Berita Lain
-
Rabu, 08/02/2012 17:42 WIB
Bank OCBC NISP Raup Untung Rp 753 Miliar, Naik 80% -
Rabu, 08/02/2012 17:33 WIB
Naik 3%, Ini Daftar Baru Gaji Pejabat & Karyawan BI -
Rabu, 08/02/2012 15:26 WIB
PPATK Pastikan Calon Bos OJK Orang 'Bersih' dan Bukan Titipan -
Rabu, 08/02/2012 13:55 WIB
Deputi Gubernur BI Tak Tahu Yawadwipa Mau Beli Bank Mutiara -
Rabu, 08/02/2012 10:14 WIB
Bank Ekspor Indonesia Dapat Utangan Jepang Rp 900 Miliar -
Rabu, 08/02/2012 10:06 WIB
Komisioner OJK Sepi Peminat, Agus Marto Optimistis Berjalan Lancar
Indeks Berita
Rumor Saham
Zafrina Development Tambah Kepemilikan di LMPI?
Berkembang kabar di pasar salah satu pemegang saham mayoritas PT Langgeng Makmur Plastic Tbk (LMPI) yakni Zafrina Development Ltd. akan menambah....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bos Coffee Toffee Ini Kembali Bangkit Setelah Kena Tipu
Sebagian orang mungkin sudah tak asing dengan pemilik Coffee Toffee Odi Anindito. Dibalik kesuksesannya saat ini membangun gerainya, Odi ternyata pernah tertipu dan kemudian bangkit lagi.
Sosok Dan Peristiwa
Wanita Cantik Ini Raup Rp 383 Miliar dari Start-Up dengan 14 Staf
Usianya belum 40 tahun, tapi wanita cantik ini akan segera masuk dalam jajaran orang muda kaya di Australia. Bisnisnya adalah merangkul orang-orang yang 'diabaikan' perusahaan besar.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 1,419.000
-
Rp 605.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Rabu, 08-02-2012 15:12 WIB
PNS Pajak & Bea Cukai Terbanyak Lakukan Transaksi Mencurigakan
Posted by: kaptenDF
Rabu, 01/10/2008 20:25 WIB
Menkeu: Keputusan Politik Bailout Selalu Sangat Sulit
Wahyu Daniel - detikFinance
Foto: Wahyu/detikcom
Seperti diketahui, pemerintah AS kini sedang berjuang untuk mendapatkan persetujuan dari DPR-nya, bagi sebuah rencana bailout senilai US$ 700 miliar untuk menyelamatkan negara adidaya tersebut dari krisis finansial yang lebih buruk lagi.
Bailout itu sebenarnya sekilas mirip dengan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang diberikan di masa krisis 10 tahun silam. Dalam rencananya, pemerintah AS berniat membeli aset-aset yang bermasalah milik lembaga keuangan yang kini sedang dilanda kesulitan keuangan.
Menurut Menko Perekonomian yang juga Menteri Keuangan Sri Mulyani, setiap negara yang sudah pernah mengalami krisis mengakui bagaimana sulitnya sebuah proses politik untuk bailout.
"10 tahun yang lalu, di setiap negara yang biasanya mengalami krisis yang magnitude-nya besar, keputusan politik untuk melakukan bailout selalu sangat sulit. Karena pasti menimbulkan banyak pro kontra. Jadi kalau seperti sekarang di AS, pasti akan sangat sulit karena banyak menimbulkan pro kontra," jelas Sri Mulyani.
Ia menyampaikan hal itu ketika ditemui pada acara open house di rumahnya, Komplek Widya Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (1/10/2008).
Sri Mulyani mengatakan, Kongres AS tentu memiliki pertimbangan sehingga tidak begitu saja memuluskan proposal bailout yang diajukan pemerintah Bush. Karena pada akhirnya nanti, para pembayar pajaklah yang akan membayar seluruh kerugian yang terjadi dengan bailout yang dilakukan.
"Untuk AS, berarti akan menambah jumlah utang mereka pada saat APBN mereka sendiri sebenarnya cukup terbebani dengan masalah medicare mereka. Jadi program kesehatan di AS, jumlah demografi atau masyarakat yeng menjelang tua, yang akan menimbulkan banyak konsekuensi terhadap semacam social safety net di sana, Sehingga nantinya para pembayar pajak ini nantinya akan menjadi sangat critical terhadap rencana," paparnya.
Namun diakui Sri Mulyani proses persetujuan yang berlarut-larut ini juga semakin menimbulkan ketidakuntungan bagi karena akan membuat suasana semakin tidak pasti. Bahkan di seluruh dunia ikut menunggu kepastian rencana bailout tersebut.
"Memang proses ini sangat berat konsekuensi politiknya. Yang tidak menguntungkan adalah karena AS adalah negara yang memberi pengaruh terhadap perekonomian. Sehingga apapun keputusan, bahkan yang bersifat debat, antara Menkeu, Gubernur Bank Sentral, maupun pernyataan dari para anggota Kongres atau para senator, selalu menimbulkan sentimen di pasar," katanya.
Di tempat yang sama, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah mengatakan dirinya belum tahu bagaimana dampak situasi yang terjadi di AS ini terhadap bursa di Indonesia.
"Kita tunggu kan masih ada Kamis dan Jumat. Untungnya kita libur Lebaran jadi mungkin tidak terlalu terasa. Tapi kita lihat nanti, kan AS sudah rebound tadi malam, kita lihat dalam dua hari ini," ucapnya.
DPR AS kembali akan melakukan voting pada Rabu (1/10/2008) waktu setempat untuk mencari keputusan soal rencana bailout US$ 700 miliar yang sudah direvisi. Presiden AS George Walker Bush sebelumnya telah mendesak agar kongres segera menyetujui rencana tersebut, karena semakin lambat rencana disetujui, maka perekonomian AS bakal semakin menderita.
(dnl/qom)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Berita Terpopuler
-
Rabu, 08/02/2012 20:33 WIB
Dahlan Iskan Bakal 'Hilangkan' 20 BUMN -
Rabu, 08/02/2012 17:33 WIB
Naik 3%, Ini Daftar Baru Gaji Pejabat & Karyawan BI -
Rabu, 08/02/2012 14:15 WIB
Oknum PNS Lakukan Transaksi Mencurigakan Hingga Rp 8 Miliar di 10 Bank -
Jumat, 03/02/2012 12:33 WIB
Wanita Cantik Ini Raup Rp 383 Miliar dari Start-Up dengan 14 Staf -
Rabu, 08/02/2012 08:30 WIB
Tomy Winata Yakin Signature Tower Bisa 'Libas' Twin Tower Petronas
Komentar Terpopuler
-
Rabu, 08/02/2012 - 22:50
Wow! Utang RI Dekati Rp 2.000 Triliun di 2012 -
Rabu, 08/02/2012 - 12:15
SBY: Ada Jutaan Orang Tidur Tak Nyenyak karena Perut Lapar -
Senin, 06/02/2012 - 09:58
Pemerintah Dikritik Hobi Ngutang -
Selasa, 07/02/2012 - 12:19
Pendapatan Per Kapita Orang Indonesia Naik 17% Jadi Rp 31 Juta -
Senin, 06/02/2012 - 15:10
Amankan Subsidi, Cukup Naikkan BBM Rp 1.000!
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com






Sending your message

---125x125.gif)

