Kamis, 9 Februari 2012
Find us on: feed rss facebook twitter
detik inet
    detikcom
  • Home
  • Ekonomi Bisnis
  • Finansial
  • Properti
  • Energi
  • Industri
  • Sosok
  • Peluang Usaha
  • Indeks
Pajak · Perencanaan Keuangan · Rumor Saham · Market Research · Foto · TV · Konsultasi
Trending Topic :   saham | BUMN | PLN | bunga FLPP | level Indeks | Tomy Winata | Artha Graha | transaksi mencurigakan | Agus Marto |
  • PLN Klaim Pemadaman Listrik Menurun di 2011
    Rabu, 08/02/2012 16:56 WIB

    PLN Klaim Pemadaman Listrik Menurun di 2011

  • Naik 3%, Ini Daftar Baru Gaji Pejabat & Karyawan BI
    Rabu, 08/02/2012 17:33 WIB

    Naik 3%, Ini Daftar Baru Gaji Pejabat & Karyawan BI

  • PNS Pajak & Bea Cukai Terbanyak Lakukan Transaksi Mencurigakan
    Rabu, 08/02/2012 13:37 WIB

    PNS Pajak & Bea Cukai Terbanyak Lakukan Transaksi Mencurigakan

  • Oknum PNS Lakukan Transaksi Mencurigakan Hingga Rp 8 Miliar di 10 Bank
    Rabu, 08/02/2012 14:15 WIB

    Oknum PNS Lakukan Transaksi Mencurigakan Hingga Rp 8 Miliar di 10 Bank

  • Pemprov DKI akan Lakukan Pemutihan Izin Ribuan Minimarket Ilegal
    Rabu, 08/02/2012 11:59 WIB

    Pemprov DKI akan Lakukan Pemutihan Izin Ribuan Minimarket Ilegal

  • Dirut Merpati: Dahlan Iskan Tak Izinkan Saya Mundur
    Rabu, 08/02/2012 11:40 WIB

    Dirut Merpati: Dahlan Iskan Tak Izinkan Saya Mundur

  • Tomy Winata Yakin Signature Tower Bisa 'Libas' Twin Tower Petronas
    Rabu, 08/02/2012 08:30 WIB

    Tomy Winata Yakin Signature Tower Bisa 'Libas' Twin Tower Petronas

  • Bangun Jembatan Rp 100 Triliun, Tomy Winata Dekati BUMN China
    Rabu, 08/02/2012 07:25 WIB

    Bangun Jembatan Rp 100 Triliun, Tomy Winata Dekati BUMN China

  • Tomy Winata 'Gusur' Automall SCBD Demi Gedung Pencakar Langit
    Rabu, 08/02/2012 06:58 WIB

    Tomy Winata 'Gusur' Automall SCBD Demi Gedung Pencakar Langit

Berita Lain

  • Jumat, 20/01/2012 07:28 WIB
    6 Tips Hidup Bebas Utang
  • Senin, 16/01/2012 08:14 WIB
    Perhatikan 8 Hal Ini Sebelum Stop Bekerja dan Mulai Usaha Sendiri
  • Selasa, 10/01/2012 08:20 WIB
    5 Kesalahan Umum Investor Pemula
  • Senin, 09/01/2012 07:29 WIB
    6 Alasan Mengapa Bisnis Baru Lebih Sering Gagal
  • Jumat, 06/01/2012 07:45 WIB
    Tips Menutup Kartu Kredit
  • Kamis, 29/12/2011 07:24 WIB
    8 Resolusi Meningkatkan Investasi di 2012

Indeks Berita

Rumor Saham

Zafrina Development Tambah Kepemilikan di LMPI?
Berkembang kabar di pasar salah satu pemegang saham mayoritas PT Langgeng Makmur Plastic Tbk (LMPI) yakni Zafrina Development Ltd. akan menambah....
0 Komentar | Balas Tanggapan

Peluang Usaha

Bos Coffee Toffee Ini Kembali Bangkit Setelah Kena Tipu
Gb
Sebagian orang mungkin sudah tak asing dengan pemilik Coffee Toffee Odi Anindito. Dibalik kesuksesannya saat ini membangun gerainya, Odi ternyata pernah tertipu dan kemudian bangkit lagi.

Sosok Dan Peristiwa

Wanita Cantik Ini Raup Rp 383 Miliar dari Start-Up dengan 14 Staf
Gb
Usianya belum 40 tahun, tapi wanita cantik ini akan segera masuk dalam jajaran orang muda kaya di Australia. Bisnisnya adalah merangkul orang-orang yang 'diabaikan' perusahaan besar.
  • Hotel
  • Penerbangan

Cari Penawaran Terbaik di Sini

Rancang Perjalananmu di Sini

Info Promosi Travel
  • Royal Pacific Hotel, Hong Kong
    sinohotel.com
    Rp 862.000
  • Nanyuan Inn
    english.ctrip.com
    Rp 1,419.000

Forum Finance register | login

Thread Pilihan
Rabu, 08-02-2012 15:12 WIB
PNS Pajak & Bea Cukai Terbanyak Lakukan Transaksi Mencurigakan
Posted by: kaptenDF
  • Alhamdulillah,Pertamina Untung Rp 24,6 Triliun di 2011, Naik 40%
  • Pemerintah Terus Rayu DPR Agar Tarif Listrik Naik 10%

detikFinance » Portofolio


Senin, 23/03/2009 15:55 WIB
Manajemen Risiko untuk Lindung Nilai 
Indro Bagus SU - detikFinance


(Foto: Reuters)
Jakarta - Belakangan ini terkuak berbagai masalah seputar transaksi lindung nilai (hedging). Banyak perusahaan maupun bank, mengalami kerugian tak tanggung-tanggung akibat penggunaan fasilitas ini.

Padahal, fasilitas yang tergolong dalam klasifikasi produk derivatif ini, mempunyai tujuan-tujuan yang positif yaitu mengurangi potensi atau resiko beban keuangan yang bisa muncul akibat fluktuasi harga di pasaran.

Namun anehnya, yang terjadi belakangan malah sebaliknya. Entah si nasabah pengguna hedging yang gagal bayar atau si bank pemberi fasilitas hedging yang membatalkan kontraknya secara sepihak, yang jelas keduanya mengalami kerugian.

Sederhananya, yang tujuan semula berniat melindungi beban keuangan untuk memperoleh keuntungan, buntut yang diperoleh malah kerugian.

Rupanya, pokok masalahnya adalah kurangnya penerapan manajemen risiko dalam penggunaan fasilitas hedging. Ya, lagi-lagi prinsip investasi paling kuno ini tidak diterapkan bahkan oleh perusahaan papan atas yang sudah barang tentu mempekerjakan lulusan-lulusan sekolah ekonomi paling bergengsi di dunia.

Perusahaan-perusahaan yang ceroboh ini, kalau tidak boleh dibilang gagal, silau melihat pesta parade pertumbuhan ekonomi dunia sejak 1998 hingga 2008. Sehingga mereka, perusahaan-perusahaan papan atas itu, lupa kalau siklus ekonomi selalu bergerak naik mencapai puncak, lalu niscaya turun.

"Banyak yang sudah merasa cukup aman dengan melakukan hedging kurs atau suku bunga misalnya. Inilah sebabnya ketika terjadi gejolak ekonomi dunia, ketika variabel-variabel ekonomi yang dianggap aman tidak lagi stabil, strategi yang mereka (perusahaan) pakai pun ikut tidak stabil," papar Head of Research PT Recapital Securities, Poltak Hotradero dalam paparan di Merchantile Club, Jakarta, Senin (23/3/2009).

Menurut Poltak, ambruknya ekonomi dunia menjadi ujian bagi perusahaan dalam melaksanakan prinsip-prinsip manajemen risiko.

"Intinya, membagi risiko sangat penting, termasuk dalam menggunakan fasilitas hedging," ujar Poltak.

Poltak menjabarkan, dalam penggunaan fasilitas hedging terdapat 4 risiko yang harus diperhatikan. Pertama, risiko fluktuasi valas. Kedua risiko fluktuasi suku bunga. Ketiga, risiko fluktuasi harga komoditas. Terakhir, risiko pergerakan harga saham.

"Kalau dilihat dari statistik data pengguna hedging. Paling banyak hedging dilakukan untuk melindungi suku bunga. Kedua diikuti dengan hedging kurs. Selanjutnya hedging saham, hedging harga komoditas dan lain-lain," tuturnya.

Menurut Poltak, dalam kondisi ekonomi normal dan stabil, memang memilih salah satu dari 4 fasilitas tersebut dinilai sudah cukup. Namun yang sering dilupakan adalah bahwa pergerakan ekonomi dunia itu seperti siklus.

"Ada kalanya naik, ada kalanya turun," ujar Poltak.

Nah, menurut Poltak kejatuhan ekonomi dunia belakangan ini merupakan ujian bagi perusahaan, terutama dari segi manajemen risiko.

"Banyaknya rugi derivatif di transaksi hedging sebenarnya karena kurang tepatnya melaksanakan manajemen risiko," ujar Poltak.

"Contohnya seperti ini, sebuah perusahaan bergerak di sektor CPO. Dia membutuhkan lindung nilai kurs, itu sudah pasti. Biasanya dia cuma hedging kurs saja," ujar Poltak.

Masalahnya, ketika ekonomi dunia menurun, harga-harga komoditas juga menurun, termasuk CPO. Hal ini merugikan perusahaan. Sebab di satu sisi dia hedging kurs agar tidak terbebani oleh rugi kurs, di sisi lain turunnya harga CPO membuat perusahaan mengalami kerugian.

"Sebenarnya kan ini bisa dicegah dengan cara perusahaan tersebut hedging kurs sekaligus hedging harga komoditas. Tapi ini tidak dilakukan. Ini salah satu sebab, kerugian derivatif cukup besar dan membebani perseroan. Mereka tidak membagi risiko dengan menggunakan dua fasilitas hedging. Kebanyakan hanya pakai hedging kurs atau suku bunga," ujar Poltak.

Poltak mengakui, fasilitas hedging harga komoditas atau saham memang bukan hal mudah diterapkan di Indonesia.

"BBJ (Bursa Berjangka Jakarta) tidak jalan. Fasilitas hedging saham melalui kontrak opsi saham (KOS) atau lainnya masih tidak diminati. Memang sulit. Tapi ini harus dilakukan, kalau perusahaan tidak mau rugi," ujar Poltak.

Ia mencontohkan, untuk fasilitas hedging CPO perusahaan bisa membuka rekening di bursa CPO Malaysia.

"Paling modal buka rekeningnya berapa sih, tidak besar kok. Kalau mereka punya rekening di sana kan bisa hedging di sana. Untuk nikel misalnya, mereka bisa hedging di LME (London Metal Exchange). Kalau memang niat membagi resiko, pasti ketemu caranya," ujar Poltak.

Intinya, Poltak menekankan pentingnya perusahaan melakukan manajemen risiko dalam penggunaan fasilitas hedging, yaitu dengan melakukan kombinasi penggunaan fasilitas hedging minimal pada dua fasilitas.

(dro/ir)

GRATIS! puluhan voucher pulsa! ikuti terus berita dari DetikFinance di Hape-mu.
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Baca Juga :

  • Musim Obligasi, Teliti Sebelum Membeli
  • Strategi Investasi Kala Semua Berkabut
  • Masih Bebas Pajak, Peluang Beli Reksa Dana

Share

Tutup

  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

  Share to Twitter:

You are redirected to Twitter

  Share via Email:

Share via Email


Separate email addresses with commas (,)
Your email address

 

loadingSending your message

Message has successfully sent

An Error has Occured

Komentar terkini (0 Komentar) ·  Follower Komentar 0
Baca Komentar
Kirim Komentar

Berita Terpopuler

  • Rabu, 08/02/2012 20:33 WIB
    Dahlan Iskan Bakal 'Hilangkan' 20 BUMN
  • Rabu, 08/02/2012 17:33 WIB
    Naik 3%, Ini Daftar Baru Gaji Pejabat & Karyawan BI
  • Jumat, 03/02/2012 12:33 WIB
    Wanita Cantik Ini Raup Rp 383 Miliar dari Start-Up dengan 14 Staf
  • Rabu, 08/02/2012 14:15 WIB
    Oknum PNS Lakukan Transaksi Mencurigakan Hingga Rp 8 Miliar di 10 Bank
  • Rabu, 08/02/2012 07:25 WIB
    Bangun Jembatan Rp 100 Triliun, Tomy Winata Dekati BUMN China

Komentar Terpopuler

  • Rabu, 08/02/2012 - 22:50
    Wow! Utang RI Dekati Rp 2.000 Triliun di 2012
  • Rabu, 08/02/2012 - 12:15
    SBY: Ada Jutaan Orang Tidur Tak Nyenyak karena Perut Lapar
  • Senin, 06/02/2012 - 09:58
    Pemerintah Dikritik Hobi Ngutang
  • Selasa, 07/02/2012 - 12:19
    Pendapatan Per Kapita Orang Indonesia Naik 17% Jadi Rp 31 Juta
  • Senin, 06/02/2012 - 15:10
    Amankan Subsidi, Cukup Naikkan BBM Rp 1.000!
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


Recommended Reading
bg

Tim Investigasi: Jembatan Kukar Salah Sejak Perencanaan

www.detiknews.com

  • Ketua KPUD Rohil, Kerjanakan Proyek APBN Senilai Rp7,2 M
  • Tahun 2013, Jalan Tol Kayuagung-Palembang Selesai Dibangun

bg

Schumi Catat Waktu Tercepat di Hari Kedua

www.detiksport.com

  • Dilirik Ferrari, Newey Masih Betah di Red Bull
  • Terkait Video Nadal, Federasi Tenis Spanyol Siap Perkarakan TV Prancis

bg

Heboh, Facebook Kabarkan Perang Dunia 3

www.detikinet.com

  • Nokia akan PHK 4.000 Karyawan
  • IPO, Facebook Bidik China

  • detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
  • detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
  • Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
  • detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
  • detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
  • detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
  • detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
  • detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
  • detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
  • Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
  • detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
  • detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
  • detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Back to Top Kanal Lainnya » « Kanal Lainnya
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer