Berita Lain
-
Selasa, 07/02/2012 14:52 WIB
Gita Wirjawan Belum Lihat Bos Yawadwipa Si Peminat Bank Mutiara -
Selasa, 07/02/2012 14:41 WIB
Yawadwipa Beli Bank Mutiara Rp 6,7 Triliun Seperti Lelucon -
Selasa, 07/02/2012 14:06 WIB
Pembeli Bank Mutiara: Motif Politik Atau Money Laundering? -
Selasa, 07/02/2012 11:52 WIB
Beli Bank Mutiara Rp 6,7 Triliun, Kantor Yawadwipa Tak Ada 'Tanda Kehidupan' -
Selasa, 07/02/2012 11:44 WIB
Pendirian Yawadwipa Dapat Dukungan Gita Wirjawan -
Selasa, 07/02/2012 11:23 WIB
Ini Dia Profil Bos Yawadwipa, si Peminat Bank Mutiara
Indeks Berita
Rumor Saham
Zafrina Development Tambah Kepemilikan di LMPI?
Berkembang kabar di pasar salah satu pemegang saham mayoritas PT Langgeng Makmur Plastic Tbk (LMPI) yakni Zafrina Development Ltd. akan menambah....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bos Coffee Toffee Ini Kembali Bangkit Setelah Kena Tipu
Sebagian orang mungkin sudah tak asing dengan pemilik Coffee Toffee Odi Anindito. Dibalik kesuksesannya saat ini membangun gerainya, Odi ternyata pernah tertipu dan kemudian bangkit lagi.
Sosok Dan Peristiwa
Wanita Cantik Ini Raup Rp 383 Miliar dari Start-Up dengan 14 Staf
Usianya belum 40 tahun, tapi wanita cantik ini akan segera masuk dalam jajaran orang muda kaya di Australia. Bisnisnya adalah merangkul orang-orang yang 'diabaikan' perusahaan besar.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 863.000
-
Rp 604.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Senin, 06-02-2012 14:45 WIB
Utang Jatuh Tempo Pemerintah Rp 139 Triliun, Bunganya Rp 122 Triliun
Posted by: kaptenDF
Rabu, 15/04/2009 11:48 WIB
Pembiayaan Industri Pelayaran Tumbuh 80%
Herdaru Purnomo - detikFinance
Foto: dok Detikcom
Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Muliaman D Hadad dalam acara Workshop Dunia Usaha "Peluang Pembiayaan Industri Pelayaran Nasional" di Gedung BI, Jakarta, Rabu (14/04/2009).
"Sampai dengan bulan Februari tahun 2009, pemberian kredit perbankan terhadap industri pelayaran mencapai angka Rp 19,7 triliun," ujarnya.
Meskipun menunjukkan pertumbuhan, dana yang dibutuhkan masih banyak diperlukan. Apalagi pangsa pasar pembiayaan industri pelayaran yang masih kurang dari dua persen dinilai tidak merefleksikan potensi yang ada.
MoU Pembiayaan Perkapalan
Dalam acara Workshop Dunia Usaha "Peluang Pembiayaan Industri Pelayaran Nasional" tersebut, dilakukan juga penandatanganan dua Memorandum Of Understanding (MoU).
MoU yang pertama antara PT Bank CIMB Niaga dengan PT Wintermar. Dukungan ini merupakan dukungan PT Bank CIMB Niaga dalam kegiatan pembiayaan satu unit kapa 48 meter utility vessel MPV dan satu unit kapal 50 meter AHT 5200 HP dengan rencana pembiayaan sekitr USD 10 juta.
MoU yang kedua yakni antara PT PANN (Persero) dalam kegiatan pembiayaan dengan 3 perusahaan perkapalan, yaitu :
- PT Putra Jaya Offshore. Sebesar USD 14 juta untuk membiayai dua kapal unit kapal utility support vessel.
- PT Samudra Rezeki Permata. Sebesar USD 3,96 juta untuk membiayai dua unit kapal crew boat 24 pax
- PT Artha Jaya Sejahtera. Sebesar USD 20,5 juta untuk membiayai satu unit kapal general cargo 6500 DWT dan satu unit kapal tanker.
Selain itu, Muliaman juga menilai bahwa perlu adanya keterbukaan dalam pembiayaan industri pelayaran di Indonesia.
Dengan adanya keterbukaan tersebut, baik perbankan dan lembaga keuangan dapat hambatan-hambatan dan risiko menjadi lebih terukur serta perbankan dan lembaga keuangan lebih mudah bagi untuk memberikan kreditnya.
"Pertumbuhan kredit di sektor industri pelayaran sangat diharapkan, oleh karena itu BI merasa perlu mencari peluang-peluang dan mengembangkan potensi yang ada," ujar Muliaman.
Ia menjelaskan, pinjaman dari perbankan menjadi tidak jalan dikarenakan terbatasnya informasi yang menyebabkan tidak adanya lending.
"Melalui forum diskusi ini maka diharapkan akan membuka mata kita semua, dapat terbuka hambatan-hambatan dan risiko yang terdapat dalam industri pelayaran ini," jelas Muliaman.
Di dalam industri pelayaran, lanjut Muliaman, diharuskan adanya transparansi, industri ini merupakan bisnis terbuka dan berpotensi besar timbul kerawanan-kerawanan, maka dari itu dengan adanya keterbukaan maka perbankan dan lembaga keuangan dapat melakukan pengawasan dalam pemberian kreditnya.
"Jika dilihat hulu dan hilir maka potensi industri ini sangat besar untuk dibiayai, namun karena belum secara mendalam dipelajari maka perbankan dan lembaga keuangan belum mengerti risiko yang ada," paparnya.
Muliaman juga mengatakan, kerjasama antar perbankan dan pelaku industri pelayaran harus berjalan seimbang agar tercipta iklim yang baik dan berkurangnya risiko kredit macet.
"Ada dua hal yang perlu diperhatikan yakni ability to pay atau kemampuan kembali membayar dan yang kedua yakni willingness to pay atau keinginan untuk membayar," tutur Muliaman.
(dru/lih)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar 0
Berita Terpopuler
-
Selasa, 07/02/2012 11:23 WIB
Ini Dia Profil Bos Yawadwipa, si Peminat Bank Mutiara -
Selasa, 07/02/2012 14:41 WIB
Yawadwipa Beli Bank Mutiara Rp 6,7 Triliun Seperti Lelucon -
Selasa, 07/02/2012 13:53 WIB
Bos Coffee Toffee Ini Kembali Bangkit Setelah Kena Tipu -
Selasa, 07/02/2012 13:05 WIB
Anthoni Salim Siap Boyong Philippine Airlines -
Selasa, 07/02/2012 14:06 WIB
Pembeli Bank Mutiara: Motif Politik Atau Money Laundering?
Komentar Terpopuler
-
Selasa, 07/02/2012 - 11:10
Wow! Utang RI Dekati Rp 2.000 Triliun di 2012 -
Selasa, 07/02/2012 - 14:54
Ini Dia Cara PNS Palsukan Biaya Perjalanan Dinas -
Selasa, 07/02/2012 - 07:48
Sofjan Wanandi Curhat Soal Demo Buruh di Ultah Apindo -
Sabtu, 04/02/2012 - 11:30
JK: Paling Baik dan Paling Pintar Menaikkan Harga BBM -
Rabu, 01/02/2012 - 15:26
Muhaimin: Buruh Blokir Jalan, Polisi Ambil Tindakan Tegas
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com






Sending your message


---125x125.gif)

