Berdasarkan pengalamannya, banyak UKM terjebak dengan pemikiran bahwa produk UKM tidak harus bagus kemasannya sedangkan kemasan bagus hanya menjadi milik industri besar.
"Mereka UKM mikirnya pabrikan saja yang kemasannya bagus. Ternyata home industry juga bisa bagus, ini bisa menambah nilai jual loh," katanya.
Selain itu, kata dia, masih ada paradigma di pengusaha, UKM jika kemasan yang bagus akan menambah beban produksi, padahal kata dia saat ini kemasan sangat menentukan keberhasilan sebuah produk di pasar. Ia mencontohkan produk-produk impor terlihat sebagai barang mahal dan bagus, hanya gara-gara dikemas secara rapih dan moderen.
Ia menjelaskan komposisi biaya produksi dari kemasan setidaknya hingga 30% masih dianggap wajar dan layak dipertimbangkan. Saat ini, ia biasa menjual harga kemasan termurah untuk ukuran sachet antara Rp 250 -1600 per sachet. Sedangkan untuk produk kemasan termahal adalah jenis komposit yang dijual Rp 8000 per kemasan.
Ia menjual ukuran sachet minimal dengan jumlah pemesanan 20.000 lembar, sedangkan untuk pemesanan di pabrik kemasan skala besar biasanya meminta pemesanan minimal diatas Rp 200 juta, selain itu ia berani jamin produk kemasannya lebih murah dari harga pabrik besar.
"Bisa selisihnya sampai Rp 200 per sachet, lebih murah dari pabrik besar, ini sangat membantu UKM yang membutuhkan kemasan dengan jumlah pembelian dengan partai kecil," katanya.
Bagi UKM yang telah memiliki kemampuan produksi tinggi ia menyarankan proses penutupan (perekat) kemasan harus menggunakan mesin otomatis dengan harga Rp 4,8 juta per buah. Bagi UKM yang produksinya masih rendah ia menyarankan untuk menggunakan penutup kemasan manual seharga Rp 350.000. Beberapa alat-alat tersebut ia juga sediakan bagi mitra-mitranya untuk dijual.
Ia mengaku saat ini sering mendapat undangan dari departemen perdagangan maupun departemen perindustrian untuk memberikan penyuluhan terhadap UKM-UKM yang mengalami kendala dalam kemasan, termasuk konsultasi izin usaha, konsultasi membuat kemasan, membuat bar code, izin sertifikasi halal, standar produk makanan internasional dan lain-lain.
Hasilnya sampai saat ini bisnisnya semakin moncer. Dengan dibantu 25 orang karyawannya, setiap bulannya ia mampu membukukan omset hingga ratusan juta per bulan dengan menjual kemasan-kemasan seperti produk makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik, produk kaleng dan lain-lain.
Anda tertarik?
CV. D&D Pack Indonesia
Maria Magdalena
Perumahan Cengkareng Indah Blok GD No 17 Jakarta Barat 11720.
email : marketingdnd@yahoo.co.id
(hen/qom)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Berita Terpopuler
-
Sabtu, 04/02/2012 15:02 WIB
Tarif Listrik Naik 10%, PLN Bakal Raup Rp 8,9 Triliun -
Sabtu, 04/02/2012 14:03 WIB
SBY Kasih Aset ke 3 BUMN Perhubungan Rp 2,7 Triliun -
Sabtu, 04/02/2012 12:14 WIB
Duh! Sekelas BPOM dan MUI Saja ada Pungli -
Jumat, 03/02/2012 12:33 WIB
Wanita Cantik Ini Raup Rp 383 Miliar dari Start-Up dengan 14 Staf -
Jumat, 03/02/2012 10:16 WIB
SBY Dikritik Habis Karena Pembatasan BBM Tak Masuk Akal
Komentar Terpopuler
-
Sabtu, 04/02/2012 - 09:19
Buruh Demo di Tol, Pengusaha Rugi Rp 100 Miliar Lebih -
Jumat, 03/02/2012 - 22:17
Ini Dia Cara PNS Palsukan Biaya Perjalanan Dinas -
Sabtu, 04/02/2012 - 14:26
Sofjan Wanandi Curhat Soal Demo Buruh di Ultah Apindo -
Sabtu, 04/02/2012 - 11:30
JK: Paling Baik dan Paling Pintar Menaikkan Harga BBM -
Selasa, 31/01/2012 - 16:28
Pemerintah 'Pancing' DPR Naikkan BBM Rp 500-1.500/Liter
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com






Sending your message

---125x125.gif)

