Berita Lain
-
Rabu, 08/02/2012 10:14 WIB
Bank Ekspor Indonesia Dapat Utangan Jepang Rp 900 Miliar -
Rabu, 08/02/2012 10:06 WIB
Komisioner OJK Sepi Peminat, Agus Marto Optimistis Berjalan Lancar -
Selasa, 07/02/2012 22:40 WIB
Pemerintah Jual Surat Utang Lagi Rp 12 Triliun -
Selasa, 07/02/2012 21:33 WIB
Agus Marto Ingin 'Misteri' Bos Yawadwipa Dibuka -
Selasa, 07/02/2012 16:20 WIB
Koar-koar Beli Bank Mutiara Rp 6,7 T, Yawadwipa Cuma Cari Sensasi -
Selasa, 07/02/2012 15:25 WIB
Minat Beli Bank Mutiara, Yawadwipa Harus Lulus Syarat BI
Indeks Berita
Rumor Saham
Zafrina Development Tambah Kepemilikan di LMPI?
Berkembang kabar di pasar salah satu pemegang saham mayoritas PT Langgeng Makmur Plastic Tbk (LMPI) yakni Zafrina Development Ltd. akan menambah....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bos Coffee Toffee Ini Kembali Bangkit Setelah Kena Tipu
Sebagian orang mungkin sudah tak asing dengan pemilik Coffee Toffee Odi Anindito. Dibalik kesuksesannya saat ini membangun gerainya, Odi ternyata pernah tertipu dan kemudian bangkit lagi.
Sosok Dan Peristiwa
Wanita Cantik Ini Raup Rp 383 Miliar dari Start-Up dengan 14 Staf
Usianya belum 40 tahun, tapi wanita cantik ini akan segera masuk dalam jajaran orang muda kaya di Australia. Bisnisnya adalah merangkul orang-orang yang 'diabaikan' perusahaan besar.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 1,418.000
-
Rp 863.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Selasa, 07-02-2012 15:30 WIB
Ini Dia Profil Bos Yawadwipa, si Peminat Bank Mutiara
Posted by: kaptenDF
Senin, 29/09/2008 21:39 WIB
Krisis Finansial Menular ke Eropa
Nurul Qomariyah - detikFinance
Foto: Reuters
Pemerintah Inggris, Jerman, Belgia dan sejumlah negara Eropa lain terpaksa menyuntikkan miliaran dolar untuk lembaga keuangannya. Langkah itu mengikuti langkah penyelamatan senilai US$ 700 miliar yang diumumkan pemerintah AS.
Rencana tersebut kini sedang dibahas oleh DPR AS, dan rencananya anggota kongres akan melakukan votingnya pada Senin (29/9/2008) waktu setempat. Kongres diharapkan bisa menyetujui langkah penyelamatan yang dikonsep untuk menghindarkan AS dari krisis terburuk sejak peristiwa Great Depresion era 1930-an silam.
Langkah penyelamatan terbesar dilakukan oleh trio Belanda, Belgia dan Luxemburg yang menyuntikkan EUR 11,2 miliar atau setara dengan US$ 16,4 miliar untuk Fortis Group. Penyelamatan Fortis dilakukan setelah ada pembicaraan darurat dengan Gubernur Bank Sentral Eropa Jean-Claude Trichet.
Di Inggris, pemerintah terpaksa melakukan nasionalisasi sebagian dari aset Bradford & Bingley untuk menghindari kerusakan sistemik. Sebagian aset dari B&B juga dijual kepada bank Spanyol, Santander. Nasionalisasi ini merupakan kelanjutan dari pengambilalihan HBOS dan nasionalisasi Northern Rock pada Februari lalu.
Pemerintah Jerman dan konsorsium bank juga harus menyediakan US$ 51,2 miliar dalam bentuk jaminan kredit kepada Hypo Real Estate.
"Tujuan dari seluruh operasi ini adalah untuk memberi nafas kepada Hypo Real Estate," ujar juru bicara Depkeu Jerman, seperti dikutip dari Reuters, Senin (29/9/2008).
Islandia pun harus melakukan langkah serupa. Pemerintah Islandia akhirnya mengambil alih 75% saham dari bank terbesar ketiganya, Glitnir.
Semua langkah penyelamatan ini belum termasuk miliaran dolar uang yang digelontorkan bank sentral di Eropa untuk mencegah keringnya likuiditas.
Ditengah semua kekisruhan tersebut, bursa-bursa dunia berjatuhan lagi. Bursa-bursa Asia sudah terlebih dulu berguguran. Indeks saham di Hong Kong anjlok 4,3%, Tokyo melorot 1,26%, Sydney turun 2% dan Seoul turun 1,35%.
Setelah itu giliran bursa Eropa yang mengalami penurunan tajam di awal pekan ini. Indeks FTSE turun 3,25%, Paris turun 3,23% dan Frankfurt anjlok 2,55%.
Sementara Wall Street juga dibuka langsung melemah. Indeks Dow Jones dibuka langsung turun 1,49% ke level 10.977,30.
"Bailout oleh pemerintah di Eropa memberikan petunjuk penting bahwa gejolak finansial yang bermula dari AS kini jelas sekali sudah menjadi masalah global," ujar Lee Hardman, analis dari Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ di London seperti dikutip dari AFP.
Saham-saham finansial di Eropa terus berjatuhan. Hypo Real Estate terpangkas hingga 70%, Commerzbank anjlok 18%, Fortis melorot 12%.
"Dalam pandangan kami, sementara rencana bailout akan mengurangai risiko kolaps secara sistemik, masih akan ada risiko penurunan. Paling tidak semua yang berhubungan dengan pelemahan yang berlarut-larut dalam perekonomian global," kata David Woo, analis dari Barclays Capital.
(qom/qom)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar 0
Berita Terpopuler
-
Rabu, 08/02/2012 13:37 WIB
PNS Pajak & Bea Cukai Terbanyak Lakukan Transaksi Mencurigakan -
Rabu, 08/02/2012 13:39 WIB
Kepala PPATK Sedih Rekening Gendut PNS Tak Digubris Hukum -
Rabu, 01/02/2012 07:22 WIB
Ini Dia Cara PNS Palsukan Biaya Perjalanan Dinas -
Rabu, 08/02/2012 08:30 WIB
Tomy Winata Yakin Signature Tower Bisa 'Libas' Twin Tower Petronas -
Rabu, 08/02/2012 07:25 WIB
Bangun Jembatan Rp 100 Triliun, Tomy Winata Dekati BUMN China
Komentar Terpopuler
-
Rabu, 08/02/2012 - 10:14
Wow! Utang RI Dekati Rp 2.000 Triliun di 2012 -
Rabu, 08/02/2012 - 08:50
Ini Dia Cara PNS Palsukan Biaya Perjalanan Dinas -
Rabu, 08/02/2012 - 12:15
SBY: Ada Jutaan Orang Tidur Tak Nyenyak karena Perut Lapar -
Rabu, 08/02/2012 - 09:25
JK: Paling Baik dan Paling Pintar Menaikkan Harga BBM -
Rabu, 01/02/2012 - 15:26
Muhaimin: Buruh Blokir Jalan, Polisi Ambil Tindakan Tegas
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com






Sending your message


---125x125.gif)

