Berita Lain
-
Jumat, 03/02/2012 12:33 WIB
Wanita Cantik Ini Raup Rp 383 Miliar dari Start-Up dengan 14 Staf -
Kamis, 02/02/2012 11:45 WIB
Ini Dia Calon Wanita Terkaya Dunia -
Rabu, 01/02/2012 13:27 WIB
Wah.. Jual Perusahaan, Bos Baik Hati Ini 'Tebar Duit' Rp 961 Miliar -
Rabu, 01/02/2012 11:01 WIB
Bankir Terburuk di Dunia Ini 'Dilucuti' Gelar Kebangsawanannya -
Senin, 30/01/2012 07:42 WIB
Mengintip Pekerjaan Pertama para Milyuner dan CEO 'Besar' -
Jumat, 27/01/2012 12:52 WIB
Mantan Dirjen Pertambangan Jadi Bos Baru Freeport
Indeks Berita
Rumor Saham
Bergerak Menuju Rp 500, Saham TELE ditawar ZTE?
Perusahaan provider telekomunikasi asal China, ZTE, dikabarkan berniat menguasai sebagian saham PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE). Harga....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bos Coffee Toffee Ini Kembali Bangkit Setelah Kena Tipu
Sebagian orang mungkin sudah tak asing dengan pemilik Coffee Toffee Odi Anindito. Dibalik kesuksesannya saat ini membangun gerainya, Odi ternyata pernah tertipu dan kemudian bangkit lagi.
Sosok Dan Peristiwa
Tinjau Sapi di Jambi, Dahlan Iskan Setir Mobil Sejauh 40 Km
Hari ini Menteri BUMN Dahlan Iskan mengunjungi peternakan sapi milik PTPN VI di Jambi. Ada yang unik, mantan Dirut PLN menyetir sendiri sejauh 40 Km. Wush...
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 600.000
-
Rp 1,408.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Kamis, 09-02-2012 18:13 WIB
Ironis! Belajar dari RI, Argentina Sukses Konversi BBM ke Gas
Posted by: kaptenDF
Selasa, 24/06/2008 09:55 WIB
Sri Mulyani dan Jiwa yang Meletup-letup
Alih Istik Wahyuni, Wahyu Daniel - detikFinance
Sri Mulyani (dok)
"Satu yang saya nggak bisa ikuti, dia sangat dicintai. Saya sudah bilang, jangan harapkan saya seperti Pak Boediono. Stok kesabaran saya lebih sedikit dan lebih meletup-letup," ungkap Sri Mulyani.
Pernyataan apa adanya itu diungkapkan Sri Mulyani dalam acara serah terima jabatan dengan Boediono yang kini menjabat Gubernur Bank Indonesia di gedung Graha Sawala komplek depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (24/6/2008) yang dihadiri para menteri ekonomi dan pejabat eselon I.
Dia menuturkan dalam 1 minggu sebelum acara serah terima jabatan Menko Perekonomian ini, dirinya sudah melakukan pemanasan terlebih dahulu soal pembagian dirinya di depkeu dan menko.
"Kita telah merundingkan, bagaimana mengaturnya. Di lantai 4 (kantor menko perekonomian) saya belum masuk kecuali yang punya ada," katanya.
Meski mendapat tanggung jawab yang maha berat, Sri Mulyani merasa gembira berkantor di Menko Perekonomian yang suasananya tidak terlalu birokratis.
"Saya lebih gembira mengantor disini, daripada di Wahidin, ada aturan kebirokrasian yang ketat dan perlu untuk jaga reliabilitas kantor. Tapi di kantor menko, suasananya kaya di kampus, kalau suntuk ya ke seberang, balik lagi. Jadi lebih mirip rekreasi daripada kaya beban," katanya.
Sri Mulyani pun yakin meski kini harus menjadi atasan koleganya di jajaran menteri ekonomi yang sebelumnya memiliki posisi setara, hirarki kerjanya tidak akan kaku.
"Kami hanya mengemong. Kalau di belakang penggembala tapi jadi agak religius. Kalau sekarang dengan teman di kabinet lebih enak lagi. Pak Suryadharma Ali (Mennegkop UKM) bilang saya nggak boleh terlalu galak lagi, karena punya tugas atur keekonomian, jadi bintangnya dilepas dulu. Saya berterima kasih, hubungan sesama menteri tidak pernah komplain. Tentu menteri-menteri juga tahu, kalau ada apa-apa, silakan komplain, SMS. Kita tahu cara menyelesaikan masalah bahkan tanpa bertemu kalau waktu saya sibuk," bebernya.
Hal pertama yang akan dilakukannya, menurut Sri Mulyani, dirinya akan melihat dulu warisan dan tugas-tugas Menko Perekonomian sebelumnya.
"Kita coba pilah dengan sistematis, dan efisien. Kami harap pelaku ekonomi bisa membantu. Atas kerjasama kawan-kawan menteri, makasih. Pak Boed, meski sudah pindah, tapi pikiran, bapak di sini. Saya pikir BI hanya butuh 1/4 pikiran bapak, 3/4 nya masih harus di sini. Saya harapkan dukungan kawan-kawan, dan tentu saja Pak Tony Sumartono, suami saya," pungkas Sri Mulyani. (ir/qom)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar 0
Berita Terpopuler
-
Kamis, 09/02/2012 12:04 WIB
Awas! Polisi Bakal Kawal Sensus Pajak -
Kamis, 09/02/2012 19:36 WIB
Anggito Abimanyu Pikir-pikir Daftar Jadi Bos OJK -
Kamis, 09/02/2012 10:59 WIB
Tinjau Sapi di Jambi, Dahlan Iskan Setir Mobil Sejauh 40 Km -
Kamis, 09/02/2012 19:52 WIB
Ketua Bapepam Ramaikan Perebutan Kursi Pejabat OJK -
Kamis, 09/02/2012 19:11 WIB
Gawat! Banyak Maling, Hanya 14% BBM Subsidi Tepat Sasaran
Komentar Terpopuler
-
Kamis, 09/02/2012 - 17:26
Wow! Utang RI Dekati Rp 2.000 Triliun di 2012 -
Kamis, 09/02/2012 - 13:17
SBY: Ada Jutaan Orang Tidur Tak Nyenyak karena Perut Lapar -
Senin, 06/02/2012 - 09:58
Pemerintah Dikritik Hobi Ngutang -
Kamis, 09/02/2012 - 16:33
Pendapatan Per Kapita Orang Indonesia Naik 17% Jadi Rp 31 Juta -
Senin, 06/02/2012 - 15:10
Amankan Subsidi, Cukup Naikkan BBM Rp 1.000!
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com






Sending your message


---125x125.gif)

