Berita Lain
-
Kamis, 09/02/2012 13:08 WIB
PPATK Laporkan Lagi 6 Transaksi Mencurigakan PNS Kemenkeu -
Kamis, 09/02/2012 12:36 WIB
Dijiplak, Kao Gugat Sabun BIORF -
Kamis, 09/02/2012 12:07 WIB
Ssst! Ini Dia Bocoran Revisi Aturan Waralaba -
Kamis, 09/02/2012 12:04 WIB
Awas! Polisi Bakal Kawal Sensus Pajak -
Kamis, 09/02/2012 09:16 WIB
Transaksi Mencurigakan Miliaran Rupiah Milik 153 PNS Diendus PPATK -
Kamis, 09/02/2012 08:31 WIB
Pemerintah Serius Bangun Jalur Trans Sumatera
Indeks Berita
Rumor Saham
Bergerak Menuju Rp 500, Saham TELE ditawar ZTE?
Perusahaan provider telekomunikasi asal China, ZTE, dikabarkan berniat menguasai sebagian saham PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE). Harga....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bos Coffee Toffee Ini Kembali Bangkit Setelah Kena Tipu
Sebagian orang mungkin sudah tak asing dengan pemilik Coffee Toffee Odi Anindito. Dibalik kesuksesannya saat ini membangun gerainya, Odi ternyata pernah tertipu dan kemudian bangkit lagi.
Sosok Dan Peristiwa
Tinjau Sapi di Jambi, Dahlan Iskan Setir Mobil Sejauh 40 Km
Hari ini Menteri BUMN Dahlan Iskan mengunjungi peternakan sapi milik PTPN VI di Jambi. Ada yang unik, mantan Dirut PLN menyetir sendiri sejauh 40 Km. Wush...
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 605.000
-
Rp 1,419.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Rabu, 08-02-2012 15:12 WIB
PNS Pajak & Bea Cukai Terbanyak Lakukan Transaksi Mencurigakan
Posted by: kaptenDF
Sabtu, 29/11/2008 14:02 WIB
PLN Tak Boleh Untung
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance
Foto: Dadan-detikFinance
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Menneg BUMN M Said Didu di sela-sela workshop BUMN di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (29/11/2008).
"Kenapa karena kalau dia untung berarti dia mencuri, jadi anda jangan pernah bermimpi PLN bisa untung," ujarnya.
Said mengakui banyak kalangan yang mempertanyakan, kenapa aset PLN besar tapi untungnya kecil. Meski PLN memiliki aset terbesar dibanding BUMN lainnya tetapi menurut aturan PLN tidak boleh untung. "Sebab kalau dikasih subsidi maka margin harus nol, kalau PLN untung maka direksinya dicopot," ujarnya.
Saat ini jumlah kerugian PLN merupakan kerugian terbesar yang dialami BUMN, yakni sebesar Rp 80-90 triliun per tahun.
Said menambahkan kini ada sekitar 142 BUMN, dari 142 BUMN itu yang memiliki perolehan laba terbaik hanya 25 BUMN. Dibanding 5 tahun lalu, baik dari sisi aset, penjualan, laba dan belanja sudah meningkat signifikan.
Namun meski sudah mencapai perolehan yang signifikan, BUMN masih diganjal oleh 6 undang-undang yang mengakibatkan BUMN tidak selincah perusahaan swasta.
6 undang-undang itu adalah UU No 40 tahun 2007 soal korporasi, UU No 8 tahun 1995 tentang pasar modal, paket undang-undang sektoral, paket undang-undang keuangan negara, UU No 19 tahun 2003 tentang BUMN dan paket undang-undang pengawasan dan pemeriksaan.
"Problemnya adalah penyidik tidak bisa membedakan mana risiko bisnis dan mana yang merugikan negara, pokoknya kalau BUMN rugi itu dianggap merugikan negara, makanya tidak sedikit pejabat BUMN yang masuk penjara karena dianggap merugikan negara," ujarnya.
Padahal menurutnya kalau risiko bisnis harusnya berpikir lebih dalam, aset negara yang dipisahkan di BUMN sebagian besar adalah ekuitas. "Baru bisa dikatakan merugikan negara jika ekuitasnya itu tergerus jadi selama tidak tergerus itu tidak merugikan negara," ujarnya. (ddn/ddn)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Berita Terpopuler
-
Kamis, 09/02/2012 11:27 WIB
Diremehkan Tawar Bank Mutiara Rp 6,7 Triliun, Ini Jawaban Bos Yawadwipa -
Kamis, 09/02/2012 13:16 WIB
Alasan BI Menurunkan BI Rate 25 Bps -
Kamis, 09/02/2012 10:59 WIB
Tinjau Sapi di Jambi, Dahlan Iskan Setir Mobil Sejauh 40 Km -
Kamis, 09/02/2012 08:45 WIB
10 Tips Sukses Investasi Jangka Panjang -
Kamis, 09/02/2012 13:08 WIB
PPATK Laporkan Lagi 6 Transaksi Mencurigakan PNS Kemenkeu
Komentar Terpopuler
-
Kamis, 09/02/2012 - 11:17
Wow! Utang RI Dekati Rp 2.000 Triliun di 2012 -
Kamis, 09/02/2012 - 13:17
SBY: Ada Jutaan Orang Tidur Tak Nyenyak karena Perut Lapar -
Senin, 06/02/2012 - 09:58
Pemerintah Dikritik Hobi Ngutang -
Kamis, 09/02/2012 - 07:50
Pendapatan Per Kapita Orang Indonesia Naik 17% Jadi Rp 31 Juta -
Senin, 06/02/2012 - 15:10
Amankan Subsidi, Cukup Naikkan BBM Rp 1.000!
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com






Sending your message

---125x125.gif)

