Berita Lain
-
Jumat, 27/01/2012 07:20 WIB
Korban Perampokan Ini Bangkit dan Sukses Berbisnis Alat Pertahanan -
Kamis, 26/01/2012 07:43 WIB
10 Kisah Orang-orang yang Sukses Besar Setelah Resign -
Senin, 23/01/2012 10:57 WIB
Mantan Pengguna Narkoba Ini Sukses Usaha Susu Beromzet Miliaran di Usia muda -
Jumat, 20/01/2012 13:30 WIB
Bisnis Turbin Laut Anak ITB -
Selasa, 17/01/2012 07:19 WIB
6 Penyebab Gagalnya Bisnis Waralaba -
Senin, 16/01/2012 07:14 WIB
Sticky, Memikat Pembeli dengan 'Show' Permen Hand Made
Indeks Berita
Rumor Saham
Bergerak Menuju Rp 500, Saham TELE ditawar ZTE?
Perusahaan provider telekomunikasi asal China, ZTE, dikabarkan berniat menguasai sebagian saham PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE). Harga....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bos Coffee Toffee Ini Kembali Bangkit Setelah Kena Tipu
Sebagian orang mungkin sudah tak asing dengan pemilik Coffee Toffee Odi Anindito. Dibalik kesuksesannya saat ini membangun gerainya, Odi ternyata pernah tertipu dan kemudian bangkit lagi.
Sosok Dan Peristiwa
Tinjau Sapi di Jambi, Dahlan Iskan Setir Mobil Sejauh 40 Km
Hari ini Menteri BUMN Dahlan Iskan mengunjungi peternakan sapi milik PTPN VI di Jambi. Ada yang unik, mantan Dirut PLN menyetir sendiri sejauh 40 Km. Wush...
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 857.000
-
Rp 600.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Kamis, 09-02-2012 18:13 WIB
Ironis! Belajar dari RI, Argentina Sukses Konversi BBM ke Gas
Posted by: kaptenDF
Kamis, 19/03/2009 10:04 WIB
Mengelola Toko Makanan Olahan Laut
Suhendra - detikFinance
(Foto: Suhendra-detikFinance)
Hal ini rupanya yang menjadi inspirasi Debby, pemilik toko Pangestu. Ia mengaku memulai usaha membuka gerai toko makanan olahan produk laut secara tak sengaja. Bertempat di kawasan Pasar Baru Cirebon, saat ini ia telah memiliki 4 gerai toko sejenis.
Berawal dari kegemaran suami yang hobi memasak, pada tahun 1992 lalu ia diberi tantangan oleh seorang rekanan yang berprofesi sebagai eksportir produk laut. Ia mengaku sering mendapat produk sisa ekspor dari rekannya, sehingga ia memulai memutar otak untuk memanfaatkan produk sisa ekspor tersebut.
"Waktu itu saya coba untuk mengolah produk-produk laut seperti ikan, cumi buat jenis makanan olahan, dan responsnya bagus. Saya teruskan sampai sekarang," kata Debby saat ditemui di tokonya, Cirebon, Minggu (15/3/2009).
Hingga kini setidaknya ia telah menjual hingga ratusan jenis produk kemasan hasil laut dari produk kering sampai basah misalnya jenis kerupuk dengan berbagai rasa ikan laut, baso, pempek, ikan teri kering, nuget, dendeng cumi-udang dan lain-lain.
"Pembelinya, mulai dari kota Cirebon sampai luar kota, yang menarik kalau produk saya jual itu bukan buat cemilan saja tapi justru buat makan, jadi lebih bisa buat menghemat," jelasnya.
Meskipun ia telah mampu membuat olahan sendiri, saat ini ia sudah menerima banyak kemitraan dengan menerima dan menjual produk-produk dari perajinan makanan olahan skala kecil di sekitar kawasan Cirebon.
"Dari seluruh produk yang saya jual hanya 20% yang saya produksi sendiri, selebihnya disuplai dari binaan saya," katanya.
Ia mengatakan saat ini peminat produk hasil laut cukup tinggi termasuk untuk hidangan jajanan cemilan ataupun produk makanan berat. Meskipun telah terbilang sukses dengan mengantongi omset puluhan juta per bulannya, ia masih enggan untuk mewaralabakan model tokonya.
"Kita maunya di-franchise, tapi saya akui manajemennya masih kurang," jelasnya.
Berbicara manajemen, berbisnis makanan olahan laut tidaklah susah apalagi soal pasokan bahan baku. Debby mengaku tidak kesulitan memperolehnya bahkan berlebih.
"Bahan baku, tidak ada masalah, kita simpan di lemari es. Kita juga banyak yang pasok," katanya.
Produk makanan olahan lautnya, diakuinya tidak hanya jago di kandang dalam negeri. Dalam beberapa pameran produk makanan di luar negeri seperti Malaysia, Brunai, Singapura. Produk-produknya ludes terjual karena banyak diminati.
"Sayangnya kita masih memerlukan packaging yang belum bagus. Kemasan kita masih pakai tangan, kalau di Thailand kita masih kalah mereka sudah pakai mesin," jelasnya.
Meskipun begitu, ia tetap yakin bisnis makanan olahan lautnya tetap cemerlang, maklum untuk meladeni pasar dalam negeri saja ia masih kewalahan. Melalui bantuan 20 orang pekerjanya, ia mampu mengumpulkan keutungan lembaran rupiah dari gerainya.
"Soal margin, saya ambil marginnya hanya 20%," imbuhnya.
Alamat Toko Pangestu
Kawasan Pasar Baru Cirebon
(hen/ir)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar 0
Berita Terpopuler
-
Kamis, 09/02/2012 12:04 WIB
Awas! Polisi Bakal Kawal Sensus Pajak -
Kamis, 09/02/2012 19:11 WIB
Gawat! Banyak Maling, Hanya 14% BBM Subsidi Tepat Sasaran -
Kamis, 09/02/2012 10:59 WIB
Tinjau Sapi di Jambi, Dahlan Iskan Setir Mobil Sejauh 40 Km -
Kamis, 09/02/2012 11:27 WIB
Diremehkan Tawar Bank Mutiara Rp 6,7 Triliun, Ini Jawaban Bos Yawadwipa -
Kamis, 09/02/2012 18:20 WIB
Jero Wacik Rapat '4 Mata' dengan Ipar SBY Amankan Proyek ESDM
Komentar Terpopuler
-
Kamis, 09/02/2012 - 17:26
Wow! Utang RI Dekati Rp 2.000 Triliun di 2012 -
Kamis, 09/02/2012 - 13:17
SBY: Ada Jutaan Orang Tidur Tak Nyenyak karena Perut Lapar -
Senin, 06/02/2012 - 09:58
Pemerintah Dikritik Hobi Ngutang -
Kamis, 09/02/2012 - 16:33
Pendapatan Per Kapita Orang Indonesia Naik 17% Jadi Rp 31 Juta -
Senin, 06/02/2012 - 15:10
Amankan Subsidi, Cukup Naikkan BBM Rp 1.000!
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Recommended Reading






Sending your message


---125x125.gif)

