Berita Lain
-
Kamis, 09/02/2012 16:09 WIB
LPS Beri Beberapa Trik agar Yawadwipa Bisa Mulus Beli Bank Mutiara -
Kamis, 09/02/2012 13:16 WIB
Alasan BI Menurunkan BI Rate 25 Bps -
Kamis, 09/02/2012 12:51 WIB
BI Rate Turun Jadi 5,75% -
Kamis, 09/02/2012 11:42 WIB
DPR Yakin Ada 'Permainan' di Balik Niat Yawadwipa Beli Bank Mutiara -
Kamis, 09/02/2012 11:27 WIB
Diremehkan Tawar Bank Mutiara Rp 6,7 Triliun, Ini Jawaban Bos Yawadwipa -
Kamis, 09/02/2012 09:02 WIB
Direksi Perusahaan Asuransi Ramai-Ramai Daftar Jadi 'Bos' OJK
Indeks Berita
Rumor Saham
Bergerak Menuju Rp 500, Saham TELE ditawar ZTE?
Perusahaan provider telekomunikasi asal China, ZTE, dikabarkan berniat menguasai sebagian saham PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE). Harga....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bos Coffee Toffee Ini Kembali Bangkit Setelah Kena Tipu
Sebagian orang mungkin sudah tak asing dengan pemilik Coffee Toffee Odi Anindito. Dibalik kesuksesannya saat ini membangun gerainya, Odi ternyata pernah tertipu dan kemudian bangkit lagi.
Sosok Dan Peristiwa
Tinjau Sapi di Jambi, Dahlan Iskan Setir Mobil Sejauh 40 Km
Hari ini Menteri BUMN Dahlan Iskan mengunjungi peternakan sapi milik PTPN VI di Jambi. Ada yang unik, mantan Dirut PLN menyetir sendiri sejauh 40 Km. Wush...
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 857.000
-
Rp 1,408.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Rabu, 08-02-2012 15:12 WIB
PNS Pajak & Bea Cukai Terbanyak Lakukan Transaksi Mencurigakan
Posted by: kaptenDF
Selasa, 05/05/2009 08:58 WIB
BI Bekukan BPR Syariah di Garut
Andrian Fauzi - detikFinance
Sarwanto (dok detikBandung)
"Manajemen BPRS Babussalam tidak mampu mengelola bank dengan baik. Kelemahan dalam hal manajerial membuat BPRS tersebut menjadi tidak sehat," kata Deputi Pemimpin BI Bandung Bidang Pengawasan Bank Sarwanto di ruang rapat lantai 4, Kantor Bank Indonesia Bandung, Senin (4/5/2009) malam.
Menurut Sarwanto, lemahnya kemampuan manajerial membuat rasio keuangan BPRS Babussalam anjlok. "Rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) BPRS berlokasi di Garut itu mencapai 99,85 persen per akhir April 2009," katanya.
BPRS Babussalam berdiri sejak tahun 1993 Namun pada tahun 2007 beralih kepemilikan. "Sejak pemilik baru, BPRS tersebut masuk Daftar Pengawasan Khusus (DPK) sejak bulan Agustus 2008," paparnya.
BI Bandung mencatat total pembiayaan BRPS Babussalam sebesar Rp 710 juta, sementara itu total dana pihak ketiga (DPK) Rp 374 juta. Selain itu, modal disetor BPRS yang telah masuk status dalam pengawasan khusus sejak Agustus 2008 ini hanya Rp 600 juta.
"BPRS tersebut mencatat kerugian Rp 1,34 miliar," ungkapnya.
Sarwanto mengatakan untuk mengantisipasi tidak berulangnya kasus serupa, Bank Indonesia berencana memperketat seleksi direksi perbankan.
"Ini hanya satu dari sekian banyak BPR. Secara umum BPR tidak ada masalah. Namun kami akan perketat seleksi direksi perbankan," tutur Sarwanto.
Sampai saat ini sudah ada 31 BPR yang dilikuidasi BI Bandung. Sebanyak 30 bank milik pemda dan 8 milik swasta. Untuk swasta, sebanyak 3 bank konvensional dan 5 bank syariah.
Pencabutan izin operasional BPRS Babussalam tersebut tertuang dalam surat keputusan Gubernur Bank Indonesia No.11/21/KEP.GBI/2009 tanggal 1 Mei 2009.
(afz/ir)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar 0
Berita Terpopuler
-
Kamis, 09/02/2012 12:04 WIB
Awas! Polisi Bakal Kawal Sensus Pajak -
Kamis, 09/02/2012 10:59 WIB
Tinjau Sapi di Jambi, Dahlan Iskan Setir Mobil Sejauh 40 Km -
Kamis, 09/02/2012 16:11 WIB
BI Rate Turun, IHSG Cuma Berkurang Sedikit -
Kamis, 09/02/2012 16:09 WIB
Agar Listrik Jakarta Tangerang Semakin Andal -
Kamis, 09/02/2012 17:09 WIB
Marzuki Alie: Nasib Kenaikan Harga BBM di Tangan SBY
Komentar Terpopuler
-
Kamis, 09/02/2012 - 17:26
Wow! Utang RI Dekati Rp 2.000 Triliun di 2012 -
Kamis, 09/02/2012 - 13:17
SBY: Ada Jutaan Orang Tidur Tak Nyenyak karena Perut Lapar -
Senin, 06/02/2012 - 09:58
Pemerintah Dikritik Hobi Ngutang -
Kamis, 09/02/2012 - 16:33
Pendapatan Per Kapita Orang Indonesia Naik 17% Jadi Rp 31 Juta -
Senin, 06/02/2012 - 15:10
Amankan Subsidi, Cukup Naikkan BBM Rp 1.000!
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com






Sending your message


---125x125.gif)

