Berita Lain
-
Jumat, 27/01/2012 07:20 WIB
Korban Perampokan Ini Bangkit dan Sukses Berbisnis Alat Pertahanan -
Kamis, 26/01/2012 07:43 WIB
10 Kisah Orang-orang yang Sukses Besar Setelah Resign -
Senin, 23/01/2012 10:57 WIB
Mantan Pengguna Narkoba Ini Sukses Usaha Susu Beromzet Miliaran di Usia muda -
Jumat, 20/01/2012 13:30 WIB
Bisnis Turbin Laut Anak ITB -
Selasa, 17/01/2012 07:19 WIB
6 Penyebab Gagalnya Bisnis Waralaba -
Senin, 16/01/2012 07:14 WIB
Sticky, Memikat Pembeli dengan 'Show' Permen Hand Made
Indeks Berita
Rumor Saham
Zafrina Development Tambah Kepemilikan di LMPI?
Berkembang kabar di pasar salah satu pemegang saham mayoritas PT Langgeng Makmur Plastic Tbk (LMPI) yakni Zafrina Development Ltd. akan menambah....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bos Coffee Toffee Ini Kembali Bangkit Setelah Kena Tipu
Sebagian orang mungkin sudah tak asing dengan pemilik Coffee Toffee Odi Anindito. Dibalik kesuksesannya saat ini membangun gerainya, Odi ternyata pernah tertipu dan kemudian bangkit lagi.
Sosok Dan Peristiwa
Wanita Cantik Ini Raup Rp 383 Miliar dari Start-Up dengan 14 Staf
Usianya belum 40 tahun, tapi wanita cantik ini akan segera masuk dalam jajaran orang muda kaya di Australia. Bisnisnya adalah merangkul orang-orang yang 'diabaikan' perusahaan besar.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 604.000
-
Rp 1,418.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Selasa, 07-02-2012 15:30 WIB
Ini Dia Profil Bos Yawadwipa, si Peminat Bank Mutiara
Posted by: kaptenDF
Selasa, 07/04/2009 08:35 WIB
Menangkap Laba Kupu-kupu Palsu
Suhendra - detikFinance
(Foto: Suhendra-detikFinance)
Di Kota Malang tepatnya dikawasan Tepus Kaki, banyak ditemukan perajin pembuat miniatur hiasan kupu-kupu yang banyak memanfaatkan sampah bola bulu tangkis (shuttlecock).
Adalah Titik Murtini salah seorang perajin pembuat kupu-kupu buatan (bros dan asesoris), memulai usaha kerajianan kupu-kupu buatan sejak tahun 2004 lalu. Ia terbilang cukup berhasil mengembangkan bisnis ini hingga produk kupu-kupu buatannya mampu menembus pasar ekspor.
Ide kreatif ini tidak hanya menghasilkan kepuasan batin sendiri bagi sang kreatornya, namun bisa juga mendatangkan rupiah yang menjanjikan.
Awalnya tidak ada yang menyangka sampah shuttlecock yang dibuang sia-sia justru bisa diolah menjadi produk-produk yang indah dan memiliki nilai tambah yang tinggi bahkan berdaya saing ekspor di pasar internasional.
Hingga kini setidaknya produk kupu-kupunya sudah melanglang buana ke seantero dunia, mulai dari pasar Eropa, Amerika, Asia. Misalnya saja untuk pasar Amerika produk kupu-kupunya cukup laris di Kolombia, Meksiko, untuk Asia cukup diminati di Thailand, Malaysia. Harga yang dijual pun cukup kompetitif dan terbilang murah misalnya untuk pasar Eropa ia menjual untuk satu kupu-kupu buatannya hanya 1 euro.
"Produk saya ini sudah keliling dunia," kata Lilik kepada detikFinance akhir pekan lalu.
Pasar ekspor adalah awal produksnya dikenal. Ketika itu beberapa rekannya yang ke luar negeri membawa contoh produk kupu-kupunya. Alhasil, respons pasar cukup mencengangkan, semua produknya ludes terjual.
Mulai dari situlah ia mulai percaya diri untuk ekspansi ke pasar-pasar lainnya seperti Amerika di Meksiko dan Kolombia. Tak tanggung-tanggung, Lilik bukan hanya mendapat keuntungan menjual kupu-kupu, namun status mendapat menantu kebangsaan Meksiko pun diraihnya.
Mantan karyawan disain interior ini, terus mengembangkan usahanya dengan membuat terobosan-terobosan baru, misalnya mencari bahan baku alternatif dan mengembangkan bentuk-bentuk miniatur hiasan di luar kupu-kupu. Hasilnya, sangat luar biasa, para pembeli semakin tertarik dengan produknya.
"Saya juga kembangkan diluar suttlecock, dari daun juga, stocking, kain perca. Selain kupu-kupu, semua serangga dan binatang saya buat, capung, burung ,kelelawar dan lain-lain," jelasnya.
Bicara soal hitungan-hitungan modal, terjun ke bisnis ini sangat menjanjikan, selain modal yang kecil dengan hasil menjanjikan, juga produk-produknya cukup tahan lama. Lilik menjelaskan, dari modal satu karung limbah suttlecock yang harga satu karungnya hanya Rp 50.000 bisa ia sulap menjadi 3000 buah kupu-kupu buatan dengan berbagai ukuran.
Harga satu buah kupu-kupu buatannya dihargai Rp 750-Rp 1.000 per buah. Jika dikali 3000 maka setidaknya uang Rp 2,5 juta sudah ditangan dengan dipotong biaya pewarnaan dan komponen lainnya.
Meskipun untuk jenis ukuran tertentu dan untuk keperluan khusus seperti souvenir perkawinan, ia pasang harga lebih tinggi dengan rentang harga Rp 2.500 sampai Rp 15.000 untuk ukuran besar.
"Setiap bulannya saya mampu produksi 30.000 sampai 50.000, saya dibantu 20 karyawan saya. Kalau kelebihan order saya beli dari trader atau perajin lain," ucapnya.
Meskipun masuk dalam katagori industri rumahan, omset yang ia raup dari kerajinan bros dan asesoris kupu-kupu cukup besar, setidaknya setiap bulan minimal ia bisa mengantongi omset mencapai Rp 50 juta.
"Tantangan sekarang ini, karena di Malang sudah banyak, sehingga banyak perajin yang menjatuhkan harga," keluhnya.
Lilik mengakui meskipun saat ini terjadi krisis, permintaan produknya tidak menyurut, dari total produksinya hampir 35% ia ekspor ke pasar internasional sedangkan 65% ia lempar ke pasar dalam negeri. Dengan jujur ia mengatakan pasar dalam negeri belum tergarap semuanya khususnya di luar Pulau Jawa.
"Pasar di luar Jawa masih sangat potensial, ini sebenarnya peluang," katanya.
Alamat:
Ryo handicrafts
(Lilik Murtini)
Jl. Tepus Kaki 27 Malang 65141 Jawa Timur
(hen/ir)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (1 Komentar) ·
Follower Komentar 0
Berita Terpopuler
-
Rabu, 08/02/2012 13:37 WIB
PNS Pajak & Bea Cukai Terbanyak Lakukan Transaksi Mencurigakan -
Rabu, 08/02/2012 13:10 WIB
2.800 Karton Ikan Impor Asal China Dimusnahkan -
Rabu, 08/02/2012 11:40 WIB
Dirut Merpati: Dahlan Iskan Tak Izinkan Saya Mundur -
Rabu, 08/02/2012 07:25 WIB
Bangun Jembatan Rp 100 Triliun, Tomy Winata Dekati BUMN China -
Rabu, 08/02/2012 08:30 WIB
Tomy Winata Yakin Signature Tower Bisa 'Libas' Twin Tower Petronas
Komentar Terpopuler
-
Rabu, 08/02/2012 - 10:14
Wow! Utang RI Dekati Rp 2.000 Triliun di 2012 -
Rabu, 08/02/2012 - 08:50
Ini Dia Cara PNS Palsukan Biaya Perjalanan Dinas -
Rabu, 08/02/2012 - 12:15
SBY: Ada Jutaan Orang Tidur Tak Nyenyak karena Perut Lapar -
Rabu, 08/02/2012 - 09:25
JK: Paling Baik dan Paling Pintar Menaikkan Harga BBM -
Rabu, 01/02/2012 - 15:26
Muhaimin: Buruh Blokir Jalan, Polisi Ambil Tindakan Tegas
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com






Sending your message


---125x125.gif)

