Berita Lain
-
Kamis, 09/02/2012 12:25 WIB
Lunasi Utang, Indofood Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun -
Kamis, 09/02/2012 12:08 WIB
Sesi I
IHSG Melemah 33 Poin Akibat Aksi Ambil Untung -
Kamis, 09/02/2012 11:36 WIB
Jual Menara, Indosat dapat 5% Saham Tower Bersama -
Kamis, 09/02/2012 10:43 WIB
Resources Alam Caplok 4 Tambang Batubara di Kalimantan -
Kamis, 09/02/2012 10:23 WIB
Dapat Pinjaman Rp 5,4 Triliun, BUMI Langsung Lunasi Utang -
Kamis, 09/02/2012 10:14 WIB
Pegadaian Terbitkan Lagi Obligasi Rp 1 Triliun
Indeks Berita
Rumor Saham
Bergerak Menuju Rp 500, Saham TELE ditawar ZTE?
Perusahaan provider telekomunikasi asal China, ZTE, dikabarkan berniat menguasai sebagian saham PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE). Harga....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bos Coffee Toffee Ini Kembali Bangkit Setelah Kena Tipu
Sebagian orang mungkin sudah tak asing dengan pemilik Coffee Toffee Odi Anindito. Dibalik kesuksesannya saat ini membangun gerainya, Odi ternyata pernah tertipu dan kemudian bangkit lagi.
Sosok Dan Peristiwa
Tinjau Sapi di Jambi, Dahlan Iskan Setir Mobil Sejauh 40 Km
Hari ini Menteri BUMN Dahlan Iskan mengunjungi peternakan sapi milik PTPN VI di Jambi. Ada yang unik, mantan Dirut PLN menyetir sendiri sejauh 40 Km. Wush...
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 605.000
-
Rp 1,419.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Rabu, 08-02-2012 15:12 WIB
PNS Pajak & Bea Cukai Terbanyak Lakukan Transaksi Mencurigakan
Posted by: kaptenDF
Rabu, 29/10/2008 08:06 WIB
IHSG Waktunya Bangkit
Irna Gustia - detikFinance
(Foto: Indro-detikFinance)
Keluarnya kebijakan pemerintah yang banyak memberikan insentif ke eksportir dan rencana pembelian SUN akan membuat pasar nyaman karena berimbas pada penguatan rupiah. Ujung-ujungnya investor saham juga akan lebih tenang melakukan investasi jika rupiah terkendali.
Penguatan bursa regional Rabu pagi ini (29/10/2008) yang mengikuti Wall Street menjadi sentimen positif buat IHSG. Indeks Nikkei Jepang naik 6,92% atau 479,26 poin menjadi 8.101,8, KOSPI Korea naik 7,66% atau 76,98 poin menjadi 1.076,14 dan S&P/ASX200 Australia naik 4,2% atau 158,9 poin menjadi 3.953,5.
Sementara bursa saham di Wall Street menguat karena ekspektasi the Fed akan memangkas suku bunganya pada pertemuan 29 Oktober ini dari 1,5% menjadi 1%.
Pada penutupan perdagangan Selasa (28/10/2008) waktu AS, indeks Dow Jones ditutup menguat tajam hingga 889,35 poin (10,88%) ke level 9.065,12. Standard & Poor's juga naik tajam hingga 91,59 poin (10,79%) ke elvel 940,51. Sementara Nasdaq menguat hingga 143,57 poin (9,53%) ke level 1.649,47.
Ini adalah kenaikan terbesar kedua yang pernah dicatat Dow Jones dan S&P dalam sejarah. Kenaikan terbesar dicatat pada 13 Oktober, saat Dow Jones melonjak 936,42 poin dan S&P 500 melonjak 104,13 poin.
Sedangkan pada penutupan perdagangan saham Selasa kemarin (28/10/2008) IHSG masih juga turun 55,019 poin (4,72%) ke posisi 1.111,390.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Indeks masih melemah 55 poin (4,72%) ke posisi 1.111 ditengah bursa regional yang rebound seperti Hang Seng +14,35%, Kospi +5,57%, Nikkei +6,41%, STI + 3,13%. Saham-saham BUMN yang mengadakan program buy back jadi motor pergerakan indeks sehingga bila program tersebut terus dijalankan akan menambah keyakinan investor. Indeks berpotensi rebound mengantisipasi laporan keuangan dan hasil pertemuan The Fed nanti malam yang diperkirakan memotong suku bunga 50 bps menjadi 1%. Pergerakan indeks harian di level 1.070-1.150 dengan pilihan saham SMGR, TINS, ANTM, TLKM, dan PGAS.
eTrading Securities
Bursa Indonesia kemarin kembali terkoreksi cukup dalam, seiring sentimen negatif dari pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp12.700/US$. Aksi spekulan di pasar valas membuat pergerakan rupiah menjadi sangat volatile dan memberi sentimen buruk ke bursa Indonesia. Indeks kembali turun 4,7% ke level 1111,3 dengan adj.Trading value mencapai Rp1,9 triliun. Beberapa saham mengalami bargain buying dan berhasil ditutup menguat, antara lain TINS, ANTM, INCO dan SMGR.
Sementara bursa US kemarin ditutup melonjak naik setelah testimoni dari The Fed yang akan kembali menurunkan Fed Rate dalam pertemuan malam ini. Konsensus memperkirakan Fed akan menurunkan suku bunga antara 25-50 bps untuk kembali memberi stimulus likuiditas di sektor kredit dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Langkah ini secara serempak juga akan diikuti oleh beberapa bank sentral Eropa dan Bank sentral Jepang yang diperkirakan akan menurunkan suku bunganya ke level 0,25% untuk menjaga nilai tukar Yen dan menstimulus sektor perbankan. Dow menguat signifikan +10,8%, Nasdaq +9,5% dan S&P500 +10,8%. Investor mulai kembail masuk ke bursa dan memburu saham-saham yang telah terkoreksi cukup dalam pada 1 minggu terakhir, dan mengabaikan sentimen negatif dari data kepercayaan konsumen yang kembali turun dan mencetak rekor terendah di level 38. Sentimen positif dari sektor keuangan US membawa bursa Asia dibuka menguat signifikan pagi ini. Nikkei +7%, KOSPI +5%, STI +3% dan AORD +3,8%.
Bursa Indonesia diperkirakan akan memanfaatkan sentimen positif ini untuk kembali masuk dalam momentum bullish jangka pendek, setelah selama 1 minggu berturut-turut terus melemah. Investor diperkirakan akan kembali masuk ke bursa dan memburu saham-saham yang telah terkoreksi cukup dalam, seperti PGAS, TINS, ANTM, ASII, dan PTBA. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 1100 - 1200 dan mencoba menembus level piskologis di 1200. (ir/ir)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar 0
Berita Terpopuler
-
Kamis, 09/02/2012 13:16 WIB
Alasan BI Menurunkan BI Rate 25 Bps -
Kamis, 09/02/2012 11:27 WIB
Diremehkan Tawar Bank Mutiara Rp 6,7 Triliun, Ini Jawaban Bos Yawadwipa -
Kamis, 09/02/2012 08:45 WIB
10 Tips Sukses Investasi Jangka Panjang -
Kamis, 09/02/2012 10:59 WIB
Tinjau Sapi di Jambi, Dahlan Iskan Setir Mobil Sejauh 40 Km -
Kamis, 09/02/2012 12:51 WIB
BI Rate Turun Jadi 5,75%
Komentar Terpopuler
-
Kamis, 09/02/2012 - 11:17
Wow! Utang RI Dekati Rp 2.000 Triliun di 2012 -
Kamis, 09/02/2012 - 13:17
SBY: Ada Jutaan Orang Tidur Tak Nyenyak karena Perut Lapar -
Senin, 06/02/2012 - 09:58
Pemerintah Dikritik Hobi Ngutang -
Kamis, 09/02/2012 - 07:50
Pendapatan Per Kapita Orang Indonesia Naik 17% Jadi Rp 31 Juta -
Senin, 06/02/2012 - 15:10
Amankan Subsidi, Cukup Naikkan BBM Rp 1.000!
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com






Sending your message


---125x125.gif)

