Berita Lain
-
Jumat, 20/01/2012 07:28 WIB
6 Tips Hidup Bebas Utang -
Senin, 16/01/2012 08:14 WIB
Perhatikan 8 Hal Ini Sebelum Stop Bekerja dan Mulai Usaha Sendiri -
Selasa, 10/01/2012 08:20 WIB
5 Kesalahan Umum Investor Pemula -
Senin, 09/01/2012 07:29 WIB
6 Alasan Mengapa Bisnis Baru Lebih Sering Gagal -
Jumat, 06/01/2012 07:45 WIB
Tips Menutup Kartu Kredit -
Kamis, 29/12/2011 07:24 WIB
8 Resolusi Meningkatkan Investasi di 2012
Indeks Berita
Rumor Saham
Zafrina Development Tambah Kepemilikan di LMPI?
Berkembang kabar di pasar salah satu pemegang saham mayoritas PT Langgeng Makmur Plastic Tbk (LMPI) yakni Zafrina Development Ltd. akan menambah....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bos Coffee Toffee Ini Kembali Bangkit Setelah Kena Tipu
Sebagian orang mungkin sudah tak asing dengan pemilik Coffee Toffee Odi Anindito. Dibalik kesuksesannya saat ini membangun gerainya, Odi ternyata pernah tertipu dan kemudian bangkit lagi.
Sosok Dan Peristiwa
Wanita Cantik Ini Raup Rp 383 Miliar dari Start-Up dengan 14 Staf
Usianya belum 40 tahun, tapi wanita cantik ini akan segera masuk dalam jajaran orang muda kaya di Australia. Bisnisnya adalah merangkul orang-orang yang 'diabaikan' perusahaan besar.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 1,418.000
-
Rp 863.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Selasa, 07-02-2012 15:30 WIB
Ini Dia Profil Bos Yawadwipa, si Peminat Bank Mutiara
Posted by: kaptenDF
Selasa, 22/07/2008 12:47 WIB
Pasar Saham Bertumpu di 3 Sektor
Indro Bagus SU - detikFinance
(Foto: Indro-detikFinance)
Dua yang pertama yakni tambang dan komoditas mulai menjadi idola setelah tren harga minyak dunia yang terus naik. Saham tambang terutama batubara ikut terkerek harganya karena kenaikan harga minyak membuat batubara jadi alternatif bahan bakar.
Begitupula dengan saham komoditas perkebunan menjadi idola seiring kenaikan harga pangan dunia dan tingginya kebutuhan CPO untuk bahan bakar nabati. Sedangkan emiten perbankan merajai lantai bursa karena kapitalisasinya yang besar terutama bank pelat merah.
"Jadi jangan heran, jika terjadi guncangan di tiga sektor ini akan sangat mempengaruhi IHSG," kata analis saham Budi Ruseno di acara diskusi bertajuk 'Masih Optimiskah Pasar Bursa Indonesia' di Mercantile Club, Wisma BCA, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (21/7/2008).
Budi menilai wajar jika pekan lalu IHSG mencatat level terendah di tahun 2008 akibat aksi jual yang tinggi saham tambang dan komoditas. Penurunan yang terjadi sepanjang 2008 sebesar 21,6% menurut Budi masih dalam batas normal.
Senada dengan itu, pengamat pasar modal lainnya, Poltak Hotradero mengatakan penurunan indeks yang terjadi di Indonesia pekan lalu juga dialami bursa Asia lainnya.
"Sebagai perbandingan bursa Karaci sepanjang 2008 turun 31,5%, Bombay turun 38,5%, Shanghai turun 43,25%, dan yang terburuk adalah Ho Chi Min turun 53-57%," kata Poltak yang menjabat Kepala Riset Recapital Securities.
Namun Poltak mengingatkan, adanya potensi pasar modal di Indonesia yang masih menyediakan ruang luas untuk menguat. Indikasinya terlihat dari kapitalisasi pasar saham Indonesia baru sebesar 38% dari GDP.
"Kalau kita lihat seperti China misalnya 40% dari GDP, Vietnam mencapai 49%, India sudah 90%, Malaysia 160%, Singapura 275%. Jadi kalau dilihat dari sini, Indonesia masih memiliki ruang yang cukup luas untuk pengembangan pasar modalnya," tutur Poltak.
Untuk pengembangannya, otoritas pasar modal harus membuat banyak alternatif produk selain saham. "Jadi nanti tidak hanya fokus ke ekuiti," katanya. (ir/qom)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar 0
Berita Terpopuler
-
Rabu, 08/02/2012 13:37 WIB
PNS Pajak & Bea Cukai Terbanyak Lakukan Transaksi Mencurigakan -
Rabu, 08/02/2012 13:39 WIB
Kepala PPATK Sedih Rekening Gendut PNS Tak Digubris Hukum -
Rabu, 01/02/2012 07:22 WIB
Ini Dia Cara PNS Palsukan Biaya Perjalanan Dinas -
Rabu, 08/02/2012 08:30 WIB
Tomy Winata Yakin Signature Tower Bisa 'Libas' Twin Tower Petronas -
Rabu, 08/02/2012 07:25 WIB
Bangun Jembatan Rp 100 Triliun, Tomy Winata Dekati BUMN China
Komentar Terpopuler
-
Rabu, 08/02/2012 - 10:14
Wow! Utang RI Dekati Rp 2.000 Triliun di 2012 -
Rabu, 08/02/2012 - 08:50
Ini Dia Cara PNS Palsukan Biaya Perjalanan Dinas -
Rabu, 08/02/2012 - 12:15
SBY: Ada Jutaan Orang Tidur Tak Nyenyak karena Perut Lapar -
Rabu, 08/02/2012 - 09:25
JK: Paling Baik dan Paling Pintar Menaikkan Harga BBM -
Rabu, 01/02/2012 - 15:26
Muhaimin: Buruh Blokir Jalan, Polisi Ambil Tindakan Tegas
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com






Sending your message


---125x125.gif)

