Berita Lain
-
Senin, 30/01/2012 07:10 WIB
5 Tips Mendiversifikasi Portofolio -
Jumat, 20/01/2012 07:28 WIB
6 Tips Hidup Bebas Utang -
Senin, 16/01/2012 08:14 WIB
Perhatikan 8 Hal Ini Sebelum Stop Bekerja dan Mulai Usaha Sendiri -
Selasa, 10/01/2012 08:20 WIB
5 Kesalahan Umum Investor Pemula -
Senin, 09/01/2012 07:29 WIB
6 Alasan Mengapa Bisnis Baru Lebih Sering Gagal -
Jumat, 06/01/2012 07:45 WIB
Tips Menutup Kartu Kredit
Indeks Berita
Rumor Saham
Bergerak Menuju Rp 500, Saham TELE ditawar ZTE?
Perusahaan provider telekomunikasi asal China, ZTE, dikabarkan berniat menguasai sebagian saham PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE). Harga....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bos Coffee Toffee Ini Kembali Bangkit Setelah Kena Tipu
Sebagian orang mungkin sudah tak asing dengan pemilik Coffee Toffee Odi Anindito. Dibalik kesuksesannya saat ini membangun gerainya, Odi ternyata pernah tertipu dan kemudian bangkit lagi.
Sosok Dan Peristiwa
Tinjau Sapi di Jambi, Dahlan Iskan Setir Mobil Sejauh 40 Km
Hari ini Menteri BUMN Dahlan Iskan mengunjungi peternakan sapi milik PTPN VI di Jambi. Ada yang unik, mantan Dirut PLN menyetir sendiri sejauh 40 Km. Wush...
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 600.000
-
Rp 1,408.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Kamis, 09-02-2012 18:13 WIB
Ironis! Belajar dari RI, Argentina Sukses Konversi BBM ke Gas
Posted by: kaptenDF
Selasa, 17/03/2009 12:22 WIB
Jelang Pemilu, Hantu Politik Marak di Lantai Bursa
Indro Bagus SU - detikFinance
(Foto: Indro-detikFinance)
"Memang tradisinya seperti itu. Setiap menjelang pemilu hantu-hantu politik banyak yang menarik dananya dari lantai bursa," ujar Head of Research PT Recapital, Poltak Hotradero saat dihubungi detikFinance, Rabu (17/3/2009).
Poltak mengatakan, keberadaan dana-dana partai politik di Bursa Efek Indonesia (BEI) memang tidak bisa dibuktikan secara jelas. Namun, menurutnya penurunan IHSG secara berulang setiap menjelang pemilu bisa dijadikan bukti kuat adanya dana-dana politik di lantai bursa.
"Memang sulit membuktikannya, mereka ini kan kayak hantu. Hantu-hantu ini kan nggak bisa declare kalau mereka punya dana di bursa, karena bisa berbenturan dengan mekanisme sokongan dana partai. Tapi sudah menjadi rahasia umum kalau memang ada partai-partai yang memarkirkan dananya di bursa," ujarnya.
Menurut Poltak hal itu hanya bisa dimaklumi saja. Toh, justru karena adanya investasi-investasi bayangan tersebut di lantai bursa menjadikan perdagangan menjadi ramai.
Kendati demikian, Poltak melanjutkan, pemilu legislatif belum akan memukul IHSG jatuh cukup dalam. Penurunan IHSG beberapa hari belakangan, menurut Poltak bukan didominasi oleh penarikan dana partai.
"Penarikan memang ada, tapi belum terlalu besar. Saat ini penurunan lebih disebabkan reaksi pasar atas tradisi pemilu yang biasanya memang turun," ujarnya.
Poltak mengatakan, kondisi pasar saat ini tidak bisa dibandingkan begitu saja dengan kondisi menjelang pemilu 2004 lalu. Menurutnya, faktor eksternal resesi global masih menjadi penggerak pasar saat ini.
"Kalau pemilu 2004 kan pasar kita sedang bagus. Jadi ketika menjelang pemilu market turun, itu bisa diindikasikan langsung kalau itu terkait pemilu. Kalau sekarang, saya kira faktor global masih cukup kuat. Pasar masih sangat fluktuatif karena isu global. Jadi tidak bisa dibandingkan apple to apple dengan kondisi menjelang pemilu 2004," jelas Poltak.
"Saat ini lebih sulit membaca apakah penurunan IHSG benar-benar karena faktor pemilu legislatif atau karena faktor global yang juga sedang turun," imbuhnya.
Poltak justru memperkirakan, pengaruh kuat pada pergerakan IHSG justru akan terjadi saat menjelang pemilihan presiden (pilpres) 8 Juli 2009. Menurutnya, pemilu legislatif kurang cukup kuat mempengaruhi motivasi investasi para investor di pasar modal.
"Pemilu legislatif kan tidak membawa perubahan apa-apa terhadap kebijakan makro ekonomi negara. Justru pemilu presiden yang lebih berpengaruh. Karena investor-investor akan menunggu siapa yang akan memimpin negara ini, siapa saja kabinet-kabinetnya, kebijakan seperti apa yang akan diterapkannya. Itu yang akan mempengaruhi investor dalam menghitung investasinya," papar Poltak.
Oleh sebab itu, ia memprediksi penurunan tajam IHSG justru akan terjadi menjelang pemilu presiden Juni-Juli mendatang.
"Menjelang pemilu presiden, investor akan banyak yang membuang dulu saham-sahamnya, sehingga akan menyebabkan IHSG turun tajam. Mereka akan menunggu dulu siapa yang akan menang, baru bisa memutuskan akan masuk lagi atau tidak," ujarnya.
Poltak memperkirakan, titik terendah IHSG selama periode pemilu presiden Juli hingga September mendatang akan berada di level 1200. Sebagai catatan, pemilu presiden putaran satu akan dilakukan pada 8 Juli 2009. Jika ada putaran kedua, maka akan dilakukan pada 8 September 2009.
"Selama periode itu, pasar akan cenderung kurang likuid. Apalagi dalam kondisi seperti ini. Siapa yang akan duduk menjadi pemimpin negara ini akan sangat ditunggu-tunggu investor. Perkiraannya titik terendah IHSG selama periode itu akan berada di level 1.200," ujar Poltak.
(dro/ir)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar 0
Berita Terpopuler
-
Jumat, 10/02/2012 07:54 WIB
Daftar Suku Bunga Kredit Terbaru, KPR BCA Masih Juara Termurah -
Kamis, 09/02/2012 12:04 WIB
Awas! Polisi Bakal Kawal Sensus Pajak -
Jumat, 10/02/2012 06:52 WIB
Bunga Deposito Bank BUMN Turun Paling Banyak -
Jumat, 10/02/2012 07:15 WIB
iPhone 4S Diprediksi Sukses, Saham Apple Cetak Rekor -
Kamis, 09/02/2012 10:59 WIB
Tinjau Sapi di Jambi, Dahlan Iskan Setir Mobil Sejauh 40 Km
Komentar Terpopuler
-
Kamis, 09/02/2012 - 17:26
Wow! Utang RI Dekati Rp 2.000 Triliun di 2012 -
Kamis, 09/02/2012 - 21:02
SBY: Ada Jutaan Orang Tidur Tak Nyenyak karena Perut Lapar -
Senin, 06/02/2012 - 09:58
Pemerintah Dikritik Hobi Ngutang -
Kamis, 09/02/2012 - 16:33
Pendapatan Per Kapita Orang Indonesia Naik 17% Jadi Rp 31 Juta -
Kamis, 09/02/2012 - 13:57
Dahlan Iskan Bakal 'Hilangkan' 20 BUMN
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Recommended Reading






Sending your message


---125x125.gif)

