detikfinance

Roadmap Cukai Rokok Disiapkan

Indro Bagus SU - detikfinance
Jumat, 11/07/2008 10:16 WIB
Roadmap Cukai Rokok Disiapkan Foto: Ilustrasi
Cirebon -Pemerintah sedang mempersiapkan roadmap cukai industri rokok yang dilakukan secara bertahap. Finalisasi diharapkan dapat direalisasikan pada 2015.

"Pemerintah yang terdiri dari Deptan, Depdag, Depkes dan Depkeu sedang menyusun rodmap cukai rokok secara bertahap. Finalisasinya ditargetkan pada 2015," ujar Kasubdit Fasilitas Kepabeanan, Jaka Kusmartata.

Ia menyampaikan hal itu dalam acara kunjungan di pabrik PT British American Tobacco Indonesia Tbk (BATI), Cirebon, Jumat (11/7/2008).

Tujuan penyusunan roadmap adalah untuk menciptakan kompetisi yang sehat di industri rokok nasional serta transparansi kebijakan cukai hasil tembakau dan optimalisasi penerimaan cukai.

Berdasarkan data yang dipublikasikan, sejak tahun 2003 hingga 2007 lalu, produksi industri rokok nasional terus mengalami pertumbuhan. Pada tahun 2003, produksi rokok nasional sebanyak 190 miliar batang, dan di tahun 2007 produksi rokok nasional sudah mencapai 238 miliar batang.

"Rata-rata pertumbuhan per tahunnya sekitar 5%," ujar Jaka.

Dengan asumsi pertumbuhan tersebut, pemerintah menargetkan pada tahun 2015 produksi rokok nasional akan mencapai 260 miliar batang.

"Finalisasi roadmap rencananya akan membatasi produksi rokok nasional sebanyak 260 miliar batang per tahunnya," ujar Jaka.

Sayangnya ia masih belum dapat menjabarkan mekanisme seperti apa yang akan diterapkan pemerintah melalui pembatasan tersebut. Sebab, pembatasan yang kurang tepat sasaran bisa menyebabkan menurunnya pertumbuhan industri rokok nasional seperti pada tahun 2000.

Pada tahun 2000, pemerintah menerapkan apa yang disebut sebagai tarif cukai excessive. Sebelum diterapkan, produksi rokok nasional mencapai 228 miliar batang. Namun setelah diterapkan, produksi rokok nasional secara berangsur-angsur mengalami penurunan signifikan.

Produksi rokok nasional di 2001 menurun menjadi 220 miliar batang, tahun 2002 menjadi 200 miliar batang dan di tahun 2003 menjadi 190 miliar batang. Baru setelah kebijakan cukai rokok excessive digantikan dengan cukai moderat di tahun 2003, mendorong pemulihan volume produksi rokok nasional.

"Oleh karena itu penyusunan roadmap kami siapkan dengan sangat mencermati industri rokok nasional hingga 2015, baru finalisasi dapat direalisasikan," jelas Jaka.

(dro/qom)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut