Kamis, 9 Februari 2012
Find us on: feed rss facebook twitter
detik inet
    detikcom
  • Home
  • Ekonomi Bisnis
  • Finansial
  • Properti
  • Energi
  • Industri
  • Sosok
  • Peluang Usaha
  • Indeks
Pajak · Perencanaan Keuangan · Rumor Saham · Market Research · Foto · TV · Konsultasi
Trending Topic :   saham | level | perdagangan | IHSG | Bank Mutiara | BBM subsidi | level Indeks | pertumbuhan ekonomi |
  • Ironis! Belajar dari RI, Argentina Sukses Konversi BBM ke Gas
    Kamis, 09/02/2012 15:59 WIB

    Ironis! Belajar dari RI, Argentina Sukses Konversi BBM ke Gas

  • Kisruh Bunga KPR Subsidi, Jutaan Buruh Bangunan Menganggur
    Kamis, 09/02/2012 12:29 WIB

    Kisruh Bunga KPR Subsidi, Jutaan Buruh Bangunan Menganggur

  • BI Rate Turun Jadi 5,75%
    Kamis, 09/02/2012 12:51 WIB

    BI Rate Turun Jadi 5,75%

  • Ssst! Ini Dia Bocoran Revisi Aturan Waralaba
    Kamis, 09/02/2012 12:07 WIB

    Ssst! Ini Dia Bocoran Revisi Aturan Waralaba

  • Tinjau Sapi di Jambi, Dahlan Iskan Setir Mobil Sejauh 40 Km
    Kamis, 09/02/2012 10:59 WIB

    Tinjau Sapi di Jambi, Dahlan Iskan Setir Mobil Sejauh 40 Km

  • Diremehkan Tawar Bank Mutiara Rp 6,7 Triliun, Ini Jawaban Bos Yawadwipa
    Kamis, 09/02/2012 11:27 WIB

    Diremehkan Tawar Bank Mutiara Rp 6,7 Triliun, Ini Jawaban Bos Yawadwipa

  • Dapat Pinjaman Rp 5,4 Triliun, BUMI Langsung Lunasi Utang
    Kamis, 09/02/2012 10:23 WIB

    Dapat Pinjaman Rp 5,4 Triliun, BUMI Langsung Lunasi Utang

  • Kamis, 09/02/2012 09:02 WIB

    Direksi Perusahaan Asuransi Ramai-Ramai Daftar Jadi 'Bos' OJK

  • Transaksi Mencurigakan Miliaran Rupiah Milik 153 PNS Diendus PPATK
    Kamis, 09/02/2012 09:16 WIB

    Transaksi Mencurigakan Miliaran Rupiah Milik 153 PNS Diendus PPATK

Berita Lain

  • Senin, 16/01/2012 07:26 WIB
    Wawancara Khusus (2)
    MS Hidayat: Perlu Ada Orang Seperti Tommy Kembangkan Mobnas
  • Senin, 16/01/2012 06:54 WIB
    Wawancara Khusus (1)
    MS Hidayat Blak-blakan Soal Ambisi Mobnas Indonesia
  • Senin, 09/01/2012 08:14 WIB
    Wawancara Suhu Yo
    Tahun Naga Air, Tahun Bisnis Susah Mengalir
  • Jumat, 02/12/2011 07:03 WIB
    Wawancara Deputi Gubernur BI:
    Membedah Wajah Perbankan RI di 2012
  • Jumat, 30/09/2011 13:30 WIB
    Wawancara CEO Stanchart Indonesia
    Indonesia Punya Bank Terbaik dan Tahan Krisis
  • Selasa, 09/08/2011 14:19 WIB
    Wawancara Dirjen Bea Cukai
    Setoran Bakal Seret, Bea Cukai Tutup Kebocoran

Indeks Berita

Rumor Saham

Bergerak Menuju Rp 500, Saham TELE ditawar ZTE?
Perusahaan provider telekomunikasi asal China, ZTE, dikabarkan berniat menguasai sebagian saham PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE). Harga....
0 Komentar | Balas Tanggapan

Peluang Usaha

Bos Coffee Toffee Ini Kembali Bangkit Setelah Kena Tipu
Gb
Sebagian orang mungkin sudah tak asing dengan pemilik Coffee Toffee Odi Anindito. Dibalik kesuksesannya saat ini membangun gerainya, Odi ternyata pernah tertipu dan kemudian bangkit lagi.

Sosok Dan Peristiwa

Tinjau Sapi di Jambi, Dahlan Iskan Setir Mobil Sejauh 40 Km
Gb
Hari ini Menteri BUMN Dahlan Iskan mengunjungi peternakan sapi milik PTPN VI di Jambi. Ada yang unik, mantan Dirut PLN menyetir sendiri sejauh 40 Km. Wush...
  • Hotel
  • Penerbangan

Cari Penawaran Terbaik di Sini

Rancang Perjalananmu di Sini

Info Promosi Travel
  • Nanyuan Inn
    english.ctrip.com
    Rp 1,408.000
  • Royal Pacific Hotel, Hong Kong
    sinohotel.com
    Rp 857.000

Forum Finance register | login

Thread Pilihan
Kamis, 09-02-2012 18:13 WIB
Ironis! Belajar dari RI, Argentina Sukses Konversi BBM ke Gas
Posted by: kaptenDF
  • Diremehkan Tawar Bank Mutiara Rp 6,7 Triliun, Ini Jawaban Bos Yawadwipa
  • Tinjau Sapi di Jambi, Dahlan Iskan Setir Mobil Sejauh 40 Km

detikFinance » Wawancara Khusus


Rabu, 09/07/2008 14:40 WIB
PHEI Ingin Jadi Acuan Harga Obligasi  
Indro Bagus SU - detikFinance


(Foto: Indro/detikFinance)
Jakarta - Satu lagi lembaga penilai di pasar modal terbentuk. Di bawah kendali otoritas bursa, PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) dibentuk. Cita-citanya mulia ingin harga obligasi setransparan mungkin.

Meski baru terbentuk 1 Juli 2008. Lembaga penilai harga obligasi ini punya keinginan untuk menjadi acuan harga obligasi. Asal tahu saja, kebanyakan harga obligasi ditentukan lewat over the counter (OTC) alias negosiasi antara pembeli dan penjual.

Namun seringkali perdagangan OTC tidak memberikan acuan harga obligasi yang wajar dan sesuai dengan pasar.

Dengan didirikannya lembaga ini, diharapkan dapat terjadi perdagangan obligasi yang lebih fair, dalam arti pelaku pasar obligasi dapat mengacu pada harga yang memang layak sesuai dengan mekanisme pasar.

Untuk mengetahui lebih lanjut posisi PHEI di pasar modal, khususnya pasar obligasi, detikFinance mewawancarai Dirut PT PHEI, Ignatius Girendroheru di gedung BEI, Rabu (9/7/2008).

Ignatius sebelumnya adalah menjabat Kepala Divisi Pencatatan Sektor Riil BEI. Sebelum bergabung di BEI pria berkacamata ini berkarir di Bursa Efek Surabaya yang melebur dalam BEI. Ketika di BES Ignatius lebih banyak berkecimpung dalam masalah surat utang.

Berikut petikan wawancaranya.

Latar belakang didirikannya lembaga ini?

Didirikannya lembaga ini merupakan bagian dari pengembangan pasar obligasi di Indonesia. Namun nature pasar obligasi itu adalah OTC. Dengan cara seperti itu kendalanya adalah seringkali tidak terjadi transparansi harga perdagangan yang dinilai wajar.

Peran PHEI?


PHEI memperoleh wewenang untuk menetapkan harga obligasi yang wajar dan dapat dijadikan acuan bagi pelaku pasar obligasi. Istilahnya marked to market. Tugas dan kewajiban LHEI adalah menerbitkan acuan harga yang wajar atas seluruh instrumen surat utang atau obligasi yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Struktur PHEI?

Secara struktural PHEI merupakan badan hukum yang berdiri sendiri. Jadi seperti Pefindo, tapi fokus kami pada penetapan harga obligasi yang dinilai wajar. Walaupun berdiri sendiri, izin operasional kami berasal dari Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

Mekanisme kerja PHEI?

Informasi atas semua transaksi obligasi yang terjadi OTC kami peroleh dari Bapepam sebagai Penerima Laporan Transaksi Obligasi (PLTO). Informasi tersebut kemudian kami olah untuk menentukan harga yang valid dan wajar atas seluruh obligasi yang dicatatkan. Tugas kami adalah memberikan informasi itu setiap hari.

Selama ini apakah setiap transaksi OTC obligasi selalu dilaporkan ke PLTO?

Mengenai hal itu memang perlu dilakukan enforcement. Tapi tugas itu masuk wilayah PLTO, bukan PHEI. Tugas kami mengolah informasi transaksi yang masuk ke PLTO. Dengan didirikannya PHEI ini, Bapepam sudah memberikan komitmen untuk melakukan enforcement lebih pada pelaku pasar obligasi di OTC. Lagipula dengan adanya acuan harga yang wajar, pelaku pasar akan lebih diuntungkan karena adanya transparansi harga yang valid.

Metode perhitungannya?

Kami sedang merumuskan metodologinya, tentunya dengan referensi dari metode yang digunakan lembaga-lembaga serupa di negara lain. Kalau di negara lain PHEI dikenal dengan nama Bond Pricing Agency (BPA). Mereka ada di Malaysia, Korea dan Meksiko. Metode standarnya ada, namun kami mencoba merumuskan metodologi yang lebih pas bagi mekanisme di Indonesia.

Kapan PHEI beroperasi?


Saat ini kami sedang melakukan berbagai persiapan. Kira-kira selama 6 bulan ke depan. Sembari melakukan persiapan kami akan mencoba menerbitkan berbagai harga acuan secara bertahap sambil terus mensosialisasikan keberadaan lembaga ini pada pelaku pasar.

Sejauh ini respon dari pelaku pasar?

Cukup positif, terutama dari dana pensiun dan wealth management karena mereka kan butuh acuan harga untuk penghitungan portofolio mereka. Kalau pemain obligasi, kami yakin mereka juga akan menyikapi dengan positif, karena dengan adanya acuan harga mereka juga akan diuntungkan dan memiliki informasi harga yang transparan.

Apakah informasi PHEI ini bisa bebas diakses?

Untuk tahap awal tentu akan bebas akses, karena ini untuk proses sosialisasi. Namun ke depannya tentu kami juga membuka kemungkinan untuk menjual jasa informasi ini. PHEI kan lembaga yang berdiri sendiri dan berbadan hukum perseroan terbatas (PT), jadi kami perlu self-sustain.

Kantornya dimana?

Saat ini masih berada di gedung BEI. Namun ke depannya kami berencana membuka kantor sendiri.

Bapak masih menjabat sebagai Kadiv Pencatatan Sektor Riil BEI?

Tentu saja tidak. Sejak ditunjuk oleh pemegang saham untuk menduduki Direktur Utama PHEI, jabatan sebelumnya sebagai Kadiv Pencatatan Sektor Riil BEI harus dilepas terhitung sejak 1 Juli 2008.
(dro/ir)

GRATIS! puluhan voucher pulsa! ikuti terus berita dari DetikFinance di Hape-mu.
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Baca Juga :

  • Wawancara Eddie Widiono (1)
    Semua akan Berlabel Hemat Energi
  • Wawancara 'Mr Strategy'
    Manfaatkan Kejenuhan di China
  • Wawancara Kepala BPS
    Menyisir si Miskin via Data Lama

Share

Tutup

  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

  Share to Twitter:

You are redirected to Twitter

  Share via Email:

Share via Email


Separate email addresses with commas (,)
Your email address

 

loadingSending your message

Message has successfully sent

An Error has Occured

Komentar terkini (0 Komentar) ·  Follower Komentar 0
Baca Komentar
Kirim Komentar

Berita Terpopuler

  • Kamis, 09/02/2012 12:04 WIB
    Awas! Polisi Bakal Kawal Sensus Pajak
  • Kamis, 09/02/2012 19:11 WIB
    Gawat! Banyak Maling, Hanya 14% BBM Subsidi Tepat Sasaran
  • Kamis, 09/02/2012 19:36 WIB
    Anggito Abimanyu Pikir-pikir Daftar Jadi Bos OJK
  • Kamis, 09/02/2012 10:59 WIB
    Tinjau Sapi di Jambi, Dahlan Iskan Setir Mobil Sejauh 40 Km
  • Kamis, 09/02/2012 11:27 WIB
    Diremehkan Tawar Bank Mutiara Rp 6,7 Triliun, Ini Jawaban Bos Yawadwipa

Komentar Terpopuler

  • Kamis, 09/02/2012 - 17:26
    Wow! Utang RI Dekati Rp 2.000 Triliun di 2012
  • Kamis, 09/02/2012 - 13:17
    SBY: Ada Jutaan Orang Tidur Tak Nyenyak karena Perut Lapar
  • Senin, 06/02/2012 - 09:58
    Pemerintah Dikritik Hobi Ngutang
  • Kamis, 09/02/2012 - 16:33
    Pendapatan Per Kapita Orang Indonesia Naik 17% Jadi Rp 31 Juta
  • Senin, 06/02/2012 - 15:10
    Amankan Subsidi, Cukup Naikkan BBM Rp 1.000!
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


Recommended Reading
bg

Ditanya Money Politics Kongres Demokrat, Ketua DPC Dumai Bingung

www.detiknews.com

  • Korban Pencabulan Habib 'H' Diiming-Iming Janji Surga dan Uang
  • Berkas Febri Penusuk Raafi Dilimpahkan ke Kejaksaan

bg

Federer Mau Nomor Satu Dunia Lagi

www.detiksport.com

  • Comeback, Persiram Gasak Persidafon 5-2
  • Titel Juara Belum Realistis untuk Mercedes

bg

Operator Masih Tambang Uang Terbesar Huawei

www.detikinet.com

  • 8 Lensa Anyar Siap Percantik Sony NEX
  • Ini Dia 10 Finalis Do Network Lenovo

  • detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
  • detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
  • Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
  • detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
  • detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
  • detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
  • detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
  • detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
  • detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
  • Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
  • detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
  • detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
  • detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Back to Top Kanal Lainnya » « Kanal Lainnya
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer