Berita Lain
-
Sabtu, 04/02/2012 10:14 WIB
Wall Street Melaju Kencang di Akhir Pekan -
Jumat, 03/02/2012 16:53 WIB
MNC Pede Dapat Untung Rp 1,5 Triliun -
Jumat, 03/02/2012 16:28 WIB
WIKA Jual Saham Hasil Buyback -
Jumat, 03/02/2012 16:12 WIB
Saham Perbankan 'Gerogoti' IHSG -
Jumat, 03/02/2012 15:43 WIB
Garuda Cari Utangan Rp 1,8 Triliun untuk DP Beli Pesawat -
Jumat, 03/02/2012 13:56 WIB
Garuda Masih Kejar Kuasi Reorganisasi
Indeks Berita
Rumor Saham
Zafrina Development Tambah Kepemilikan di LMPI?
Berkembang kabar di pasar salah satu pemegang saham mayoritas PT Langgeng Makmur Plastic Tbk (LMPI) yakni Zafrina Development Ltd. akan menambah....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Korban Perampokan Ini Bangkit dan Sukses Berbisnis Alat Pertahanan
Mahasiswa ini pernah menjadi korban kejahatan di Jakarta, barang-barang dagangannya ludes dirampok. Tapi ia bangkit dan kini menuai sukses dari bisnis alat-alat keamanan.
Sosok Dan Peristiwa
Wanita Cantik Ini Raup Rp 383 Miliar dari Start-Up dengan 14 Staf
Usianya belum 40 tahun, tapi wanita cantik ini akan segera masuk dalam jajaran orang muda kaya di Australia. Bisnisnya adalah merangkul orang-orang yang 'diabaikan' perusahaan besar.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 862.000
-
Rp 1,415.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Jumat, 03-02-2012 15:20 WIB
Dahlan Iskan: Orang Manja & Cengeng Itu Bukan Pengusaha
Posted by: kaptenDF
Sabtu, 21/03/2009 12:05 WIB
Utang Swasta Jatuh Tempo US$ 22,6 Miliar Bisa Goyang Rupiah
Wahyu Daniel - detikFinance
Foto: Dok. detikFinance
Hal ini dikatakan oleh Anggota Komisi XI DPR Dradjad Wibowo kepada detikFinance, Sabtu (21/3/2009).
"Sesuai hukum penawaran dan permintaan, pada bulan-bulan dimana utang swasta tersebut jatuh tempo, rupiah bisa terdepresiasi. Depresiasi ini bisa cukup besar kalau ekspor terus anjlok sehingga pasokan valas di bawah semestinya. Tapi hemat saya, depresiasi pada bulan jatuh tempo tersebut paling tinggi sekitar Rp 300/US$, itupun kalau pasokan valas agak turun," tuturnya.
Namun jika BI bisa menjaga pasokan valas normal, maka pergerakan nilai tukar rupiah masih bisa tetap dijaga. Jadi dikatakan Dradjad apabila pemerintah, BI, dan pelaku usaha sudah mengatisipasi hal ini seharusnya utang swasta tersebut tidak menimbulkan gejolak terhadap rupiah.
"Kewajiban utang swasta itu sebenarnya selalu dimonitor oleh BI. Jadi bukan barang baru yang mengagetkan. Karena itu seharusnya profil jatuh tempo utang swasta sudah dapat dipetakan. Karena pemerintah dan BI juga punya profil jatuh tempo utang pemerintah, maka semestinya hal tersebut sudah dapat diantisipasi," katanya
Karena itu pemerintah dan BI harus terus memonitor dan berkomunikasi dengan swasta, jangan sampai ada satu pun utang swasta ini yang default (gagal bayar).
"Yang perlu diwaspadai adalah faktor psikologis yang bisa muncul kalau ternyata swasta ada yang default. Ini bisa timbulkan persepsi bahwa swasta Indonesia berisiko tinggi default. Kalau persepsi seperti ini muncul, rupiah bisa runyam," tukasnya.
(dnl/dnl)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar 0
Berita Terpopuler
-
Sabtu, 04/02/2012 17:33 WIB
Wow! Utang RI Dekati Rp 2.000 Triliun di 2012 -
Sabtu, 04/02/2012 15:02 WIB
Tarif Listrik Naik 10%, PLN Bakal Raup Rp 8,9 Triliun -
Sabtu, 04/02/2012 14:03 WIB
SBY Kasih Aset ke 3 BUMN Perhubungan Rp 2,7 Triliun -
Sabtu, 04/02/2012 12:14 WIB
Duh! Sekelas BPOM dan MUI Saja ada Pungli -
Jumat, 03/02/2012 12:33 WIB
Wanita Cantik Ini Raup Rp 383 Miliar dari Start-Up dengan 14 Staf
Komentar Terpopuler
-
Sabtu, 04/02/2012 - 09:19
Buruh Demo di Tol, Pengusaha Rugi Rp 100 Miliar Lebih -
Jumat, 03/02/2012 - 22:17
Ini Dia Cara PNS Palsukan Biaya Perjalanan Dinas -
Sabtu, 04/02/2012 - 14:26
Sofjan Wanandi Curhat Soal Demo Buruh di Ultah Apindo -
Sabtu, 04/02/2012 - 11:30
JK: Paling Baik dan Paling Pintar Menaikkan Harga BBM -
Selasa, 31/01/2012 - 16:28
Pemerintah 'Pancing' DPR Naikkan BBM Rp 500-1.500/Liter
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com






Sending your message


---125x125.gif)

