Berita Lain
-
Selasa, 07/02/2012 13:32 WIB
Obligasi Ajarkan Pemda Tingkatkan Pengelolaan Keuangan -
Selasa, 07/02/2012 12:12 WIB
Buka Tahun 2012, Obligasi Rp 10 Triliun Siap Meluncur -
Selasa, 07/02/2012 10:30 WIB
Perusahaan Tommy Soeharto Pailit di Singapura -
Selasa, 07/02/2012 09:35 WIB
Investor Akumulasi Saham Murah, IHSG Naik Tipis -
Selasa, 07/02/2012 08:07 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Siap Keluar dari Kejatuhan -
Selasa, 07/02/2012 07:19 WIB
Wall Street 'Istirahat' Setelah Melonjak Tajam
Indeks Berita
Rumor Saham
Zafrina Development Tambah Kepemilikan di LMPI?
Berkembang kabar di pasar salah satu pemegang saham mayoritas PT Langgeng Makmur Plastic Tbk (LMPI) yakni Zafrina Development Ltd. akan menambah....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bos Coffee Toffee Ini Kembali Bangkit Setelah Kena Tipu
Sebagian orang mungkin sudah tak asing dengan pemilik Coffee Toffee Odi Anindito. Dibalik kesuksesannya saat ini membangun gerainya, Odi ternyata pernah tertipu dan kemudian bangkit lagi.
Sosok Dan Peristiwa
Wanita Cantik Ini Raup Rp 383 Miliar dari Start-Up dengan 14 Staf
Usianya belum 40 tahun, tapi wanita cantik ini akan segera masuk dalam jajaran orang muda kaya di Australia. Bisnisnya adalah merangkul orang-orang yang 'diabaikan' perusahaan besar.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 604.000
-
Rp 1,418.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Senin, 06-02-2012 14:45 WIB
Utang Jatuh Tempo Pemerintah Rp 139 Triliun, Bunganya Rp 122 Triliun
Posted by: kaptenDF
Minggu, 26/10/2008 12:44 WIB
RI Jadi Contoh Pembebasan Auto Rejection Batas Atas
Angga Aliya ZRF - detikFinance
Foto: Indro-detikFinance
Menurut Kepala Bapepam-LK Fuad Rahmany, dengan kondisi krisis ekonomi yang melanda berbagai sektor terutama pasar modal, penanggulangannya harus melakukan dengan cara yang tidak biasa.
"Kami melakukan hal-hal lain yang negara lain tidak lakukan, kita bisa jadi contoh sekarang," ungkapnya di sela-sela acara perayaan Hari Keuangan ke 62 di Departemen Keuangan, Jakarta, Minggu (26/10/2008).
Ia juga menilai, ketika krisis yang melanda Indonesia pada tahun 1998 silam, pemerintah tidak bisa menanggulanginya dengan baik. "Dulu tidak bisa apa-apa. karena menggunakan cara-cara yang konvensional," katanya.
Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah adalah dengan mengubah aturan auto rejection yang selama simetris antara batas atas dan bawah menjadi asimetris. "Selama dalam keadaan situasi krisis seperti ini, kita tetap pertahankan auto rejection batas bawah sehingga bisa memperkecil volatilitas," imbuhnya.
Ia juga mengatakan, pemerintah harus berani mengambil langkah untuk berbuat sesuatu yang berbeda dari negara lain. "Kita harus bisa yang menentukan langkah supaya bisa jadi leader. Jangan sampai dikendalikan terus oleh pasar. Sebagai negara besar, harus bisa tentukan sikap. Itu yang paling penting," pungkasnya
(ang/ddn)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar 0
Berita Terpopuler
-
Selasa, 07/02/2012 11:23 WIB
Ini Dia Profil Bos Yawadwipa, si Peminat Bank Mutiara -
Selasa, 07/02/2012 10:30 WIB
Perusahaan Tommy Soeharto Pailit di Singapura -
Selasa, 07/02/2012 07:30 WIB
Misteri Yawadwipa, si Peminat Bank Mutiara -
Selasa, 07/02/2012 11:22 WIB
Larangan Dicabut, Minimarket Bakal Menjamur di Jakarta -
Selasa, 07/02/2012 08:15 WIB
Pembelian Bank Mutiara
DPR Minta Misteri Yawadwipa Diungkap
Komentar Terpopuler
-
Selasa, 07/02/2012 - 11:10
Wow! Utang RI Dekati Rp 2.000 Triliun di 2012 -
Selasa, 07/02/2012 - 10:54
Ini Dia Cara PNS Palsukan Biaya Perjalanan Dinas -
Selasa, 07/02/2012 - 07:48
Sofjan Wanandi Curhat Soal Demo Buruh di Ultah Apindo -
Sabtu, 04/02/2012 - 11:30
JK: Paling Baik dan Paling Pintar Menaikkan Harga BBM -
Rabu, 01/02/2012 - 15:26
Muhaimin: Buruh Blokir Jalan, Polisi Ambil Tindakan Tegas
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Recommended Reading






Sending your message


---125x125.gif)

