Berita Lain
-
Jumat, 10/02/2012 07:15 WIB
iPhone 4S Diprediksi Sukses, Saham Apple Cetak Rekor -
Kamis, 09/02/2012 16:11 WIB
BI Rate Turun, IHSG Cuma Berkurang Sedikit -
Kamis, 09/02/2012 13:35 WIB
Rupiah Melemah 0,28% atas Dolar AS Selama Januari -
Kamis, 09/02/2012 12:25 WIB
Lunasi Utang, Indofood Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun -
Kamis, 09/02/2012 12:08 WIB
Sesi I
IHSG Melemah 33 Poin Akibat Aksi Ambil Untung -
Kamis, 09/02/2012 11:36 WIB
Jual Menara, Indosat dapat 5% Saham Tower Bersama
Indeks Berita
Rumor Saham
Bergerak Menuju Rp 500, Saham TELE ditawar ZTE?
Perusahaan provider telekomunikasi asal China, ZTE, dikabarkan berniat menguasai sebagian saham PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE). Harga....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bos Coffee Toffee Ini Kembali Bangkit Setelah Kena Tipu
Sebagian orang mungkin sudah tak asing dengan pemilik Coffee Toffee Odi Anindito. Dibalik kesuksesannya saat ini membangun gerainya, Odi ternyata pernah tertipu dan kemudian bangkit lagi.
Sosok Dan Peristiwa
Tinjau Sapi di Jambi, Dahlan Iskan Setir Mobil Sejauh 40 Km
Hari ini Menteri BUMN Dahlan Iskan mengunjungi peternakan sapi milik PTPN VI di Jambi. Ada yang unik, mantan Dirut PLN menyetir sendiri sejauh 40 Km. Wush...
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 1,408.000
-
Rp 600.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Kamis, 09-02-2012 18:13 WIB
Ironis! Belajar dari RI, Argentina Sukses Konversi BBM ke Gas
Posted by: kaptenDF
Jumat, 10/10/2008 19:05 WIB
Pemerintah Bentuk Satgas Kejar Pelanggar Pasar Modal
Wahyu Daniel - detikFinance
Foto: Wahyu-detikFinance
Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani mengatakan dalam situasi yang berkembang saat ini, pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap pengaruh perkembangan krisis yang terjadi di AS terhadap Indonesia.
"Proses adjustment yang terjadi di luar tidak bisa kita lawan, tapi kita akan mengawalnya semaksimal mungkin sehingga dampaknya tidak besar. Kita sudah relaksasi aturan di pasar modal, BI juga agar ada ruang untuk bergerak," tuturnya.
Dikatakan Menkeu dengan perubahan ekonomi di AS yang berpengaruh secara global, terkadang ada pihak yang memanfaatkan situasi dengan mengambil keuntungan sendiri.
"Kami ingin seluruh aturan yang dikeluarkan tidak dimanfaatkan suatu pihak untuk kepentingannya sendiri. Maka itu kita tingkatkan law enforcement dengan mengundang Kapolri dan Kejaksaan Agung," katanya.
Bahkan Sri Mulyani mengatakan dirinya akan menindak tegas dan cepat jika ada tindakan pelanggaran atau penyebar rumor yang berdampak negatif terhadap sektor keuangan.
Di tempat yang sama, Jaksa Agung Hendarman Supandji mengatakan pihaknya siap membantu keamanan di tengah situasi gejolak yang terjadi. "Tidak tertutup kemungkinan ada pihak yang memanfaatkan situasi ini. Jadi kita siap 24 jam dipanggil untuk menghadapi krisis yang terjadi," tandasnya.
Sementara itu Kapolri Bambang Hendarso Danuri mengatakan pihaknya siap untuk membantu penyidikan terhadap tindak pidana pasar modal yang terjadi. "Apabila ada kasus yang berhubungan dengan perbankan kita juga akan terus bertindak," tegasnya.
Pemerintah Tidak Panik
Menkeu Sri Mulyani menambahkan situasi pasar keuangan global yang tengah panik ini tidak hanya Indonesia saja yang kena.
"Yang kita hadapi ini bukan yang dihadapi Indonesia sendiri, karena itu efekif atau tidak efektif langkah pemerintah itu tergantung magnitude perkembangan AS yang bisa kita lihat secara jelas dan transparan saat ini," ujarnya.
Pemerintah tetap akan menggunakan 5 langkah untuk mengantisipasi mengamankan dan menstabilkan pasar. Langkah itu perlu untuk menjaga ekonomi Indonesia di tengah guncangan yang sangat besar sekarang
"Lagian kita juga tidak tahu berapa lama krisis di AS terjadi. Kalau kami pemerintah tidak panik tapi kita waspada dengan terus melihat situasi yang terjadi di AS dan juga dampaknya terhadap situasi di pasar global, kita akan waspada 24 jam," ujarnya. (dnl/ddn)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar 0
Berita Terpopuler
-
Jumat, 10/02/2012 07:54 WIB
Daftar Suku Bunga Kredit Terbaru, KPR BCA Masih Juara Termurah -
Kamis, 09/02/2012 12:04 WIB
Awas! Polisi Bakal Kawal Sensus Pajak -
Jumat, 10/02/2012 08:38 WIB
Bangkrut, Kodak Stop Produksi Kamera -
Jumat, 10/02/2012 06:52 WIB
Bunga Deposito Bank BUMN Turun Paling Banyak -
Kamis, 09/02/2012 10:59 WIB
Tinjau Sapi di Jambi, Dahlan Iskan Setir Mobil Sejauh 40 Km
Komentar Terpopuler
-
Kamis, 09/02/2012 - 17:26
Wow! Utang RI Dekati Rp 2.000 Triliun di 2012 -
Kamis, 09/02/2012 - 21:02
SBY: Ada Jutaan Orang Tidur Tak Nyenyak karena Perut Lapar -
Senin, 06/02/2012 - 09:58
Pemerintah Dikritik Hobi Ngutang -
Kamis, 09/02/2012 - 16:33
Pendapatan Per Kapita Orang Indonesia Naik 17% Jadi Rp 31 Juta -
Kamis, 09/02/2012 - 13:57
Dahlan Iskan Bakal 'Hilangkan' 20 BUMN
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Recommended Reading






Sending your message


---125x125.gif)

