Berita Lain
-
Jumat, 10/02/2012 06:52 WIB
Bunga Deposito Bank BUMN Turun Paling Banyak -
Kamis, 09/02/2012 19:52 WIB
Ketua Bapepam Ramaikan Perebutan Kursi Pejabat OJK -
Kamis, 09/02/2012 19:36 WIB
Anggito Abimanyu Pikir-pikir Daftar Jadi Bos OJK -
Kamis, 09/02/2012 18:01 WIB
Sudah Banyak Untung, Saatnya Bank Turunkan Bunga Kredit! -
Kamis, 09/02/2012 16:09 WIB
LPS Beri Beberapa Trik agar Yawadwipa Bisa Mulus Beli Bank Mutiara -
Kamis, 09/02/2012 13:16 WIB
Alasan BI Menurunkan BI Rate 25 Bps
Indeks Berita
Rumor Saham
Diisukan Tertangkap karena Narkoba, Novia Ardhana Siap Tes Urine
Sejak Selasa (7/2/2012) kemarin artis Novia Ardhana dikabarkan ditangkap karena narkoba. Namun tampaknya itu hanya sekedar kabar burung. Terusik oleh....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bos Coffee Toffee Ini Kembali Bangkit Setelah Kena Tipu
Sebagian orang mungkin sudah tak asing dengan pemilik Coffee Toffee Odi Anindito. Dibalik kesuksesannya saat ini membangun gerainya, Odi ternyata pernah tertipu dan kemudian bangkit lagi.
Sosok Dan Peristiwa
Tinjau Sapi di Jambi, Dahlan Iskan Setir Mobil Sejauh 40 Km
Hari ini Menteri BUMN Dahlan Iskan mengunjungi peternakan sapi milik PTPN VI di Jambi. Ada yang unik, mantan Dirut PLN menyetir sendiri sejauh 40 Km. Wush...
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 600.000
-
Rp 1,408.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Kamis, 09-02-2012 18:13 WIB
Ironis! Belajar dari RI, Argentina Sukses Konversi BBM ke Gas
Posted by: kaptenDF
Jumat, 19/09/2008 11:47 WIB
Pemerintah AS Pakai Standar Ganda Selesaikan Krisis Keuangan
Dadan Kuswaraharja - detikFinance
AIG (Reuters)
Pemerintah AS dulu mengkritik habis-habisan pemerintah Asia yang mencoba menyelamatkan (bail-out) perusahaan-perusahaan yang tengah kolaps saat krisis ekonomi tahun 1997-1998 lalu. Perusahaan itu dibiarkan mati darah tanpa ada upaya penyelamatan.
Namun kini, pemerintah AS mudah sekali memberi bantuan penyelamatan bagi perusahaan-perusahaan di AS yang lagi sekarat karena terkena krisis subprime mortgage.
Untuk mencegah perusahaan asuransi AIG dari kebangkrutan, bank sentral AS menyuntik senilai US$ 85 miliar. Sebelumnya pemerintah AS juga memberikan US$ 200 miliar kepada perusahaan Fannie Mae dan Freddie Mac
Upaya penyelamatan ini dinilai ekonom, kontras dengan apa yang disuruh Amerika kepada negara Asia sepuluh tahun yang lalu. Inilah beberapa alasan yang membuat ekonom menuding AS telah menerapkan standar ganda.
Menanggapi hal ini mantan Kepala Ekonomi IMF Raghuram Rajan mengatakan upaya pemerintah AS ini dilakukan untuk menghadapi serangan spekulasi terhadap perusahaan keuangan AS yang tengah jatuh.
"Sangat wajar jika pemerintah masuk dan mengatakan kita tidak bisa membiarkan hal ini terjadi," ujar Rajan yang menjabat kepala ekonom IMF pada 2003-2006 ini seperti dikutip AFP, Jumat (19/9/2008).
Sementara itu sepuluh tahun lalu misalnya ketika Dana Moneter Internasional (IMF) memberikan bantuan kepada Korsel senilai US$ 20 miliar, IMF meminta Korsel tidak mem-bailout perusahaan yang kolaps.
"Washington mengikuti skenario berbeda saat ini," ujar ekonom Yung Chul Park seperti dikutip New York Times.
Krisis AS dan Asia memang awalnya tidak sama. Krisis Asia terjadi karena masalah dalam mata uangnya. Krisis terjadi karena nilai mata uang yang melambung tinggi, sedangkan krisis di AS dipicu masalah kredit perumahan.
Namun ekonom lain berpendapat berbeda, penyelamatan perusahaan AS sekarang perlu untuk menjaga sistem keuangan global. Jika perusahaan itu dibiarkan bangkrut, maka akan menular ke perusahaan lain di belahan dunia lainnya.
"Saya kira pemerintah AS telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah AIG bangkrut. Karena jika AIG bangkrut maka yang paling dirugikan adalah bank di Eropa, karena mereka lah nasabah utama AIG," ujar Nicholas Lardy, ahli dari Peterson Institute for International Economics.
"Anda melihat insitusi yang merupakan jantung dari pusat sistem keuangan global," ujarnya sambil membandingkan dengan krisis Asia. (ddn/ir)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar 0
Berita Terpopuler
-
Jumat, 10/02/2012 06:52 WIB
Bunga Deposito Bank BUMN Turun Paling Banyak -
Kamis, 09/02/2012 12:04 WIB
Awas! Polisi Bakal Kawal Sensus Pajak -
Jumat, 10/02/2012 07:15 WIB
iPhone 4S Diprediksi Sukses, Saham Apple Cetak Rekor -
Kamis, 09/02/2012 10:59 WIB
Tinjau Sapi di Jambi, Dahlan Iskan Setir Mobil Sejauh 40 Km -
Kamis, 09/02/2012 11:27 WIB
Diremehkan Tawar Bank Mutiara Rp 6,7 Triliun, Ini Jawaban Bos Yawadwipa
Komentar Terpopuler
-
Kamis, 09/02/2012 - 17:26
Wow! Utang RI Dekati Rp 2.000 Triliun di 2012 -
Kamis, 09/02/2012 - 21:02
SBY: Ada Jutaan Orang Tidur Tak Nyenyak karena Perut Lapar -
Senin, 06/02/2012 - 09:58
Pemerintah Dikritik Hobi Ngutang -
Kamis, 09/02/2012 - 16:33
Pendapatan Per Kapita Orang Indonesia Naik 17% Jadi Rp 31 Juta -
Kamis, 09/02/2012 - 13:57
Dahlan Iskan Bakal 'Hilangkan' 20 BUMN
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com






Sending your message


---125x125.gif)

