Berita Lain
-
Kamis, 02/02/2012 11:45 WIB
Ini Dia Calon Wanita Terkaya Dunia -
Rabu, 01/02/2012 13:27 WIB
Wah.. Jual Perusahaan, Bos Baik Hati Ini 'Tebar Duit' Rp 961 Miliar -
Rabu, 01/02/2012 11:01 WIB
Bankir Terburuk di Dunia Ini 'Dilucuti' Gelar Kebangsawanannya -
Senin, 30/01/2012 07:42 WIB
Mengintip Pekerjaan Pertama para Milyuner dan CEO 'Besar' -
Jumat, 27/01/2012 12:52 WIB
Mantan Dirjen Pertambangan Jadi Bos Baru Freeport -
Rabu, 25/01/2012 06:49 WIB
Dahlan Iskan Merasa Sukses Berkat Insting dan Leadership Kuat
Indeks Berita
Rumor Saham
Zafrina Development Tambah Kepemilikan di LMPI?
Berkembang kabar di pasar salah satu pemegang saham mayoritas PT Langgeng Makmur Plastic Tbk (LMPI) yakni Zafrina Development Ltd. akan menambah....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Korban Perampokan Ini Bangkit dan Sukses Berbisnis Alat Pertahanan
Mahasiswa ini pernah menjadi korban kejahatan di Jakarta, barang-barang dagangannya ludes dirampok. Tapi ia bangkit dan kini menuai sukses dari bisnis alat-alat keamanan.
Sosok Dan Peristiwa
Wanita Cantik Ini Raup Rp 383 Miliar dari Start-Up dengan 14 Staf
Usianya belum 40 tahun, tapi wanita cantik ini akan segera masuk dalam jajaran orang muda kaya di Australia. Bisnisnya adalah merangkul orang-orang yang 'diabaikan' perusahaan besar.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 1,415.000
-
Rp 603.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Jumat, 03-02-2012 15:20 WIB
Dahlan Iskan: Orang Manja & Cengeng Itu Bukan Pengusaha
Posted by: kaptenDF
Senin, 10/03/2008 15:17 WIB
Sri Mulyani Dinobatkan Sebagai Tokoh Berpengaruh Asia
Nurul Qomariyah - detikFinance
Sri Mulyani (foto: Wahyu Daniel)
"Penghargaan diberikan kepada Menkeu atas kontribusi luar biasa yang dihasilkan dalam bidang ekonomi, public policy, dan governance, khususnya dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, baik di lingkup nasional, regional, maupun internasional," demikian siaran pers dari Depkeu, Senin (10/3/2008).
Penghargaan tersebut tidak hanya diberikan kepada tokoh pemerintah, namun juga tokoh bisnis dan organisasi internasional yang berperan dalam meningkatkan posisi dan nilai Asia di dunia internasional.
Tiga tokoh lainnya yang juga diundang menerima penghargaan adalah:
- Sekretaris Jenderal Asean, Mr. Surin Pitsuwin
- Chairman of Infosys Technologies Ltd., India, N.R. Narayana Murthy
- Chairman of Hang Lung Group Ltd., Hongkong, Ronnie C. Chan.
Sebelum mendapat penghargaan, Menkeu juga diinterview oleh Pimpinan SIIA. Menkeu menyampaikan berbagai issue seperti governance, transparansi, reformasi ekonomi dan fiskal berikut pencapaiannya, dan termasuk pula isu peran yang dapat dijalankan oleh wanita Asia dalam menyongsong perkembangan Asia.
Interview diliput langsung oleh jaringan televisi AXN, dan merupakan salah satu program dari rangkaian acara ulang tahun ke-10 jaringan televisi tersebut.
Dalam kesempatan itu, Menkeu juga menyampaikan pidatonya yang bertema 'Leadership and Public Governance in Asia'.
Menkeu menyatakan, dampak dari kombinasi regulasi yang tidak konsisten dan kelemahan governance berikut kerapuhan sistem politik pada beberapa negara menjadi kontribusi utama terjadinya krisis ekonomi Asia pada tahun 1997-1998.
"Setelah terjadi krisis, antara lain telah dilakukan reformasi di dalam institusi termasuk reformasi birokrasi, upaya penguatan sektor keuangan dan juga dibentuk Forum Stabilitas Sistem Keuangan dalam rangka memperkuat ketahanan perekonomian Indonesia khususnya terhadap goncangan dari luar," jelas Menkeu dalam pidatonya.
Menkeu juga menyampaikan berbagai reformasi birokrasi yang dilakukan, termasuk di institusinya yakni Depkeu.
"Dampak reformasi kepada masyarakat dan ekonomi yang dapat dilihat dari kebijakan dan kinerja ekonomi, perdagangan, dan investasi. Kepercayaan dan stabilitas ekonomi yang terjaga memungkinkan terjadinya pemulihan dan percepatan kegiatan ekonomi dan perbaikan kondisi kesejahteraan secara umum," imbuhnya.
Ia pun mengungkapkan berbagai keberhasilan bidang ekonomi yang berhasil diraih pemerintah Indonesia. Misalnya pertumbuhan ekonomi tahun 2007 sebesar 6,3% dengan inflasi (6,6%), SBI (8%), dan debt ratio (38% dari GNP).
"Perbaikan ini terjadi meskipun ekonomi menghadapi tantangan yang tidak mudah seperti bencana alam dan perubahan iklim, kenaikan harga minyak dan komoditas dunia, krisis keuangan di Amerika dan resesi dunia," terang Menkeu.
(qom/ir)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar 0
Berita Terpopuler
-
Sabtu, 04/02/2012 15:02 WIB
Tarif Listrik Naik 10%, PLN Bakal Raup Rp 8,9 Triliun -
Sabtu, 04/02/2012 14:03 WIB
SBY Kasih Aset ke 3 BUMN Perhubungan Rp 2,7 Triliun -
Sabtu, 04/02/2012 12:14 WIB
Duh! Sekelas BPOM dan MUI Saja ada Pungli -
Jumat, 03/02/2012 12:33 WIB
Wanita Cantik Ini Raup Rp 383 Miliar dari Start-Up dengan 14 Staf -
Sabtu, 04/02/2012 13:07 WIB
Ngumpetin Data Pajak, Bank Tertua Swiss Digugat AS
Komentar Terpopuler
-
Sabtu, 04/02/2012 - 09:19
Buruh Demo di Tol, Pengusaha Rugi Rp 100 Miliar Lebih -
Jumat, 03/02/2012 - 22:17
Ini Dia Cara PNS Palsukan Biaya Perjalanan Dinas -
Sabtu, 04/02/2012 - 14:26
Sofjan Wanandi Curhat Soal Demo Buruh di Ultah Apindo -
Sabtu, 04/02/2012 - 11:30
JK: Paling Baik dan Paling Pintar Menaikkan Harga BBM -
Selasa, 31/01/2012 - 16:28
Pemerintah 'Pancing' DPR Naikkan BBM Rp 500-1.500/Liter
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com






Sending your message


---125x125.gif)

